FRIENDSHIP TRIP Dalam Masa Revisi

FRIENDSHIP TRIP Dalam Masa Revisi
#Part 32


__ADS_3

...πŸ₯€β€’//FT//β€’πŸ₯€...


**Hai haiii! Kembali lagi di novel Friendship Trip, Author jarang update emang, Author harap kalian ga kecewa ya😊😊.


Happy reading**


"Lepas!Apaan sih?Narik narik Gue segala!" Zeline sewot.


"Gue cuman nolong doang, meskipun gue kgk paham, tapi gue ngerti kalo suasananya keruh kaya tadi pasti bikin nambah masalah, makanya gue narik lu"


"Hilih!"


"Sebenernya kalian ada masalah apa sih?" Zayn bertanya sembari mendudukkan dirinya dikursi taman.


"Kepo lu!" Zeline masih aja sewot.


"Gue tanya baek baek ya.." Zayn mulai geram.


"Cari tau sendiri sono kalo mau"


"Hihhh! Tinggal cerita apa susahnya sih"


"Lu kok cerewet banget si kaya cewe"


"Cerita aja napa, elahh"


"Lu bilang dulu Zeline yang baik dan tidak sombong cerita dong.."


"Idihh! ogah"


"Mau apa kagak?"


"Zeline yang baik dan tidak sombong cerita dong.._-"


"Preketek...cantik dari mananya?Diintip dari sedotan kali ya" Umpat Zayn dalam hati


"Baguss, tapi lu kagak lagi ngumpatin gue kan?"


"Kagak!"


"Tau aja ni tuyul satu"


"Yodah gue cerita, jadi..." Zeline menceritakan masalah yang dialami oleh Zara dan Fania kepada Zayn, yang sedang menjadi pendengar yang baik.

__ADS_1


...πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ...


Disisi lain...


"Killa!" Panggil Marco yang tengah berjalan di belakang Killa


"Apa?!" Killa nyolot kek ngajak berantem.


"Galak amat, berhenti napa"


"Lu aja yang jalan kek siput keriputan, lama"


"Bukannya gitu, Gue mau pastiin aja kalo lu mau pergi dengan--"


"Lu kira gue dah mati?" Killa menoleh sekilas kearah Marco lalu melanjutkan jalan cepatnya.


"Maksud gue...hih! Kalo lu mau pulang kek apa kemana kek gue bisa pastiin lu selamat gitu doang"


"Ga perlu, gue mau pulang sendiri dan lu gosah ngikutin gue" Killa menambah kecepatan langkah kakinya menuju parkiran rumah sakit.


"Dasar kepala batu" Marco tetap menuju ke parkiran untuk mengambil mobilnya lalu mengikuti Killa sampai Killa sampai di mansion.


Sedangkan diruang rawat Fania


Hanya terdapat keheningan disana yang tanpa mereka sadari berlangsung sangat lama, hingga tak terasa waktu sudah sore dan selama itu pula tak ada yang berkata sepatah kata pun.


"Wa'alaikumsalam Bunda.." Jawab Zara kepada Bunda Ratri.


"Mata kamu Kenapa sembab?" Tanya Bunda Ratri.


"Habis nangis pasti..." Tebak Bunda Ratri tepat sasaran.


"Ahahaha enggak, nggak papa kok Bund, ini cuman kurang tidur aja sering begadang soalnya hehe" Zara berusaha mencari alasan yang logis.


"Jangan banyak begadang makanya.."


"Iya Bund"


"Yang lain mana?Dan kalian...Siapa?" Bunda Ratri bertanya kepada Zara lalu Fathan dan Marchel dengan tatapan mengintrogasi.


"Ehmm itu Bund..Zeline sama Killa lagi pergi, dan mereka itu temen sekolah kita" Jelas Zara.


"Ohhh, Ya udah kalau kamu mau pulang nggak apa apa pulang aja, biar Bunda yang gantiin jaga Fania"

__ADS_1


"Iya Bund, Kalau gitu Zara pulang dulu ya.. Assalamualaikum" Zara ingin pergi.


"Kamu pulang pakai apa?"


"Pakai motor"


"Ya udah hati hati, Wa'alaikumsalam"


Disitu hanya tertinggal Fathan Marchel dan Bunda Ratri, satu diantara mereka merasa canggung dan juga gugup, ingin pamit pulang tapi keinget tatapan yang tadi, kalau ga pulang lebih ga enak perasaannya.


"Chel lu knp dah?Pucet, kek orang mau mati" Bisik Fathan pelan pada Marchel.


"Gue gugup tau kgk lo?" Balas Marchel nyolot, tapi lirih.


"Kek mau minta restu ama mertua lu..Apa emang mau sekarang? Gapapa Chel, gue jadi saksi" Goda Fathan.


"Gue lempar juga lo.."


"Srh, Gue mau pulang kalo lu masih mau disini ya situ, Gue sih bomat"


"Ya jangan gitulah, gue ikut...Ayo!"


Dan akhirnya mereka pulang dengan keadaan Marchel yang tetap dalam kegugupannya.


Di Rumah


Rumah besar dan yang biasanya ramai dengan tawa para gadis yang terdengar hingga ke rumah tetangga, dan keadaan rumah yang tak pernah sunyi, namun beda dengan saat ini, Rumah terasa sepi padahal terdapat penghuninya di dalam. Mungkin jika seseorang menjatuhkan sebuah jarum ke lantai bisa bergema karena sangking sepinya.


Penghuninya juga tidak peduli akan kesepian yang mereka buat sendiri, mereka tidak mempedulikan yang lainnya, seperti hanya diri mereka sendiri yang berada di sana. Apabila mereka tak sengaja bertemu mereka hanya akan acuh tak acuh.


.


.


.


Waktu sudah menunjukkan pukul setengah satu pagi, dimana saat ini ada seorang perempuan yang tengah berjalan dikoridor rumah sakit yang begitu sepi, tidak ada pasien maupun perawat yang berlalu lalang, perempuan itu sedang mencari sebuah ruangan yang sangat ingin ia datangi.


Dia mengendap ngendap untuk segera masuk...


"Siapa kamu?!"


Gimana kelanjutannya? Stay aja wkwkwk tunggu Author up.

__ADS_1


Like yaaa, satu klik doang kok. Like kalian berharga bagi Author.


Ramaikan juga komennya yaa xixixi.


__ADS_2