Fanboy Vs Badgirl

Fanboy Vs Badgirl
17. Terungkap


__ADS_3

"Lo benar mau ke Ambon sekarang juga?" ujar Huan.


"Iya sekarang,gue kan udah selesai ujiannya,tapi kita kerumah gue dulu ya soalnya gue mau ambil baju" balas Inka yang sudah berdiri di pintu kamar Huan, menggunakan baju navy yang bertuliskan merek terkenal yaitu Ashboel.Huan pun langsung keluar kamarnya dan memanaskan motornya.Inka berpamitan kepada bunda Huan untuk mengajak Huan ke Ambon,dan bunda Huan pun mengijinkannya karena kasihan kalau Inka pergi sendirian ke sana bagaimana kalau kenapa-kenapa.Inka pun menghampiri Huan yang sudah menaiki motornya menunggu Inka naik dibelakang.Inka melambaikan tangannya pada bunda Huan,ia sudah mengganggap bunda Huan adalah ibunya sendiri karena sudah lama Inka berteman dengan Huan.


Sesampainya dirumah Inka,ia melihat ada mobil yang terparkir dihalaman rumahnya yang luas.Ia pun mendekati pemiliknya yang sedang berada di belakang rumahnya yaitu kolam renang.


"Maaf,kakak siapa ya?" tanya Inka membuat seorang lelaki yang sedang membelakanginya berbalik arah.


"Mas Farel?ada apa mas kesini?mari masuk kedalam dulu mas" ujar Inka sambil membuka pintu yang ada dibelakang yang niatnya agar mas Farel masuk kedalam rumahnya,tetapi Farel malah diam memperhatikan Inka,Huan dan Inka pun saling bertatapan seperti yang tegang.Mereka pun melihat ke mas Farel kembali.


"Saya kesini mau tanya kepada kamu Inka" kata Farel sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya.Inka gugup,ia takut mas Farel akan membicarakan Irad tentang masa lalu mereka.


"Iya ada apa ya mas?" balas Inka menutupi kegugupannya.


"Kamu itu kenapa putuskan Irad,Irad anak yang baik tetapi memang ia memiliki banyak mantan kekasih,lagi pula Irad sekarang hanya ingin dekat dengan kamu Inka,Irad sudah bercerita kepada mama kalau Inka anak yang baik un" belum saja Farel melanjutkan pembicaraannya Inka malah memotong pembicaraan Farel.


"Saya sedang tidak mau membahas tentang Irad mas,maaf kalau saya tidak sopan kepada mas tetapi mas seharusnya tahu perasaan saya" kata Inka yang membuat Huan bingung apa yang mereka bicarakan.Inka pun berlari masuk kedalam rumahnya.


"Saya masuk dulu ya mas" ujar Huan yang dibalas anggukan Farel.


Huan merasa kasihan kepada Inka,tetapi Inka tidak pernah lupa tujuan awal ia balik kerumah ini,sambil menangis Inka membereskan baju-bajunya yang akan dibawa ke Ambon.Huan hanya memperhatikan Inka di depan pintu kamarnya.


"Ayo" kata Inka yang sekarang membawa tas yang sangat besar karena banyak sekali baju yang ia bawa.Huan hanya menuruti permintaan Inka,ia tahu kalau Inka sedang menangis jangan diajak ngobrol karena akan memperburuk keadaan.Mereka bergegas ke Airport.


* * * * * *


Hanya 3 jam mereka berada dipesawat.Akhirnya mereka pun sampai di kota Ambon.Inka menelfon pak Raden supirnya untuk menjemput di bandara.Tak lama kemudian pak Raden sampai di bandara.


"hmmm.hmmm.ini mas Huan kan yaa?" tanya pak Raden dengan menunjuk wajah Huan.


"Iya pak Raden,masih ingat ternyata" balas Huan sambil tos yang mereka buat bersama pak Raden.Inka tersenyum melihat kelakuan mereka,ekspresinya berubah saat Irad menelfonnya.


"Angkat atau engga ya?" batin Inka.Akhirnya Inka mengangkat telfon Irad,karena kata orang kalau marahan jangan lama-lama.


"Halo?Inka?gue denger lo lagi di Ambon?" tanya Irad dengan suara seperti khawatir kepada Inka.


"Hm" balas Inka.


"Lo kan udah maafin gue,jadi lo jangan ngambek terus gitu dong" kata Irad disebrang sana.


"Iye bawel lo" ujar Inka.Huan yang penasaran terhadap Inka mengambil ponsel yang berada di telinga Inka dan menempelkannya ditelinga Huan.


"Halo?" suara berat khas Huan membuat Irad bertanya-tanya.Irad pun mematikan sambungannya agar tidak bisa mendengar lelaki tersebut berbicara lagi.


"Lo apa-apaan sih Huan?" kata Inka yang langsung merebut ponselnyaa dari tangan Huan.


"Gue kan dari dulu kepo yaudah sama gue ambil aja hp lo" ucar Huan.


"Auah" balas Inka.


"Oalah..kok malah jadi berantem sih?jadi enggak nih jalan ke penginapannya?" tanya pa Raden.


"Ayo pak" jawab Huan dan Inka bersamaan dan langsung bertatapan sembari melototkan matanya.Mereka pun masuk mobil sedangkan pak Raden memasukan barang bawaan mereka kedalam mobil.


* * * * * *


Sesampainya di penginapan Inka melirik-lirik seperti mencari sesuatu.


"Ngapain lo lirik-lirik?" tanya Huan sambil mengeluarkan barang bawaannya dari bagasi.


"Kepo lo!pak Raden kak Ratu mana?" tanya Inka.


"oh nyonya Ratu tidak tahu bahwa non Inka akan pergi ke Ambon.Dan juga Ratu tidak menginap disini non" balas pak Raden.

__ADS_1


"oohh gitu..bagus pak jadi kita bisa jadi detektif" kata Inka.


"Detektif apaan lagi sih?" tanya Huan penasaran katena Inka belum memberi tahunya.Karena Inka malas ngomong lagi akhirnya pak Raden yang menceritakannya.Mereka masih berdiri ditempat,belum masuk kedalam.


"Oh gitu,oke oke gue ngerti" kata Huan.Mereka pun masuk kedalam.Huan dan Inka beda kamar Huan satu kamar dengan pak Raden sedangkan Inka dikamar sebelahnya sendiri.


* * * * * *


Saat sudah dikamar penginapan.Inka pun membereskan baju-baju dan memasukkannya kedalam lemari.Setelah itu Inka merasa sejak tadi ponselnya banyak notifikasi dari grup kelasnya dan grup Deray.Inka memilih membuka chat grup kelas dahulu karena menurutnya itu lebih penting.


IPS UNGGULAN BROKAS \(1098\).Inka hanya menscroll chatnya dan ia melihat banyak yang mencarinya


Fero : @Inka lo kemane aje kagak sekola mulu?


Aruna : lagi sibuk die


Flesia : Sibuk apaan sih ka


Ridwan : bentar lagi pengumuman kelulusan ka,lo masih gak mau sekolah?


Irad : jangan nyimak aja @Inka


Austin : Wah gila kayaknya ada yang mau balikkan deh.


Inka yang membaca pesan Austin langsung menjawab


Inka : OGAH!


Aruna : ogah,ogah entar balikan malu lo


Fero : au,nih lo suka pura-pura @Inka.


Virgin : Gue denger-denger sih ye Rimba lagi deket ama cewek tuh ka @Inka parah ga sih?


Virgin : Gue bener!


Aruna : ah dasar biang gosip lo,kaya emak-emak.


Virgin : mending tukang gosip kaya emak-emak daripada teriak-teriakan mulu kaya orang utan.


Aruna : lo ngomongin gue orang utan?berani lo sama gue?


Virgin : Siapa takut?


Aruna : Besok lo ye gue abisin pulanh-pulang tinggal nama lo ******!


Austin : ngapa jadi berantem sih lo-lo pada


: Mending nyanyi


:Kalau bulan bisa ngomong?


Fero : ngomong ngomong ngomong


Inka : gila lo semua udah ketularan Austin


Austin : buset dagh


Aruna : Kelas jadi sepi kagak ada lo @Inka


Austin : ada gue yang bikin rame lah bro


Fero : lo bukannya bikin rame malah bikin keributan.

__ADS_1


Chat grup kelas berakhir dengan kekesalan Runa terhadap Virgin.Runa pun berkoar di grup Deray.


DERAY \(174\)


Rolan : @Inka bestfriend lo udah ngeceng dekel nih ka


Inka : gapapa lah lan,ntar juga ditinggalin.


Runa : yang ninggalinnya Rimba atau dekelnya ka?


Inka : Dekelnya lah


Arnold : jiaahhhhhh🤣


Flesia : @Inka bagus ka


Rimba : @Inka bener juga


Rolan : Lo kemane aje sih ka?


Inka : di Ambon gue


Rimba : nanti study tour ke Balinye gimane?


Inka : gue nyusul dari Ambon


Runa : gaya banget lo ka,lo ke Ambon sama siapa?


Inka : Cowo


Rimba : lo punya cowok kagak bilang ke gue?!parah lo


Inka : bukan cowok pacar yang gue maksud tapi temen kecil gue cowok


Runa : Ohhh


Rimba : Ohhhh


Huan mengetuk pintu kamar Inka.Inka pun menaruh ponselnya dan berlari membukakan pintu.


"Makan yu gue laper" kata Huan sambil akting memegang perutnya dengan ekspresi seperti yang belum makan dua abad.


"Makan mulu lo!tunggu gue pake hoodie dulu" kata Inka menutup pintu kamarnya membuat Huan menjerit


"Aaaa...bangsatt!!" uhar Huan sambil mengetuk-ngetuk kamar Inka.Inka pun membuka pintu dan melihat tangan Huan yang memerah karena terjepit pintu


"Hahahahah" Inka tertawa lebar tetapi ia tutupi dengan kedua tangannya.Huan merasakan kesakitan sangat sakit sepertinya.


"Gila lo ya?mangkannya kalau mau tutup pintu liat dulu ada tangan kaga,ini malah main tutup-tutup aje" omel Huan.Inka cuma tertawa kecil mendengarnya.Mereka keluar penginapan jalan kaki karena depan penginapan kalau malam menjadi tempat street food gitu.Inka dan Huan memilih makan nasi goremg tetapi saat Inka hendak duduk,Huan menahannya ia menunjukkan seseoramg menggunakan matanya.


"Apaan sih?" protes Inka yang tidak mengerti maksud Huan,Huan masih tetap memberitahu lewat matanya.Inka pun melihat ke arah yang Huan lihat.Ternyata itu Ratu kakaknya bersama cowok yang kemarin pak Raden fotokan.Tanpa banyak bicara Inka dan Huan pun menghampiri mereka yang sedang makan eskrim sambil berdiri.


"Kakak,ngapain sama cowok lain?kakak udah pacaran sama mas Farel loh ka!kakak gak malu apa?" kata Inka dan kakaknya terkejut melihat Inka yang beraada dibelakangnya,tanpa banyak omong Ratu berdiri dan menampar Inka "Plakkkk".


" Kak Ratu gak seharusnya nampar Inka,karena disini yang salah kak Ratu bukan Inka"ujar Huan sambil memiringkan kepala Inka kebahunya.


Ada seseorang diseberang Inka yang memperhatikannya itu mas Farel dengan orang tuanya,mereka melihat Ratu sedang berduaan dengan lelaki lain.


"Mas Farel?" kata Inka yang langsung membuat Ratu melirik ke sebrang,ia melepaskan gandengan tangannya dengan lelaki disebelahnya.


Apa kelanjutannya ya?apakah mas farel dan keluarganya masih setuju agar Ratu menjadi istrinya?


baca terus yuu >>>

__ADS_1


__ADS_2