
...🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀...
Happy Reading 📖,
Satu Minggu setelah dinyatakannya Fania mengalami koma, semua teman teman seangkatan Fania sedang menjenguknya, mereka baru sempat menjenguk karena diadakan camping mendadak.
Belum ada tanda tanda apapun dari Fania kalau kalau dia akan sadar, tiga temannya yang lain setia menjaga Fania setiap hari kecuali saat waktu sekolah tentunya, saat mereka pergi ke sekolah Fania dijaga oleh sang Bunda yang amat sangat sedih saat mengetahui putrinya itu mengalami kecelakaan dan koma.
Pada hari ini ruang rawat Fania penuh dengan teman temannya, tapi satu persatu dari mereka sudah mulai pergi keluar dari ruangan itu, hingga tinggalah 7 orang di situ.
Empat diantaranya adalah Marco, Zayn, Fathan, dan Marchel, mereka belum pulang gara gara Marchel yang memaksa mereka untuk tinggal lebih lama. Dan tiga lainnya adalah teman dekat Fania, siapa lagi kalau bukan ZelKilZar.
Disitu hanya Marco dan Zayn yang tengah mengobrol, sedangkan yang lain ada yang berkutat dengan handphonenya, baca novel, dan memantau Fania yang hanya diam di brankar.
"Zar, Chel...Lu berdua ngapain sih liatin Fania sampe segitunya?" Tanya Killa.
"Kalo kalo Fania sadar Kil" Marchel hanya menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari Fania, sedangkan Zara tak menjawab apapun. Zara tetap melekatkan pandangannya pada Fania.
"Sok perhatian.." Sinis Killa bukan pada Marchel melainkan kepada Zara.
Selang beberapa menit datanglah dokter yang menangani Fania, dia memeriksa keadaan Fania.
"Gimana keadaannya Dok?" Tanya Zara seketika setelah melihat Dokter itu menyimpan stetoskop nya.
"Masih belum ada tanda tanda pasien akan sadar, tapi kondisinya berangsur membaik dari pada Minggu lalu" Ucap sang Dokter lalu pergi meninggalkan ruangan itu.
"Fania kapan sih lu sadar?" Zara tiba tiba menggenggam tangan Fania yang dingin.
__ADS_1
"Udah ga marah lagi sama dia?" Killa bertanya dengan ketus.
Selama satu Minggu ini Killa agak menjauhkan diri dari Zara, sebab pikirnya gara gara Zara Fania seperti itu.
"Engga gue udah ga marah sama Fania, yang ada gue nyesel"
"Baru tau nyesel lu?" Sarkas Killa.
"Kil.." Zeline mengisyaratkan pada Killa untuk berhenti dengan cara menggelengkan kepalanya. Namun Killa tak memperdulikannya.
Sedangkan keempat laki laki itu yang tengah sibuk dengan kesibukan masing masing langsung mengalihkan perhatian mereka pada ketiga gadis itu.
"Ini juga gara gara lu sendiri Zar"
"Iya gue ngaku salah.." Zara berucap sembari menundukkan kepalanya.
"Fania dah coba buat bujuk Zara supaya dia ga marah, tapi apa?Zara nolak mentah mentah--"
"Itu karena dia sakit hati atas perlakuan Fania!" Potong Zeline dengan menaikkan nada suaranya.
"Ya ga gitu juga caranya, Fania bela belain nyiapin ultah buat Zara padahal dia jelas lagi sakit. Lu ingetkan sewaktu Fania ngabari kita? wajah dia pucet banget, tapi dia ga peduli tentang itu padahal kita dah suruh dia buat istirahat di rumah.. dan pas hari itu juga.. dia ga dateng demi Zara, dia pikir Zara ga bakal mau ketemu sama dia..Lu udah tau apa yang lagi Fania hadapi, Seharusnya lu ngerti... sekarang lu tau kan apa akibatnya?!" Zeline ikut menaikkan nada suaranya pertama pada Zeline lalu pada Zara.
"Tapi Zara udah kasih toleransi Kil...Dan Fania malah berbuat hal kaya gitu, otomatis Zara sakit hati!" Zeline tak mau kalah.
"Cukup!Cukup!" Sela Zara ditengah tengah pertengkaran mereka.
"Kalian ini kenapa sih hah?! Fania lagi sakit, kalian malah kaya gini... Kalian jangan kaya gue sama Fania, kita marahan sampe sampe salah satunya kaya gini... Kalian mau?!" Bentak Zara dengan menahan tangisnya yang ingin pecah saat itu juga.
__ADS_1
"Tapi Zar, Killa bilang kalo ini semua itu salah Lo.."
"Kalian gausah kaya anak kecil, dewasa sedikit kenapa sih"
"Tapi tentang apa yang dibilang Killa itu emang bener, emang gue yang salah disini"
"Tu Zara aja ngaku"
Zeline sudah mengambil nafas dalam dalam ingin berkata sesuatu tapi Zayn langsung menarik dirinya keluar dari situ.
"Cihk!" Killa berdecih melihat Zara meneteskan air mata yang langsung dihapus oleh Zara sendiri. Dan dia berlalu pergi.
"Kalian disini aja temenin Zara jaga Fania" Marco berucap lalu pergi menyusul Killa.
Menurut kalian disini yang salah siapa...?ZARA? atau... FANIA?
••••••
Komen yang banyak ya reader..
Like juga tentunya, hanya sekali klik langsung jadi..
Jangan lupa buat Vote dan Favorit cerita ini
Kalo ada yang kurang pas sama ceritanya komen aja
Oke byee see you para reader's..Ter lup lup
__ADS_1