FRIENDSHIP TRIP Dalam Masa Revisi

FRIENDSHIP TRIP Dalam Masa Revisi
#Part 1


__ADS_3

hallo hai,ini adalah novel buatan pertama author maaf kalau jelek banyak typo.Maaf juga kalau ada yang sama,maaf banget


Nah,sekarang ini kita perkenalan dulu,sesuai judul yakk wkwk


moga suka yaaa


FT EPS 1


Pagi hari di suatu rumah, terdapat seorang gadis yang masih tentram di atas tempat tidurnya. Dia memang seringkali terlambat datang ke sekolah, siapa lagi kalau bukan Fania. Jam Beker yang setia berbunyi di sampingnya padahal sang empu yang mengatur jam bunyinya, namun mau seberapa keras sang jam Beker berteriak dia tidak akan bisa membangunkan seorang Fania.


"Fania, Bangun sayang!" Seorang wanita paruh baya menarik selimut Fania dengan setengah berteriak, karena sedari tadi Fania tidak bangun bangun.


"Emmh, bentar Bun. Masih ngantuk ini" Fania menarik selimutnya hingga sampai ke atas kepala.


"Kamu udah telat Fan" Bunda Ratri mengguncang pelan tubuh Fania.


"Ihh Bunda, biasanya juga telat kok"


"Tapi sekarang kamu udah telat banget.. Kamu tau sekarang jam berapa? Setengah 8 Fan" Bunda Ratri akhirnya pergi dari kamar anaknya itu.


"What?! anjir gue telat" Fania bergegas menuju kamar mandi untuk mandi dan lain lain, 20 menit Fania selesai untuk bersiap.


"Bunda Fania berangkat" Fania mengambil tangan Bundanya lalu mencium nya.


"Sarapannya ga usah, Bye Bund Muach Assalamualaikum" Dia melaju menggunakan motor sport nya.


"Zara juga pasti telat nih, gue jamin" Fania bermonolog dan tetap melaju hingga tak mempedulikan teriakan orang orang disekitarnya.


FT🥀


"Gerbang nya udah gue tutup, Bye!"


"Woi! Marchel, etdah tu bocah Makasih!" Zayn memegang tangannya yang tengah sakit itu.


"Zel, lu patroli Sono, barang kali ada yang telat"


"Masa gue sendiri?!" Zeline protes.


"Ama Killa noh" Zayn berlalu begitu saja.


"Dihh, gue jadi sasaran"


"Ayo lah, capek psikis gue" Dengan terpaksa Killa menarik tangan Zeline.


"Hii takut gue, kagak gila kan lu?"


"Ngadi ngadi, gue sentil juga jantung lu lama lama" Killa menempelkan jari tengah dengan ibu jarinya, seakan akan ingin menyentil Zeline


"Ya gosah lama lama lah, dipercepat aja"


"Pergi sendiri sana, ogah gue" Killa membalikkan badannya.


"Cewek ngambekan ga bakal ada cowok yang suka loh Kil" Zeline mengompori Killa supaya tambah panas hatinya.


"Sotoy! Kaya yang udah pacaran aja, cih" Sindir Killa dengan menekankan kata sotoy.


"Ga percaya lu? Serah si gue cuman ngasih tau"


Termakan dengan penuturan Zeline mau tidak mau Killa tetap ikut.


.


.


.


.

__ADS_1


.


"Eh bentar"


"Kek ada orang di gerbang belakang deh"


"Dedemit kali Kil"


"Ngaco lu." Killa mendekati gerbang tersebut.


"Cepet Fan!" Ucap seorang gadis yang berada di atas tembok dekat gerbang, yaitu Zara.


"Bentar" Fania berhasil naik dengan bantuan dari Zara.


"Ekhem!" Deheman Killa dan Zeline terdengar jelas di belakang mereka.


"Kalian turun!" Zeline memerintah.


Fania dan Zara turun hanya dengan melompat ke bawah.


"Napa?"


"Kenapa kalian terlambat? Udah itu ga ikut upacara lagi"


Fania yang mendengar penuturan tersebut hanya memutar bola mata malas, tanpa berniat untuk membalasnya. Pasalnya dia paling ga suka diatur atur kecuali sama Bundanya.


"Eh! Jawab dong. Nggak menghormati kakak kelas banget. Kalian harus kena sanksi karena telah melanggar peraturan sekolah" Jelas Killa panjang.


"Ngarep dihormati? Ngimpi"


"Panggil aja ntar pake spiker, biar gue tambah terkenal" Fania berlalu untuk pergi ke kelasnya yang berada di lantai bawah.


"Saya kasih saran ya, jadi kakak kelas jangan ngarep dihormati adkelnya. Nanti banyak yang ga suka." Zara hanya mengucapkan itu, lalu mengikuti perginya Fania.


"Njir punya adek kelas kok gitu amat ya" Zeline mengeluarkan umpatannya.


"Ogeb, harusnya lu bilang astaghfirullah, gitu"


"Dah diwakilin ama elu"


"Kapan?"


"Pikir sendiri"


Setelah perdebatan yang singkat, mereka pergi ke ruang OSIS untuk membuat laporan tentang dua murid yang terlambat tadi.


FT🥀


Pukul 09.45


"Assalamualaikum, bagi siswi yang bernama Alfania Hawa Maxiliam dan Aisyah Zara Ashaliha dimohon untuk datang ke ruang BK, terimakasih Wasalamualaikum"


Sang empunya nama langsung mengubah raut wajahnya menjadi suram dan langsung keluar kelas begitu saja.


"Bad mood melanda" Batin Zara malas terhadap teman satunya ini.


.


.


.


.


.


Di ruang BK, sudah terdapat beberapa orang yang tengah duduk dan siap untuk menghakimi Fania dan Zara. Fania dan Zara yang memang agak sering keluar masuk BK sudah biasa dengan semua ini.

__ADS_1


"Kalian ini sudah hampir 5 kali terlambat masuk sekolah" Omel Pak Reno selaku Guru BK di sekolah tersebut.


"Yang penting belum sampai 5 kali" Fania menimpali dengan malas tentunya.


"Berani sekali kamu!"


"Karena sudah melanggar aturan kalian harus dihukum, dan Zayn tentukan hukuman untuk mereka, jangan yang aneh aneh. Saya permisi" Sang Guru BK akhirnya nyerah sama itu dua anak, karena percuma kalau dibilangin pasti bakal jawab terus.


"Gue tentuin, kalian harus bersihin semua koridor sekolah jangan ada yang terlewat"


"Kil atur waktunya"


"Iyeeee" Killa menjawab dengan malas.


"Dan lu harus pantau mereka" Zayn berucap sembari menunjuk ke arah Zara dan Fania.


"Iy-, apa? Lu nyuruh gue lagi?" Zeline menunjuk dirinya sendiri.


"Iya lah, kalian kan sama sama cewek, So! lu ama Killa aja yang mantau" Ujar Zayn yang lalu diangguki oleh Zeline.


"Tapi besok gantian lu yang patroli ya" Zeline memajukan telunjuknya sembari menatap tajam Zayn.


"Iya elah" Zayn pasrah begitu saja, dari pada masalah tambah panjang kan ribet jadinya.


"Jam 5 sore habis pulang sekolah kalian balik lagi ke sini buat jalanin hukuman" Ucap Killa dengan santainya.


"Gila sejam doang dirumah?" Batin Fania.


"Ya, makasih permisi" Fania dan Zara pergi dari ruangan itu.


"Apa gue betah ya nanti sama mereka, yang satu cerewet yang satu pendiem" Zeline berlagak sok berpikir.


"Njir, gue capek banget. Nanti malem gue ga gadang lah Zel, mau tidur" Killa meregangkan otot-ototnya yang terasa lelah.


"Yahh, ga asik lu Kil"


"Besok dah, beneran gue capek ini"


"Iya dah"


FT🥀


Fania sudah sampai dirumahnya pukul 16.16 sore, dia ingat bahwa dirinya harus balik lagi ke sekolah. Melaksanakan kewajiban sebagai umat muslim adalah pilihan Fania yang pertama dilakukannya dirumah, 15 menit sudah Fania bersiap, bergegaslah dia pergi ke sekolah. Tak butuh waktu lama Fania sudah sampai di sekolah tersebut.


"Yang satu lagi mana?" Killa langsung bertanya. Diam adalah pilihan Fania.


"Jawab elah, temen lu mana?"


"Cerewet banget si jadi kakel, entar juga nyampe"


"Woi! Sini kalian berdua" Zeline melambai lambaikan tangannya mengisyaratkan agar Killa dan Fania mendekat. Fania mendekat dengan cara jalan yang dimalas malaskan.


"Sekarang laksanakan tugas kalian, kita tunggu di parkiran" Killa menyuruh dua kutub itu, dan berlalu bersama Zeline.


"Woi anjir, bikin mood gue hancur aja tu dua orang" Fania berjalan dengan nafas yang memburu. Sedangkan Zara, tanpa ba bi bu dia langsung pergi sebelum Fania.


.


.


.


.


2 jam sudah mereka membersihkan koridor sekolah, akhirnya selesai juga. Adzan Maghrib pun sudah berkumandang, mereka langsung saja keluar dari sekolah. Namun, betapa terkejutnya mereka mendapati keadaan halaman sekolah yang~ memprihatinkan dan berantakan.


Haloha, dapet feel nya ga sih? Sebenernya baru belajar buat novel, bagus gak sih ya ampun. Takut jelek...

__ADS_1


Minta tolong like and komentarnya dong, terimakasih.


__ADS_2