Fate X Dungeon

Fate X Dungeon
Ch#09 - Bandit


__ADS_3

Ingglis adalah barisan peggunungan yang terbentang dari timur ke barat, memisahkan benua besar menjadi dua bagian. Menjadikan medan geografis yang sulit untuk dilewati siapapun, dan menyimpan berbagai kekayaan alam yang tak terhitung jumlahnya.


Meski begitu peggunungan Ingglis tidak masuk dalam wilayah negera manusia manapun, sejak perang besar dimasa lalu berakhir. Orang-orang percaya bahwa peggunungan ingglis adalah bentang alam yang dimiliki oleh dunia, dan tidak seorang pun yang diizinkan untuk memonopolinya.


Namun bukan berarti semua orang akan mematuhi aturan yang bahkan secara de facto tidak ada. Banyak pihak yang diam-diam mengambil keuntungan pribadi untuk mendapatkan kekayaan yang disediakan disana, tidak terkecuali diriku sendiri.


Bagiku peggunungan ingglis merupakan tempat strategis untuk 'menyembunyikan' dungeon. Sejak arus naga kutemukan terkubur di sebagian wilayah pegunungan, tempat ini menjadi pilihan terbaik. Selain kekayaan alam, medan yang sulit, mahkluk buas, dan monster liar yang ditemukan di dalamnya. Fakta bahwa peggunungan ingglis tidak masuk dalam wilayah manapun menjadi keberuntungan tersendiri.


Sekarang ini aku bersama Sella sedang ada di dekat desa Arunn yang terletak di kaki pegununggan bagian utara, mengamati desa pertama yang jadi 'target'-ku sejak keluar dari dungeon.


Dengan indra pengelihatan milikku yang sudah melebihi manusia biasa, segala yang terjadi di desa terlihat jelas olehku. Saat ini secara kebetulan desa sedang diserang oleh sekelompok orang. Rumah dan sebagian ladang dilahap oleh kobaran api. Para penduduk dikepung oleh sekelompok orang bersenjata yang terlihat seperti bandit.


“Kelihatannya belum ada korban yang jatuh di antara penduduk desa.”


Seperti yang dikatakan Sella. Pergerakan para bandit terasa aneh di mataku, seolah mereka sedang menunggu sesuatu. Atau lebih tepatnya sedang mencari sesuatu.


“Selain yang ada di desa, masih ada yang bersembunyi dan menunggu di luar desa. Jumlahnya diperkirakan hampir seratus orang.” ucapku setelah mengamatinya dengan familiar milikku.


Jumlah yang tidak masuk akal menurutku, hanya untuk sekelompok bandit. Sella sendiri tidak percaya, dan berkata.


“Apa kelompok bandit memang sebesar itu?”


Sebelum akhirnya dia percaya setelah kuberitahu, kalau aku telah melepaskan beberapa Shadow Walker untuk mencari keberadaan mereka.


Shadow walker merupakan jenis iblis panggilan yang mempu bergerak dalam bayang-bayang. Sekelompok familiar yang ahli dalam pengintaian.


Karena rencanaku adalah mendapat kepercayaan dari penduduk desa, aku harus menyelamatkan mereka secara langsung sambil memperlihatkan diriku pada mereka. Dan kebetulan sekali aku telah menemukan momen yang tepat.


Salah satu bandit menyeret seorang penduduk berusia tua, dan mengancam dengan sebuah pedang. Karena jaraknya terlalu jauh, aku tidak mengerti yang mereka bicarakan. Namun dari gestur dan gerakan mulut si bandit, terlihat seperti melakukan introgasi menurutku.


Setelah pembicaraan singkat, bandit tadi terlihat kurang puas. Pedang di tangannya diangkat ke atas hingga membuat pria tua ketakutan. Sekalipun tidak tahu yang dibicarakan, aku dapat menebak adegan yang akan terjadi berikutnya.

__ADS_1


Jadi sekarang adalah giliranku untuk tampil.


“Bunuh.”


Hanya dari satu kata dariku, tubuh bandit yang ingin memenggal kepala pria tua itu terpotong menjadi beberapa bagian. Baru saja, kuperintahkan shadow walker untuk memotong-motong tubuhnya dengan brutal.


Memakai sihir perpindahan, aku muncul bersama Sella di tengah-tengah mereka. Tidak ada dari para bandit dan penduduk desa yang akan mengira kedatanganku.


“Bajingan, apa yang baru saja kau perbuat pada komandan?!”


Salah seorang bandit bertanya begitu kepadaku. Baik bandit maupun penduduk desa tampak curiga ketika memperhatikanku.


Selain Sella yang berdiri tenang di dekatku, setelah sebelumnya kuminta dia menyembunyikan jati dirinya dengan jubah dariku. Masih ada pria tua yang hampir dipenggal sebelumnya berjongkok di dekatku. Dia tampak lebih ketakutan saat tatapan kami bertemu. Aku mengabaikannya dan mengalihkan perhatianku pada para bandit.


ketika aku melangkah maju ke hadapan para bandit, senjata mereka sudah diarahkan kepadaku. Mereka tampak sangat waspada. Disitulah aku mulai memperkenalkan diri.


“Aku adalah Raja Kegelapan Erza! Desa ini ada dalam wilayahku, siapapun yang berani menyentuhnya akan merasakan akibatnya!”


Kurasa nama itu terdengar cukup hebat di telinga mereka. Buktinya mereka lebih waspada sekarang.


Awalnya, aku ingin memperkenalkan diri sebagai Raja Iblis. Namun mengingat segala yang berkaitan dengan raja iblis dan pasukan demonflok-nya adalah konflik terbesar di dunia, memakai nama raja kegelapan adalah pilihan bijak saat ini. Juga masih terlalu cepat untuk menunjukan diri pada negara-negara di luar sana.


Saat aku sedang memikirkan tindakan berikutnya, salah seorang penduduk desa berbicara kepadaku.


“Tuan Raja Kegelapan, ka-kami tidak mengerti maksud anda menyebut desa ini sebagai wilayah anda. Tapi... Kami tidak ingin menentang anda... tolong ampuni kami!”


Jika diperhatikan, para penduduk desa lebih ketakutan padaku dibanding para bandit sebelumnya. Bagiku hal ini wajar saja, setelah aku mencerai-beraikan tubuh seseorang tanpa menyetuhnya. Meskipun dilakukan oleh Shadow walker, tapi karena tidak cukup hebat untuk melihat kejadian sebenarnya, jadi lebih masuk akal kalau mereka takut.


“Selama kalian tidak mengkhianatiku, aku akan menjamin keselamatan kalian.” ujarku pada penduduk desa. Begitu aku sedang mengalihkan pandangan, sebuah anak panah melesat menembus tubuhku. Darah segar mengalir dari tempat sasaran anak panah.


Dibanding penduduk desa, para bandit tampak puas menyaksikan itu. Namun perasaan senang tidak berlangsung lama ketika mereka menyaksikan adegan berikutnya, tatapan mereka berangsur menjadi keputusasaan.

__ADS_1


Aku yang masih berdiri tegak mencabut paksa anak panah yang tertancap di tubuhku. Berbagai kalimat tidak percaya keluar dari mulut mereka.


“Ba-Bagaimana mungkin?”


“Ha... Harusnya itu mengenai jantungnya..”


“Mustahil, dia monster!”


Bisa kudengar teriakan putus asa mereka. Lalu, hal berikutnya yang kulakukan adalah meremas patah anak panah menjadi dua, dan berkata pada mereka.


“Bisa kuanggap ini adalah bentuk perlawanan kalian padaku, kan?”


Hawa membunuh kuarahkan pada gerombolan bandit yang berdiri di hadapanku. Meski takut, mereka berjuang sekuat tenaga agar tidak jatuh.


“Tenanglah, kita masih unggul! Kita sanggup melawannya jika menyerang bersama-sama!” Salah satu bandit berteriak meyakinkan rekan-rekannya.


“Baiklah jika kalian ingin mengujiku. Akan kulihat seperti apa kalian mencoba.”


Kalimat penuh ancaman kuucapkan sambil tersenyum dingin pada mereka. Dengan menghempaskan satu tangan ke arah mereka, aku berujar—


“Enyahlah.”


SRASSSHHHH!!!


Hanya dalam satu hitungan detik, semua bandit yang berdiri dihadapanku terpenggal kepalanya dan menciptakan banjir darah yang sangat mengerikan.


Sigh, Bahkan tidak ada seorangpun yang bereaksi terhadap seranganku. Apa aku terlalu berlebihan?


Tindakan yang baru kulakukan tidak bisa dimengerti oleh para penduduk. Mereka hanya terperanga menyaksikan kejadian luar biasa tersebut, ketika semua bandit tewas dengan kepala yang sudah tidak tersambung dengan tubuhnya.


Sella mungkin terlihat biasa saja, tapi menurutku dia juga sedikit terkejut melihat perbuatanku. Namun, entah kenapa dia seolah terkejut pada hal lain.

__ADS_1


Siapa yang peduli, bandit-bandit sudah kubereskan. Apa yang sebaiknya kulakukan berikutnya?


__ADS_2