FRIENDSHIP TRIP Dalam Masa Revisi

FRIENDSHIP TRIP Dalam Masa Revisi
#Part 30:Musibah


__ADS_3

"Fania knp bang?" Zara kini dilanda panik


"Fania...dia kecelakaan Zar" Aldo mengucapkan dengan pelan


Duak!


Zara menjatuhkan handphone nya begitu saja, dia menangis tersedu-sedu dia mengingat bahwa dirinya sedang tidak akur dengan Fania, dia merasa ini semua salahnya karena mendiamkan Fania begitu lama, dia sibuk menangis hingga tak Zara sadari bahwa sekarang dia menjadi pusat perhatian murid murid yang berada di kelas tersebut.


"Gila tu anak?main nangis Ga jelas"


"Hoo dasar!"


"Diputusin pacar kali.."


Begitulah kira kira mereka mengatai Zara, yang sama sekali tak dipedulikan oleh nya..


"Bang share lokasi sekarang juga!" Zara mematikan telfon sepihak dan menunggu pesan dari Aldo.


...°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°...


"Udh siap semua kan?"


"Udh beres..tpi.."


"Hal itu serahin ke gue"


"Dia dateng!" Teriak seseorang dari ambang pintu


.


.


.


Zara telah sampai disuatu gedung yang menurutnya ga mungkin orang sakit ada disini, tapi dia tak ambil pusing langsung saja masuk...


Diruangan itu gelap, tak ada penerangan sedikitpun Zara yang bingung akan hal itu berniat menyalakan senter di ponselnya


Ctak!ctak!ctak!


Lampu lampu menyala dengan bergiliran, dan nampaklah 6 orang yang sedang tersenyum lebar menyambut Zara sedangkan yang satu hanya menatap Zara datar


"HAPPY BIRTHDAY MBULL!!" Teriak seorang perempuan yang tak lain adalah Killa.


Zara hanya bingung melihatnya, dia tak ingat bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya...Lama dia melamun hingga seseorang membuyarkan lamunannya.


"Ayo dong tiup lilinnya" Suruh Aldo yang menyembunyikan rasa pegalnya karena membawa kue ulang tahun yang lumayan besar.


"Eitss...Doa dulu dong beb" Ucap lelaki menyebalkan saat Zara sudah mengambil ancang-ancang untuk meniup lilin.

__ADS_1


"Bab beb bab beb...bibir lu tu manyun kek Bebek.." Zara merasa kesal dengan apa yang dikatakan oleh Rizal.


"Baperan amat neng" Ucap Rizal dengan gaya bicara yang di alay alay kan


"Dasar jamet" Zara mencibir


"Yee biar lah gue kan--"


"Woi cepet!Pegel ini!Tangan Gue kaya mau potek!" Aldo yang sedari tadi diam akhirnya meluapkan rasa kesalnya.


"Wess sabar bro sabar.."


"Ya cepet mangkanya!"


Zara berdoa sebentar lalu meniup lilin yang tinggal separuh, karena terbakar si jago merah.


"Makasih semua😊" Zara tersenyum manis kepada mereka


"Melting gue melting gue woi!helep" Teriak Rizal histeris


"Diem lu ah!Ganggu suasaan aja" Dito tidak mengalihkan pandangannya dari Zara


"Sadar woi sadar lu pada" Yudis mengusap wajah Rizal dan Dito bergantian, Yudis yang berniat baik malah mendapat tatapan tajam dari mereka berdua.


"TANGAN LU BAUU... UEEKK!" Teriak Rizal dan Dito bersamaan sembari mengusap ngusap wajah mereka.


"Emang agak sihh" Batin Yudis membenarkan


Ohh Yudis jorok ya para reader's


"Diem lu pada, ambilin gue meja.Cpet!"


"Gara gara lu berdua Aldo marah nohh" Yudis berjalan lebih dulu dari Rizal dan Dito.


"Diem lu ah!" Rizal tak terima.


"Nih satu makhluk perasaan diem baek dari tadi" Zeline bergumam yang tentu saja masih didengar oleh Louis yang ada disampingnya.


"Lo ngomong Ama gue?" Louis menunjuk dirinya sendiri.


"Ha?kgk kgk"


"Njirr denger dianya" Batin Zeline


"Oh"


"Louis!Diem baek lu.." Tegur Killa


"Ga mood" Dibalas Killa hanya dengan ber-oh ria.

__ADS_1


.


.


.


.


Zara memotong lalu membagikan kue ulangtahun itu kepada teman-temannya, hingga dia sadar ada satu hal yang ganjal disini.


"Fania mana?" Celetuk Zara yang seketika membuat semuanya membisu.


... 🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂...


"DOK!DOKTER" Teriak suster sembari mengetuk pintu ruangan seorang dokter.


"Dokter gawat pasien kritis Dok" Suster berkata setelah dibukakan pintu.


Disebuah ruangan terdapat seorang Wanita yang tengah berbaring di ranjang rumah sakit dengan alat alat medis di sekujur tubuhnya.


Dokter tadi langsung meminta pada suster untuk mengambilkan alat pacu jantung, dan dengan segera memacu jantung pasien yang tengah kritis.


"Huh..akhirnya berhasil, tapi sayang dia mengalami koma" Ucap Dokter itu sembari mengusap keringatnya.


"Dimana keluarganya?"


"Tadi ada Dok sekarang udah--"


Bruak!


"Saya keluarganya Dok!"


"Keadaan dia gimana Dok?" Tanya nya To the point


"Pasien mengalami koma, tidak ada yang tau kapan dia akan sadar kecuali yang maha kuasa" Jelas sang Dokter


•••••••


Maaf ya jarang up..


Komen yang banyak


Like juga tentunya


Follow juga akun author


Dan Favorit yaa


Byee..Love you all

__ADS_1


__ADS_2