Fortune Teller

Fortune Teller
Kesedihan dan Kebencian


__ADS_3

Molgan tiba-tiba memecah kesunyian dan mulai berbicara kembali. “Apa kau tidak rindu dengan Ayah dan Ibumu?” Ucapnya dengan wajah penuh senyum bahagia.


“Tentu saja aku rindu, dimana mereka sekarang? Aku ingin menemui mereka.” Ungkap Robby dengan sangat tidak sabar.


Beberapa jam kemudian mereka berdua sampai di istana dimana Ayah dan Ibu Robby berada, menanti kabar tentang keberadaan anak satu-satunya yang menghilang begitu saja 10 tahun yang lalu dari para pencari jejak .


Raut wajah frustrasi terlihat jelas dari Raja Gragof, pandangan matanya kosong, badan yang dulunya gemuk kini terlihat makin kurus. Raja Gragof benar-benar terlihat sangat terpuruk terutama setiap ia memikirkan keadaan istrinya yang kondisinya tidak pernah membaik, justru semakin lama semakin memburuk. Ia tidak pernah tega tiap kali melihat istrinya menangis sambil memanggil-manggil nama anaknya ─ Aln Witch─ biarpun ia seorang Raja namun bila melihat keadaan orang yang sangat ia cintai terpuruk dan menyedihkan seperti itu tetap saja hatinya jadi seperti tersayat pedang yang sangat tajam.


“Kau.....” Tiba-tiba saja Raja Gragof tersadar dari pandangan kosongnya dan melihat sesosok lelaki yang tengah masuk ke aula istana, ia tidak yakin dan percaya dengan apa yang sedang ia lihat. Setelah bertahun-tahun dilakukan pencarian dan selalu tidak mendapatkan kabar yang memuaskan benar-benar membuat badan Raja Gragof membeku seketika, ia bahkan tidak bisa menggerakkan kakinya karena begitu terkejut.


“Ayah..” Ucapnya begitu berlari kehadapan Raja Gragof dan langsung memeluknya dengan erat. Robby sama sekali tidak mempedulikan gendernya. Ia menumpahkan semua air matanya ke pipi dan baju Ayahnya begitu ia tidak sanggup lagi menahan dan menyembunyikan rasa rindunya selama 10 tahun tidak pernah bertemu.


“Aln.... ini.... ini benar-benar anakku yang hilang itu kan???” Raja Gragof berbicara dengan gemetaran, tangannya memegang muka Robby mencoba untuk memastikan sekali lagi karena Ia masih tidak percaya dengan sesosok tinggi tegap yang ada dihadapannya saat ini adalah Aln Witch -Robby-, Putra kesayangannya.


“Ini benar-benar aku Ayah, aku anakmu satu-satunya,” ungkapnya dengan penuh keyakinan yang terpancar dari mata birunya yang diwariskan dari mata Ibunya.

__ADS_1


“Kemana saja kau selama ini Aln, kau tidak tahu betapa cemasnya Ayah dan Ibu??”


“Maaf kan aku Yah, nanti akan aku ceritakan tapi sekarang aku ingin bertemu dengan Ibu.”


Raja Gragof terdiam sesaat, setitik air mata keluar dari pelupuk matanya. Ia memeluk Robby lagi dan mencoba untuk menjelaskan keadaan Ratu Anna Witch. Robby tidak begitu terkejut dengan apa yang terjadi pada ibunya karena Ia telah menduga sebelumnya.


Aln -Robby- dan Ratu Anna memang sangat dekat, kemana Anna pergi Aln selalu mengikutinya bagaikan anak ayam yang mengikuti induknya. Keduanya sangat kompak bahkan Raja Gragof terkadang merasa iri dengan keterdekatan mereka berdua, saking irinya Raja Gragof pernah menculik Aln dan membawanya pergi mengarungi lautan menuju ke pulau kecil yang memang merupakan pulau milik mereka yang digunakan untuk melakukan ritual-ritual tahunan klan Kurtof.


Seharian Raja Gragof menyabotase Aln -Robby-, mengajaknya bermain, memancing ikan dan mengajarkannya beberapa jurus sihir serta cara mengendalikannya. Tapi tetap saja Aln merengek untuk secepatnya kembali ke istana karena ia ingin bermain dengan Ibunya. Saat mereka kembali raut wajah Ratu terlihat sangat cemas seolah-olah Aln telah hilang selama berbulan-bulan, kemudian ia memeluk Aln dan menangis sejadi-jadinya.


Raja Gragof hanya bisa menjelaskan kemana Ia pergi, tapi penjelasannya tidak didengarkan sama sekali. Ratu memusuhi Raja Gragof selama dua hari, saat itu Ratu tidak ingin melihat muka dan mendengar suaranya. Melihat tingkah Ratu yang seperti itu justru membuat Raja Gragof ingin tertawa dan semakin menggoda istrinya. Seperti itulah keharmonisan keluarga mereka, sampai akhirnya kejadian Aln -Robby- muda menghilang terjadi.


Perlahan tapi pasti Robby melangkahkan kakinya. Ia membisikkan kata-kata penuh kasih sayang di telinga ibunya mencoba untuk membangunkan dengan kalimat yang Ia ucapkan. Air mata mulai membasahi kelopak mata Robby, Perasaan frustrasi muncul dalam diri Robby ketika Ibunya tak kunjung membuka matanya.


Rasa bersalah tiba-tiba muncul dan membuat Ia berpikir jelek tentang klan Sirkon. Ia meyakinkan dirinya sendiri untuk tetap membalas dendam pada Klan Sirkon. Bagaimanapun caranya Ia ingin Klan Sirkon merasakan apa yang saat ini dirasakan olehnya karena Klan Sirkon telah membuat keadaan orang yang paling Ia sayangi seperti ini.

__ADS_1


Robby membawa dirinya pergi menjauh dari Ratu Anna sambil mengusap air matanya yang telah jatuh. Robby kemudian mengajak Raja Gragof untuk berbicara. Ia menceritakan bagaimana kronologi dirinya menghilang dulu ─berdasarkan cerita pamannya ─ dan mengatakan kalau Ia tidak bisa ingat apa-apa setelah kepalanya terbentur oleh batu. Ia menjelaskan kalau ada sekawanan manusia serigala yang mengejarnya saat Ia diculik, dan tanpa mencoba mencari kebenaran terlebih dahulu Robby mengklaim bahwa manusia serigala itu adalah anak buah atau lebih tepatnya peliharaan Klan Sirkon yang di perintahkan untuk menculik Robby.


Seketika itu juga mimik Raja Gragof berubah menjadi ganas, bahkan Robby merasa begitu ketakutan saat melihat ekspresi Ayahnya. Tanpa pikir panjang Raja Gragof langsung memanggil beberapa penjaga untuk memberi perintah mempersiapkan seluruh pasukan ─ anggota klan kurtof ─ untuk bertempur. Belum saja perintah keluar dari mulut Raja, Robby menghentikan dan menenangkan ayahnya. Ia menyarankan untuk tidak terburu-buru melayangkan serangan. Robby ingin tahu dulu situasi di Klan Sirkon seperti apa dan Ia membisikkan rencana yang telah Ia pikirkan sebelumnya ke telinga Ayahnya.


“Rencana macam apa itu?! Aku tidak akan membiarkanmu melakukannya!” Bentak Raja Gragof kepada Robby karena tidak setuju dengan jalan pikiran anaknya itu “Bagaimana mungkin hal itu bisa terpikirkan olehmu?!” Lanjutnya geram.


“Percayalah padaku Ayah, aku bisa menjaga diri dan ayah tidak perlu khawatir,” ungkapnya dengan begitu yakin


“Aku tidak peduli dengan itu, kau baru saja kembali, dan kau mau pergi lagi?” Ucapnya dengan nada suara yang mulai merendah “Apa kau tidak sayang dengan Ibumu?” Tambahnya.


“Tentu aku sayang, tapi ini jalan satu-satunya supaya aku bisa tahu keadaan klan sirkon seperti apa”


“Tapi......” Raja Gragof menghentikan sebentar kalimatnya, Ia berpikir dan menimbang-nimbang baik buruknya “Baiklah kalau itu maumu.” Dengan keraguan dinada suaranya, Ia menyetujui rencana Robby. Ia tahu Robby tidak akan mau menyerah dengan pendapatnya, kalau dilarang bisa-bisa dia malah menghilang diam-diam.


“Terima kasih Ayah, aku akan melaksanakan rencana ini dua bulan lagi,” ucap Robby dengan senyum penuh kemenangan. “Aku masih ingin bersama dengan ibu Yah dan aku masih ingin mencoba membangunkannya.” Lanjutnya begitu melihat ekspresi terkejut ayahnya mendengar kata ‘dua bulan lagi’.

__ADS_1


Tanpa Robby dan Raja Gragof sadari, Molgan sedari tadi menyaksikan apa yang terjadi diantara mereka berdua. Senyum menyeringai selalu menghiasi wajahnya, Ia merasakan angin kemenangan berhembus ke arahnya. Ia berpikir kalau rencana yang ia susun bertahun-tahun akan terlaksana dengan lancar. Bahkan Ia tidak pernah menyangka kalau akan ada kejadian seperti ini, kejadian dimana Aln -Robby- selamat dari arus sungai yang kemudian tanpa sengaja ia menikah dengan Putri dari Klan Sirkon, ditambah lagi bonus memiliki putra yang mempunyai tanda terkutuk. Benar-benar kebetulan yang sangat menguntungkan bagi dirinya. Ia tidak sabar menunggu perang besar berkecamuk di antara kedua Klan.


Bersambung...


__ADS_2