Fortune Teller

Fortune Teller
Aln Witch


__ADS_3

Jauh dari tempat tinggal keluarga wolfram, terjadi sebuah pembicaraan antara Zarkon dan seorang lelaki bertubuh sedikit gemuk, berambut ikal dengan warna kecoklatan, memiliki tinggi tubuh yang sedang dan wajah yang tidak tampak jahat.


“Zarkon.., selamat atas keberhasilanmu, kau memang bisa diandalkan.” Kata lelaki itu dengan senyum jahat yang mengembang di wajahnya.


“Tentu saja Tuan.” Balas Zarkon dengan rasa kebanggan yang tinggi.


“Sekarang aku mempunyai tugas baru untukmu, bawa bayi ini pergi sejauh-jauhnya sampai tidak ada yang bisa menemukan kalian.” Ucapnya dengan memberikan bayi itu kepada Zarkon. “Ingat kau harus meracuni bayi ini dengan hal-hal negatif, agar kelak dia dapat melaksanakan takdir yang telah digariskan untuknya.”


Zarkon pun segera melaksanakan tugas yang diberikan untuknya. Ia menghilang seiring dengan munculnya kabut malam yang selalu muncul pada malam-malam tertentu. Kemana perginya Zarkon tidak ada satupun yang tahu, hanya dirinya dan bayi ─Karf─ yang seiring dengan berjalannya waktu akan tumbuh besar dan menjadi seorang lelaki yang dapat membahayakan kehidupan bila diberikan hal-hal negatif yang tahu dimana mereka bersembunyi.


Seminggu sudah Robby tidak sadarkan diri, entah apa yang telah dilakukan lelaki gemuk itu sampai membuat Robby seperti saat ini. Ia hanya terbaring di atas sebuah batu yang berbentuk persegi panjang lebih tepatnya seperti tempat untuk mengorbankan seseorang di zaman maya dulu. Tangan dan kaki Robby diikat dengan sebuah besi yang terikat kuat pada kail yang ada di tiang penyangga yang berada beberapa centi dari tempat Robby tertidur.


Lelaki gemuk tadi mulai mendekati Robby, ia kemudian memegang kepala Robby dan mulutnya mulai berkomat-kamit membaca sebuah mantra yang sangat kuat sampai aura di sekelilingnya terasa mencekam. Tubuh Robby nampaknya menolak mantra yang dibaca oleh lelaki gemuk itu, tubuh Robby meronta-ronta meskipun ia tidak sadarkan diri. Rantai pada tiang yang terhubung dengan besi pada kedua tangan Robby pun mulai rapuh kekuatannya, dan akhirnya selang beberapa detik rantai itu putus. Tangan Robby melayang menghantam muka lelaki gemuk itu.

__ADS_1


Keganasan lelaki itu pun muncul, wajahnya berubah menjadi merah, matanya melotot dan ia tidak segan-segan mengunakan mantra pengerat untuk pergelangan tangan Robby hingga tanggan Robby berdarah karena kencangnya mantra itu.


“Terima saja apa yang aku berikan Aln atau kau akan menerima perlakuan yang lebih kejam dari ini.” Ungkap lelaki itu tepat di telinga Robby, setelah Ia puas melampiaskan amarahnya.


***


Setelah keganasannya pada hari dimana Zarkon diminta untuk pergi dan menghilangkan jejaknya bersama dengan Karl, lelaki itu setiap malam terus mendatangi Robby yang masih tidak sadarkan diri, Ia mulai merapalkan mantra yang berfungsi untuk mencuci otak Robby dan menghilangkan sebagian ingatan Robby. Tubuh Robby pun lama kelamaan mulai menerima mantra yang diberikan untuknya, tangannya yang berdarah waktu itupun sudah sembuh dan bekas lukapun sudah hilang. Seringai terlihat pada wajah lelaki itu saat melihat tubuh Robby tidak meronta-ronta lagi. Ia merasa bahwa matranya telah berhasil meresap dalam diri dan otak Rooby.


Lelaki itu melanjutkan mantra yang tadi sempat terhenti karena Ia merayakan keberhasilannya mencuci otak Robby. Ia membaca sampai akhirnya Robby membuka kedua matanya setelah sekian lama tidak sadarkan diri.


“Eung, Paman..... Paman Molga?” Robby mencoba untuk mengenali orang yang ada di hadapannya. “Paman, ini dimana? Kenapa tempat ini gelap sekali?” Lanjut Robby begitu mengarahkan pandangannya mengelilingi ruangan tempat mereka berada sambil memegang kepalanya yang terasa sedikit pusing.


“Ini tempat pengobatan rahasia nak.” Jawabnya dengan berpura-pura meneteskan air mata dan mengekspresikan kesedihannya dengan memeluk keponakannya itu.

__ADS_1


Molga menjelaskan kepada Robby mengapa mereka bisa berada di tempat itu. Ia memberitahukan kalau sudah 10 tahun Robby dicari keberadaannya. Molga memberitahukan sebuah kebohongan yang sangat besar, ia menceritakan kalau klan Sirkon lah yang telah menculik Robby dengan bantuan manusia serigala dan membuang Robby ke daerah terpencil yang jauh dari hirupikuk orang-orang. Anak buah Lawren membuang Robby ke sebuah sungai agar Robby tidak sadar Ia berada dimana, ternyata saat anak buah ─ manusia serigala ─ Raja Lawren membuang Robby, tanpa mereka sadari kepala Robby membentur batu besar yang terdapat di sungai dan membuat dia hilang ingatan. Beruntung ada sepasang suami istri tua yang sedang mencari ikan di sungai, mereka menemukan Robby dan membawa ke rumah mereka serta merawat hingga Robby sadarkan diri.


Molga memberitahukan bahwa Raja Lawren sengaja menjodohkan Robby dan Putrinya agar ia bisa mendapatkan kepercayaan dari ayah Robby ─Raja Gragof Witch─ setelah itu ia akan bebas merebut kekuasaan di klan Kurtof. Namun putrinya tidak ingin dijodohkan, kemudian melarikan diri dari kerajaan hingga akhirnya Raja Lawren memilih jalan untuk menculik Robby.


Robby yang tidak tahu apa-apa hanya percaya saja dengan apa yang diceritakan oleh Pamannya, sedangkan lubuk hatinya yang paling dalam mengatakan itu semua tidak mungkin, karena Robby tahu seperti apa baiknya Raja Lawren. Entah mengapa setiap melihat mata Pamannya ─Molga─ Robby tidak dapat berbicara dan segala sesuatu yang ia pikirkan tentang klan Sirkon akan hilang begitu saja. Lama-kelamaan tumbuh rasa benci pada diri Robby kepada klan Sirkon. Ia mengatakan ingin membalas dendam pada klan Sirkon atas perbuatan Raja Lawren terhadap dirinya.


“Aln, tidak baik bila kita membalas dendam. Sebaiknya kau memaafkan perbuatan mereka saja.” Kata Molgan dengan wajah yang polos dan memberikan nasihat selakyaknya seorang paman yang bijaksana.


“Aku tahu itu, tapi aku tidak bisa menerimanya. Aku tetap akan membalas dendam tidak perduli Paman akan mencegahku nantinya. Aku akan tetap menghancurkan klan Sirkon.” Balas Robby dengan sungguh-sungguh dan tatapan tajam yang bisa membuat bulu kuduk merinding.


“Baiklah, Paman tidak bisa mencegahmu kalau kau sudah membulatkan tekat seperti ini, tapi ingat lah nak, jika kau ingin balas dendam, kau harus bisa masuk ke dalam Istana dan menghancurkannya secara perlahan dari dalam.” Ucap pamannya dengan berbisik di telinga Robby.


Bisikan dari pamannya ini membuat amarah Robby menjadi lebih menggila. Ia bertekad akan menghancurkan semua orang yang ada di kerajaan Sirkon. Mereka tidak akan diberi ampun meskipun nanti mereka bersujud di hadapannya dan memohon ampunan dari dirinya.

__ADS_1


Molgan tersenyum dengan wajah licik karena rencananya untuk membuat Robby benci dengan klan Sirkon telah berhasil ia lakukan, sekarang ia hanya tinggal menunggu tanggal mainnya sampai Robby melancarkan serangan ke klan Sirkon. Dalam dirinya berkecambuk perasaan yang sangat tidak sabar ingin menyaksikan kehancuran 2 klan dan akhirnya hanya dia yang akan berkuasa kemudian Ia akan menjadikan dirinya sebagai seorang Raja menggantikan Kakaknya ─ Raja Gragof Witch ─.


__ADS_2