
Lanjott!!
"Akhh!!"--Dena langsung tergeletak begitu saja
"Hah?Fania?Lo udah sadar Fan?"--Zara kaget dan begitu khawatir kepada Fania, pasalnya dia sedari tadi tidak memperhatikan Fania yang masih pingsan
"Lo knp kesini?"--Fania bertanya dengan dingin
"Oh hai Fania lo udah sadar toh,kok gw kga tau sih"--Rena sok songong
"Serahin berkasnya"--Fania meminta kembali berkas yang ada ditangan Rena
"Ya nggak bisa dong... persyaratannya kan gw dapet berkas ini dan lu lepas"--Rena berbicara dengan entengnya
"Lo mau gw kan?y ambil gw aj,dan balikin tu berkas"--Fania berjalan maju mendekati Rena
"Ooo ya nggak bisa gitu dong...yang udah dikasih nggak boleh diminta"--Rena berjalan mundur
"Kasih nggak?"--Fania memberi tatapan tajam kepada Rena dengan tetap berjalan maju, sedangkan Zara dia menyeret Dena dan membawanya kemobil
"Nggak akan!"--Rena tetap kekeuh
"Ini Lo yang minta"--Fania mengambil pisau lipatnya dari saku bajunya
Sring!!
"Hahaha Fan yang bener aja Lo,lo mau ngajak gw baerantem pake baju piama kaya gitu?hahahah dan cuma pake pisau kecil kaya gitu hahahahah nggak mempan Fan nggak mempan"--Rena meremehkan Fania
"Asal tau aj lo"--Fania menekan tombol kecil yang ada di jam tangannya,dan seketika baju yang tadinya piama sekarang menjadi baju bak anak Genk
"Gi-gimana bisa?"--Rena terkejut
"Y bslh,karena gw ngelakuin ini pake kerja keras,bukan pake cara licik kaya lo!"--Fania mengatakan itu sambil merampas tas yang ada di tangan Rena lalu menyimpannya dibalik jaketnya
"Halah paling semuanya bohongan"--Rena tetap tidak percaya
"Oh bohongan ya?Kt coba dari pisau aja dulu yuk?Gw lupa ini bohongan apa bukan"--Fania berjalan ke arah Rena dengan cepat dan
srett!! tes tes
"Wihh ternyata beneran loh"--Fania pura pura seneng banget
"Kurang ajar!Hei! Semuanya keluar!"--Rena berteriak hingga suaranya bergema di seluruh ruangan itu,lalu datanglah puluhan orang yang membentuk lingkaran mengelilingi Fania
"Habisi dia"--Rena berucap sembari berjalan mundur dengan memegang lengan kirinya yang tersayat
"Main main kok sama gw"--Fania berucap sembari mengambil ancang ancang untuk bertarung
duagh!
srett!
bugh!
duagh!
bugh!
bugh!
srett!
srett!
buagh!
Tinggal 5 orang yang tersisa yang lain mah udah habis
dorr!
"Oh berani main pistol ya?😏nggak akan bisa"--Fania mengembangkan smirk ala dirinya
tang!Fania berhasil menendang salah satu pistol yang ada ditangan orang itu lalu pistolnya berpindah ke tangannya
"Gmn?Bgs kan permainan gw?"--Fania berkata sambil memainkan pistol yang ada ditangannya
dorr!
dorr!
Fania menembak 2 orang dan sekarang tinggal 3
__ADS_1
ctek,ctek
Peluru yang ada di pistol Fania habis dan terpaksa dia menggunakan keterampilannya
srett!
srett!
"Dan terakhir"
Jleb!!
Semua orang yang tadi mengerubungi Fania udah pada tergelatak tak berdaya
"Wah wah Fania makin hebat aja Lo"--Rena muncul dari kegelapan secara tiba tiba,Fania pikir Rena nggak akan balik
Tanpa basa basi Fania pergi gitu aja,tapi dicegah oleh Rena
"Eh,mau kemana?Liat dulu noh gw bawa sapa?"--Rena menyuruh beberapa orang untuk menunjukkan apa yang mereka bawa dan ternyata yang dibawa adalah Zeline dkk kecuali Zara hal itu membuat Fania kaget gimana enggak?mereka udah pada babak belur,kenapa yang cowok nggak nglawan?itulah yang dipertanyakan oleh Fania
"Lo mau apain mereka?mau bunuh?siksa?atau dikasih makan peliharaan?"--Fania meremehkan Rena hingga membuat Rena geram pada Fania
"Kalian!siksa mereka!"--Suruh Rena kepada anak buahnya
"Nggk akan bisa"--Gumam Fania,dan ternyata benar anak buah Rena nggak bisa ngelukai Zeline dkk lagi
"Kok nggk bisa?"--Rena heran
"Cekik mereka"--Fania bergumam dengan mengepalkan tangannya perlahan seakan dia menyekik anak buah Rena
"Akh!to-long"--Ucap anak buah Rena terbata karena merasakan sakit di lehernya
"Loh?loh?"--Rena tambah heran lagi begitu juga yang lain
Fania menggerakkan manik matanya keatas dengan tangan yang masih mengepal kuat hingga anak buah Rena terbang ke udara lalu jatuh lagi kebawah dengan keadaan tidak sadar atau lebih tepatnya innalilahi,orang yang melihat itu semua hanya melongo nggak paham
"Awas aja lo Fan!Akan gw balas!"--Rena
"Akan gw tunggu"--Fania menanggapinya dengan santai lalu menghampiri Zeline dkk
"Kalian nggak papa?"--Tanya Fania peduli namun dengan nada yang dingin
"Ki-ta-eng-gak-apa-apa-kok"--Zeline menjawab dengan terbata sedangkan yang lain hanya diam
"Hei!Kalian bisa jalan kan?"--Fania bertanya pada orang orang yang ada didepannya itu dengan melambaikan tangannya didepan muka mereka yang diam kaya ngelamunin sesuatu
"Ini kenapa jadi pada lemes si?"--Fania bingung sendiri,lalu
tap tap tap suara derap langkah kaki seseorang
"Sapaa lagi tuh"--Fania kesal karena masalah ini aja belum usai udah ada yang dateng
"Fan!"--Zara menepuk pundak Fania dan membuat Fania terkejut
"His si Zara ngagetin aja Lo"--Fania sewot
"Yee y gpp,btw tu 7 orang kenapa?"--Zara bertanya kepada Fania
"Hufft...Gtw jg gw"--Fania menghela nafas berat
"Kt hrs gmn?"--Fania bertanya kepada Zara tapi yang ditanya malah memperhatikan sekeliling
"Ini ulah lu Fan?"--Zara bertanya dengan menunjuk sekeliling ruangan yang dimana disitu banyak orang bertebaran
"Yaaaa gtu deh"--Fania menjawab
"Dibantuin Lidya?"--Zara bertanya lagi
"Kga"--Jawaban Fania singkat
"Ehmmm kt bawa Zeline Ama Killa masing masing dan yang cowok telpon bawahan"--Zara mengintruksikan lalu menuntun Killa yang masih melamun sedari tadi dan disusul Fania dengan menuntun Zeline yang kondisinya sama aja kaya Killa
Saat mereka tiba di mobil Zara mereka meletakkan Zeline dan Killa di kursi belakang lalu menelfon bawahan untuk membawa lima lelaki yang tertinggal.........tak lama sebuah mobil datang lalu keluar lima orang dari situ dan bergegas menuju ke gedung tadi lalu membawa kelima lelaki tadi dan memasukkannya ke mobil
Mereka pergi ke markas di perjalanan didalam mobil Zara
"Fan,habis ini mereka mau dicek?"--Zara bertanya sambil nyetir
"Hrs"--Fania menjawab dan setelah itu terjadilah keheningan
Skip di Markas TDAB
__ADS_1
"Kalian bawa mereka kedalam kamar masing-masing"--Fania memerintah setelah keluar dari mobil lalu memapah Zeline
"Baik ketua"--Bawahan
"Kalo bisa pintunya dikunci"--Zara menambah i lalu masuk dengan memapah Killa
"Baik ketua"--Bawahan lalu pergi dan melakukan apa yang dikatakan Fania dan Zara tadi
Di ruang Laboratorium telah ada Fania Zara Zeline dan Killa
"Ini mereka ngelamun apa ngantuk apa gmn sih?"--Fania amat sangat bingung dengan keadaan saat ini
"Kt langsung cek aja"--Saran Zara
"Oke lah"--Fania lalu mengambil darah Zeline dan Killa lalu memasukkannya ke dalam alat khusus
Tak lama tiit...tiit.. lalu keluar dua buah kertas dari alat tersebut
"Gmn Zar?"--Fania bertanya
"Hasilnya beda"--Zara menunjukkan hasilnya dan benar obat bius yang digunakan ke Zeline dan Killa itu beda jenis
"Kayanya gw pernah baca,bentr"--Fania pergi ke perpustakaan pribadinya yang ada disitu lalu mencari buku yang ada sangkut pautnya dengan keadaan saat ini,kemudian kembali ke ruang laboratorium
"Coba gw cari disini"--Fania membuka bukunya lalu membaca dengan teliti
"Nih ini nih"--Fania menunjukkan kepada Zara
"Disini dikatakan kalo cairan kimia yang ada di dalam biusnya Zeline bisa menyebabkan seseorang yang terkena jadi diem ngelamun ,lemes,susah ngomong,kalo yang ada di tubuh Killa sama aja kaya gitu cuman setelah beberapa saat ada beberapa reaksi yang nggk terduga"--Fania membaca secara ringkas
"Y sesuai sih sama yang ada dilaporan"--Zara manggut manggut
"Lah yng cowok² semacam ama Zeline apa Killa?"--Fania
"Tenang aj soal mereka mah,udah gw suruh kunciin"--Zara
"Tumben"--Fania
"Iyalah Zaraaa"--Zara membanggakan diri sendiri
"Hilihh"--Fania
BRUAK!TANG!
Fania dan Zara menoleh ke arah suara dan ternyata Killa sudah berdiri dan mendorong meja sehingga zat kimia yang ada di meja itu tumpah berserakan di lantai
"Aaa! penelitian gw"--Fania histeris pasalnya zat kimia yang ditumpahkan Killa akan dijadikan sebagai bahan pembuat racun
"Haiss ini pasti salah satu reaksinya"--Zara menyimpulkan
"Gmn ini?"--Fania panik
"Oke jngn panik jngn panik,gini aja Lo bawa Killa pergi ke kamarnya lalu kunciin dan gw bkl buat penawarnya"--Fania memberikan solusi
"Oke, jngn kelamaan Fan"--Zara berucap sembari memapah Killa yang tengah pingsan setelah melakukan kekacauan
"Oke Fania berpikir berpikir,gunakan otak lu"--Fania mondar-mandir sambil memukul mukul kepalanya
......................
tak
Fania menjentikkan jarinya bertanda bahwa dia telah menemukan caranya.Lalu Fania membuat penawarnya,dan setelah berhasil menemukannya dia meneteskannya ke darah Zeline yang tadi sempat diambilnya,lalu.... finally Fania berhasil,dan tanpa pikir panjang dia langsung menyuntikkan penawar tadi ke lengan Zeline
Dan.....
gimana kelanjutannya?kita pantau di eps berikutnya 👉
°°°°°°°**SEKIAN
JANGAN LUPA:
VOTE
LIKE
KOMEN
FAVORIT
DUKUNG AUTHOR YAAA
__ADS_1
BYEEEE 👋🏻👋🏻**