
"Knp lu disini?"
"Nebeng"
"Kga blh,trn skrng"--Fania mengusir
"Kalo gw nggk mau?"
"Hiss pergi sono lu"
"Gu-e-eng-gak-ma-u"--Menekan setiap kata
"Marchel!Trn lu"--Fania
"Ogah"--Marchel lupa tentang masalah Fania yang lalu
"Zara ketinggal bodoh"--Fania ngegas
"Kt puter balik"
"Srh"--Fania menyandarkan kepalanya di jendela
POV Zara
"Lah mobilnya ilang kemana?"--Zara heran melihat mobil Fania tidak ada
"Gimana mbak?"--Pemilik rumah
"Sebentar ya.."--Zara menahan rasa malunya dan menelpon Fania
In telpon
"Hal--"--Fania
"Fania lu dimana njirr..gw udh dapet orangnya malah lu ilang,gw malu Fan"--Zara berbisik tapi dengan nada yang mematikan
"Sabar bentar"--Fania memutuskan telpon sepihak
real life
"Fania awas lu nanti"--Batin Zara
tin...tin...
Zara menoleh ke mobil yang membunyikan klakson dan ternyata itu mobilnya Fania
"Zar mana?"--Fania keluar dari mobil dan diikuti Marchel lalu mendekati Zara
"Noh"--Zara mengatakan dengan ketus
"Lah?marah ni anak....urus nanti ajalah"--Batin
"Loh Key?"--Marchel kaget
"Lah Marchel kok disini?"--Key tanya balik
"Nyasar"
"Hayeuhh"
"Aku ga paham😕"--Zara dan Fania
"Ah iya ap kamu yang ingin membeli rumah saya?"--Key bertanya kepada Fania
"Lebih tepatnya kami,dan y itu benar"--Fania langsung bodo amat sama Marchel dan Key yang saling kenal
"Apakah mau melihat lihat terlebih dahulu?"--Tawar Key
"Ah ya boleh"
"Mari ikuti saya"--Key jalan duluan
"Lu!nggk ush ikut"--Fania menunjuk Marchel yang ingin pergi mengikuti Key
"😒"--Marchel
"Awas lu!"--Fania langsung pergi
Mereka memasuki rumah itu dan ternyata masih bagus dan terawat dengan baik,mereka berkeliling rumah tersebut,dengan keadaan Fania yang sangat pucat,dan merasa pusing saat masuk rumah itu,sakit!itulah yang dirasakan oleh Fania sekarang
.
.
.
.
.
Setelah mereka mengelilingi rumah tersebut,Fania udah nggak tahan lagi dan
Prak!!
Fania tak sengaja menjatuhkan bingkai Foto yang ada disitu
"Eh kenapa?"--Key mendekati Fania dan melihat bingkai yang pecah
'deg'
"Ma-maaf"--Fania dengan suara lemasnya
"Tidak apa apa"--Key membersihkan pecahan tersebut dan mengambil foto nya lalu menyimpannya
"Gw rindu"--Batin Key
Tapi tak terdengar oleh Fania yang sedang pusing dan dipapah Zara untuk duduk
"Baiklah kami akan membeli rumah ini,ini DP nya,dan ini nomor telfon saya,jdi besok jika anda punya waktu luang tolong hubungi kami dan bertemu dirumah ini"--Zara
"Iya baik,kalau begitu terimakasih"--Key
"Sama sama,kami permisi dulu"--Zara pergi dengan menuntun Fania
"Hufft maaf Key jual rumah ini"--Batin Key lalu dia mengusap air matanya yang telah mengalir dan memilih untuk keluar dari rumah itu
.
.
.
.
.
.
Zara dan Fania sudah keluar rumah
"Bantuin"--Zara dingin
"Masukkin ndiri"--Marchel bodo amat dan masuk ke bagian kemudi
"Zar gw bisa sendiri,lo usir aj Marchel"--Fania langsung pergi
"Chel lu pergi aj gw yng nyetir"
"Ngusir?"
"Setau Lo"--Zara menarik Marchel keluar dan berhasil lalu dia mengemudikan mobil itu
Key yang baru keluar dari rumah itu dengan wajah suram
"Key Napa Lo?"
"Kga papa"--Key melewati Marchel dan pergi
"Anjim gw sendiri"--Marchel merogoh kantong celananya dan mengambil ponselnya lalu menelfon Fathan
"Than jemput gw di rumah Key yng dlu...cpet"--Marchel langsung menutup telfonnya sepihak
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
Fania dan Zara sudah sampai di Mansion dan Fania udah agak mendingan entah kenapa hari ini dia pusing banget
"Fan udh gpp?"--Zara
"G"
"Sngkt amat"--Zara
"Nggk intro"--Fania pergi begitu saja
Di dalam Mansion semua sudah berkumpul di ruang tengah menanti kedatangan Zara dan Fania
"Kalian dari mana?"--Zeline berdiri dari duduknya dan menghampiri Zara Fania
"Cari rumah"--Fania menjawab
"Dah dapet?"
"Udh"--Zara menyela
"Pindahnya kpn?"--Killa Nyamber
"Siap² aj"--Zara pergi ke kamarnya
"Fan"
"Hm"
"Lu kok kelihatannya lemes banget"--Zeline penasaran
"Kga papa"--Fania pergi dari situ
"Tu dua kutub pada kenapa sih?sensi banget perasaan hari ini"--Zeline menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"Gw juga heran"--Killa melihat Fania yang sedang menaiki tangga menuju kamarnya
"Kaya kga tau mereka aja"--Kini Aldo bicara
"Sapa lu nyambung nyambung aja kaya kabel"--Zeline sewot
"Suka suka gw lh"--Aldo
"Tapi gw nggak suka!"--Zeline ngegas dan pergi entah kemana lalu diikuti oleh Killa
POV Fania
Fania sedang berbaring di kasurnya sambil melamun
"Knp hari ini Gw pusing sih?Padahal nggk ad faktor apapun,tpi pusing nggk ketolong....dan hbs tu hilang eh dateng lagi, sebenarnya gw knp sih?"--Batin Fania mempertanyakan itu semua
Tiba tiba kepala Fania pusing lagi
"Akhh!knp sih ni kepala?"
"Haihh lama bet ilangnya"
Fania menggeleng gelengkan kepalanya supaya pusing itu hilang,tapi malah tambah pusing
"Hadeuhh gw bodoh,malah tambah pusing ini"
"Hufft, akhirnya hilang"
"Gw mau tidur aj lh,sapa tau hilang...eh tpi tdi udh tidur deng"
"Halahh bodo amat lahh"
Fania bermonolog lalu memejamkan matanya
Sementara keadaan yang lain,Zara sama aja sama Fania lagi ngebo,karena habis ngeberesin barang,Zeline dan Killa lagi karaokenan dikamar Killa setelah membereskan barang-barang mereka dan para cowok lagi nonton bola di TV
......................
Sore hari Pukul 16.06
Fania dan Zara terbangun dari tidurnya,Zeline dan Killa membereskan tempat mereka berkaraoke dan para cowok.....ngebo di ruang tengah
Fania turun dari kamarnya setelah membersihkan diri dan melihat ruang tamu yang berantakan nggak karuan,untungnya dia lagi nggak mudah kebawa emosi...tapi ya tetep aja dia mengaktifkan mode singanya cuman nggak yang full ahayy
Fania mendekati Aldo dkk yang tidur nggak tau posisinya gmn
"Khem!Kalian bangun"--Fania membangunkan mereka dengan nada yang mencekam
"Kalian!Mau bangun ap enggak?"--Fania mengeluarkan auranya
"Dingin"--Aldo meringkuk kedinginan begitu juga dengan yang lain
"Kalian!"--Fania udah nggak tahan
"Ba-ngun"--Dengan penuh penekanan
"Hiss sa--"Aldo bangun dan mendapati Fania tengah berdiri dengan ekspresi yang dingin datar pokoknya serem
"Bangunin"--Fania menyuruh
"Ha?....Oh iy iy"
"Woii kalian bangun woii bangun"--Aldo membangunkan yang lain dan akhirnya bangun dan sudah mengerti situasi
"Ahahahah Fania ponakan gw yang tercuantek jangan marah ya"--Yudis berusaha membujuk Fania supaya tidak marah
"Beresin semua"
"Kan ada pembantu Fan"--Rizal protes dan mendapatkan tatapan tajam dari Fania
'glek'
"Iya iya kita beresin"
Mereka membereskan semuanya hingga bersih tak bersisa
Para gadis sudah makan dari tadi
"Kalian nggk nunggu kita?"--Aldo
"Nggk"--Zeline dan Killa
"Yahh kok habis?"--Aldo
"Masak sendiri,gw capek"--Fania sudah menyelesaikan makannya lalu pergi dan diikuti yang lain
"Bi tolong beresin"--Zara berucap kepada pembantu lalu pergi mengikuti yang lain
"Bi tolong sekalian masakin kita ya?"--Dito meminta pada pembantu
"Iya den"
"JNGN DIMASAKKIN BI!"--Fania teriak dari kejauhan
"Maaf den Bibi nggak diperbolehin permisi"--Ucap pembantu lalu pergi
"Lah kita makannya gimana?"--Aldo berbicara dan semua pandangan ke arah Louis kecuali Aldo.Merasa bahwa dirinya dipandang Louis langsung noleh
"Apa?"--Louis ketus
"Hehehe ponakan gw yang ganteng masakkin kita ya?"--Yudis memohon
"Hoo ya bang,Abang Louis terguanteng sejagat raya,masakkin kita ya?"--Sekarang Rizal yang memohon
"Iya bang Abang kan yang paling baik,ganteng,pinter dll lah pokoknya"--Dito
"Nye Nye Nye giliran ada maunya aja Cih!"--Louis terpaksa melakukannya
"Emang Louis bisa masak?"--Aldo bisik bisik
"Bisa...enak masakannya tenang aja"--Yudis
"Nggak percaya gw"--Aldo ragu
"Nggak usah ghibahin gw"--Louis yang sedang berada di dapur
"Lah denger tu anak"--Aldo
"Ya dengerlah,jarak ruang makan Ama dapur nggak jauh ogeb!"--Rizal sewot
"Kata kata nya sungguh terlalu"--Aldo
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
"Nih"--Louis meletakkan hasil masakannya ke meja makan
"Gw nggak yakin rasanya gimana"--Aldo tampak ragu untuk mencoba masakan Louis
"Gosah makan"--Louis
"Yahh jangan gitu lah gw canda"
"Hilihh"--Louis
Sedangkan yang lain udah makan duluan
"Heh!yng msk gue"
"Kwita uwdah 'glek' keburu laper bang"--Rizal ngomong dengan mulut penuh dan mendapatkan senyuman mematikan dari Louis
"Ehhehehe masih nih bang"--Rizal menyodorkan piring yang masih berisi lauk
"Makan aj nomor satu"
Akhirnya setelah mereka berdebat,mereka bisa makan dengan tenang
.
.
.
.
.
.
Zeline Killa Zara dan Fania sedang duduk santai di taman belakang, diantara mereka tak ada yang membuka pembicaraan hingga Fania yang memulai nya
"Zar.."
"...."
"Zar..."
"Hm"
"Masih ngambek lo?"--Fania mendekat i Zara yang duduknya agak jauh dari Fania
"Menurut Lo"
"Nyehh tdi tu Marchel yng bawa mobilnya,gw kira elu...soalnya gue tidur"--Fania berusaha menjelaskan dengan baik
"Hmm"
"Haiss srh"--Fania mengalihkan pandangannya dari Zara
"Si Marchel nggk kesel apa sama Lo Fan?Tentang yang itu lho"--Zeline bertanya
"Nggk tw gue"
"Khem! gw hampir lupa,kalian blm latihan,skrng ikt gw"--Fania beranjak dari duduknya dan pergi keruang latihan
"Yahh Fan jangan sekarang lah"--Killa berjalan mengikuti Fania dengan malas,begitu juga Zeline
"Bomat!"
"Zar cepet!"--Killa putar balik dan menarik Zara untuk mengikuti Fania
...****************...
Zeline dan Killa tergeletak lemas dilantai pasalnya mereka sangat kelelahan gara gara latihan hari ini,mereka sampai menghabiskan 4 botol air mineral karena saking lelahnya
"Huh...Fan,Zar huh jangan lagi lagi lah capek gw"--Killa masih ngos ngosan
"Hoo huh capek banget Gw"--Zeline
"Hilihh segitu doang capek"--Fania
"Lu mah tinggal nonton,lah kita yang nglakuin"--Killa berusaha membela diri
"Tpi lumayan lah..nggk sampai pingsan"
"Lu maunya kita pingsan Fan?"--Zeline bertanya dengan ketus
"Kga"
"Zar diem diem baek Lo"--Killa
"Hmm"
"Ham Hem Ham Hem kga capek apa"--Killa
"😒"
ctak!
Fania menjentikkan jarinya bertanda dia memiliki ide,lalu dia mendekati Zara yang tengah sibuk dengan ponselnya
"Gue beliin hijab, topi bucket sama Hoodie mau nggk?Tpi stop ngambeknya"--Fania berbisik pada Zara dan seketika Zara menoleh ke arah Fania
"Deal"--Zara mengucap satu kata lalu pergi
"Dasar!"--Fania berdiri dari duduknya
"Napa Fan?"--Zeline ikut berdiri
"Siap² kt ke Mall"--Fania berlalu ke kamarnya
"Asyekk ngeMall dong"--Killa langsung berdiri dan jingkrak jingkrak nggak capek lagi,lalu ngibrit pergi ke kamarnya
"Oke gw ditinggal nggak papa Zel nggak papa orang sabar insyaallah kgk ambyar😌"--Zeline berlalu
...****************...
Besok Pagi pukul 05.08
Fania bangun dari tidurnya,dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya lalu melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim.
Setelah selesai,dia turun dari kamarnya dan menuju tempat dimana pagi itu dimulai yaitu dapur,dia memasak untuknya dan untuk yang lain,dia sibuk berkutat dengan masakannya hingga tak sadar bahwa ponselnya berdering sedari tadi di meja makan.
Fania telah selesai melakukan kegiatan masaknya hari ini,kemudian dia mengambil spiker dan pengeras suara lalu
"SEMUANYA BANGUN... WAKTUNYA SARAPAN"
dan terdengar
"IYA FANNNNN"
"Sip udh semua"--Fania mengulas senyumnya sekilas dan memilih duduk menunggu yang lain
"Morning Fan"--Semua yang turun kecuali Zara dan Louis
"Too"
"Singkat amat Fan"--Killa komentar
"Mkn"--Fania membalikkan piring yang ada didepannya dan mengambil nasib lauk pauk untuk dimakannya begitu juga dengan yang lain.
...****************...
Zeline dkk sudah sampai disekolah,mereka lebih memilih untuk duduk sebentar di taman belakang sekolah yang sepi,dan menikmati angin sepoi-sepoi di pagi hari yang cerah namun, terjadi keheningan diantara mereka hingga....
"Gw mau pindah rumah secepatnya"--Fania menghilangkan keheningan
"Napa?"--Zeline
"Gw tadi malem...."
sampai sini dulu ya guyss,maaf up nya lama,kayaknya author nggak bakal up dulu untuk 1 Minggu kedepan
**JANGAN LUPA:
VOTE
LIKE
KOMEN
FAVORIT
__ADS_1
DUKUNG AUTHOR YAAA
BAYYY PARA READER 👋👋**