
Dengan sabar Sella menanti jawaban yang akan diberikan. Mengetahui lelaki di depannya tertarik pada wanita atau tidak merupakan hal yang penting baginya.
Sebenarnya Erza sendiri bukan orang dengan kelainan seksual, sehingga pertanyaan ini tidak terpikirkan oleh dirinya sama sekali.
Namun karena suatu alasan, dia memilih untuk bungkam. Dia mengamati detail wajah wanita yang serat akan pesona tersebut.
1 detik... 2 detik... Sampai akhirnya terlewat 20 detik. Erza mulai angkat bicara.
“Itu bukan hal penting sampai harus kujawab.”
“Tentu saja penting! Setidaknya menurutku.” sahut Sella menaikan nada suaranya. “Aku adalah succubus, kami bergantung pada daya hidup untuk mempertahankan kekuatan.” tambahnya.
Begitu mendengarkan penjelasan itu, Erza malah semakin tidak peduli.
“Itu cuma masalah sepele?”
Ha... 'sepele' dia bilang?
“Energi hidup pada succubus sama pentingnya seperti makan pada manusia, selama ada itu kami juga akan semakin berkembang. Jadi bagaimana cara mendapatkan itu jika kau sendiri tidak tertarik dengan hal 'itu'?” ujar Sella kembali ngotot.
Succubus menggantungkan diri pada konsep mutualisme. Daya hidup menjadi sumber energi paling penting, dan semuanya harus diperoleh dari luar.
Dalam keadaan biasa, Succubus yang tidak terikat kontrak akan memainkan mimpi orang lain untuk nantinya dihisap ketika mereka telah terpuaskan.
Sedangkan bagi succubus yang telah dikontrak, mereka tidak boleh sembarangan mengambil daya hidup mahluk lain selain masternya. Dan jika master dari succubus tidak merasakan puas, maka daya sihir tidak akan di dapat sama sekali.
__ADS_1
Inilah yang jadi alasan kenapa Sella ingin tahu minat seksual apa yang dimiliki oleh Erza. Jika dia tidak tertarik dengan wanita, percuma saja bagi Sella menggodanya.
Sebenarnya Sella sendiri tidak berkewajiban menerima kontrak jika dia sendiri tidak memperoleh keuntungan apapun dalam kontrak. Hanya saja dia merasa kesal, jika dia mengetahui fakta bahwa orang yang telah memanggilnya tidak tertarik dengan penampilan tubuhnya.
Sederhananya, dia tidak ingin harga dirinya sebagai succubus jatuh. Begitulah menurutnya.
Namun, ada satu alasan yang sebenarnya belum dia sadari sekarang. Kenapa dia sampai bersikeras seperti itu?
“Sudahlah. Jawab saja pertanyaan... hmm?”
Belum sempat Sella selesai untuk memberikan pernyataan lain, Erza memperlihatkan sesuatu yang membuat dirinya terkejut.
Gudang dimensi?! Satu dari beberapa sihir zaman kuno. Harusnya masuk dalam lost ark, kan? Ini pertama kalinya aku melihat orang yang memiliki lost ark, selain orang itu.
Sekarang ini sihir diklasifikasikan kedalam lima tingkatan, dimulai dari tingkat dasar, menengah, tinggi, kuno, dan dunia.
Itulah kenapa Gudang dimensi yang menerapkan konsep ruang-waktu masuk kedalam jajaran lost ark. Sehingga apa yang baru disaksikan Sella tak pelak membuatnya kaget.
Setelah memasukan tangan ke dalam gerbang dimensi kecil yang muncul di udara. Sebuah botol kaca berukuran kecil muncul di tangan Erza.
Sella yang haus akan rasa penasaran pada hal-hal baru sampai dibuat tidak berkata-kata.
“Aku punya barang bagus disini, namun kelihatannya dirimu lebih tertarik pada sihir yang baru kupakai. Rasanya aku tahu perasaan orang yang berpengetahuan sepertimu.” kata Erza menyadari ekspresi penasaran Sella.
“Tentu saja. Tampaknya aku terlalu menganggapmu remeh.”
__ADS_1
“Sudahlah. Ambil saja ini, sesuatu yang tidak kalah menariknya dengan gudang dimensi ku.” ujarnya menyerahkan dua botol kaca kepada Sella.
Dengan patuh, Sella menerima botol kaca dan mulai mengamatinya. Dia mencoba menebak benda yang ada di tangannya.
“Potion? Benda ini, apa ada hubunganya dengan kontrak yang kau tawarkan padaku?” tanya Sella sedikit ragu.
“Begitulah. Lihat saja sendiri, kau akan langsung tahu apa fungsinya.”
Biarpun Sella tidak yakin jika sebuah potion akan membuatnya tertarik. Dia masih tetap mengikuti kata-kata Erza, dan mencoba mencari tahu ramuan apa yang terkandung di dalamnya.
“Bahkan, meski ini adalah Moondrip, ataupun Phoenix's Tear yang dikatakan sebagai potion terlangka—” Kalimat Sella terhenti ketika potion telah dibuka dan diteteskan di telapak tangannya.
Air muka Sella berubah dari yang awalnya tidak tertarik menjadi lebih terkejut, melebihi saat Erza menujukan gudang dimensi miliknya.
Apa maksudnya ini? Energi kehidupan mengalir dengan sangat melimpah dari tubuhku. Batin Sella dalam hati.
Selama ini Sella belum pernah menjumpai potion semacam ini dalam hidupnya. Bahkan menurutnya, satu tetes ramuan itu melebihi apa yang di dapat succubus dari menghisap sepuluh sampai duapuluh daya hidup lewat mimpi seseorang.
“Ramuan ajaib macam apa ini?!” tanya Sella tidak percaya.
Ketika Erza mencoba untuk menjawabnya, tiba-tiba saja dia memalingkan wajah dan menerawang ke tempat yang jauh.
Seolah mengetahui situasi yang terjadi di tempat berbeda. Senyuman sinis terlukis di wajahnya.
“Aku ingin menjelaskannya padamu, tapi ada beberapa tikus yang memasuki rumahku. Aku mau menyambut mereka, ikutlah denganku.”
__ADS_1
......................