
Hi para reader maaf ya author up nya lama...semoga kalian ga bosen ya sama cerita ini, yok lanjut
tok....tok...
"Siapa?"
"Gue"
"Maaf gue lagi sibuk, ga bisa diganggu"
"Zar gue mohon Zar"
Fania mendobrak dobrak pintu Zara dengan keras
"Hih!Mau Lo apa sih?!"--Zara membuka pintu dengan kasar dan membentak Fania
"Zara...Lo bentak gue"--Batin Fania
"Zara bisa ga kita bicara?"
"Maaf gue ga bisa"--Balas Zara ketus
bruak!
"Zara..."--Fania tak menyelesaikan kalimatnya karena Zara menutup pintu dengan keras
"ZARA GIMANAPUN CARANYA GUE BAKAL DAPETIN MAAF LO"--Fania berteriak kencang
"SERAH LU"--Balas Zara dari dalam
"Fania.. sebenernya gue ga mau kek gini, tpi gue kecewa Fan sama lu"--Zara meneteskan air matanya namun langsung menghapus nya
Sedangkan Fania yang mendapatkan perlakuan seperti itu, terlihat sedih ingin rasanya dia menangis tpi hal itu tak berguna untuknya saat ini.Dia memutuskan untuk pergi mengendarai motornya.
Zara melihat Fania pergi lewat kaca jendela kamarnya
"Fania..."--Zara dengan suara lirih
Dijalan Fania kebut kebutan lebih dri biasanya, dia tak peduli dengan orang lain yang ada di sekitarnya.Sampailah Fania di sebuah taman yang ia rasa cukup sepi, lalu dirinya turun.
Fania mendudukkan dirinya dikursi taman.
"Hufft, gue pusing, pikiran gue buntung"
__ADS_1
"Sebelumnya gue ga pernah kek gini"
"Misi, boleh ga gue duduk disini?"--Sapa seseorang kpd Fania
"Silahkan"--Jawab Fania tanpa menoleh
"Ehhmm lu lgi ada masalah y?"--Tanya orang itu
"Bukan urusan anda"--Jawab Fania ketus
"Dingin beut sih"--Ucap orang itu sembari duduk
"Sebenernya gue juga lgi mikirin masalah yang udh lama gue Pendem sih"
"Maaf tpi saya bukan tempat untuk curhat"
"Srh lu mau dengerin ato ga, intinya gue cuman Ngmng buat sedikit nglepasin beban di masalah gue"
"Knp ya kayaknya semua orang itu bahagia tpi gue doang yang kgk"
"Ntah knp masalah Gue keknya ribet banget gtu, sedangkan orang lain, cari solusinya gampang banget"
"Emang lu tau seberapa berat masalah mereka?"
"Ga tau kan?Makanya jangan bilang cuman masalah lu yang ribet, Lu belum tau aj seberapa besar perjuangan mereka buat nyelesain masalah yang mereka alami, mungkin lebih ribet dan lebih susah dari yang Lo alamin saat ini"
"Tpi mending mereka punya seseorang yang ada disampingnya, sedangkan gue?Gue sendiri kgk tau harus ngapain"
"Gue tau perasaan lu meskipun gue ga pernah ngalamin itu, dan ya memang sulit hidup sendiri, tpi memang kenyataannya dunia itu keras jdi apalah daya"
"Hm bener juga si lu"
Mereka berbincang bincang dengan duduk saling membelakangi
"Btw kenalin gue Key"--Key membalikkan badannya menghadap ke arah Fania
"Hmm eh Key?"--Tanya Fania kaget dan membalikan badannya
"Eh...mbknya yang beli rumah toh"
"Nama gue Fania_-"
"Ah iya iya"
__ADS_1
"Akhh kepala gue...knp sih tiba tiba kek gini...tahan bentar Fania"--Batin Fania
"Mksih dah mau dengerin cerita gue Fania, teman?"--Key mengulurkan tangannya
"Teman"--Fania membalas uluran tangan dari Key
"Maaf hp Lo gue pinjem bentar"
"Buat apa?"
"Ada deh siniin"
Fania memberikan ponselnya pda Key
"Nih mksih, dan sebagai imbalan kalo Lo perlu bantuan gue jangan sungkan hubungi gue.Makasih sekali lagi byee🤙"--Key berlalu dari hadapan Fania
"Ya"
"Fania lu aneh, bisa nasehatin orang lain kek gtu sedangkan diri lu sendiri?Masalah sendiri aj ga bisa nyelesain"
Hari demi hari terus berganti, dan tibalah dimana hari mereka kembali bersekolah, mereka bersekolah seperti biasa namun hanya ada satu yang berbeda yaitu Fania dan Zara
"Kita berangkat bareng aja yok..pake mobil Gue"--Ajak Killa
"Kgk gue mau pake motor sendiri"--Zara pergi begitu saja
"Fan--"--Belum selesai Killa bicara Fania sudah pergi
"Haiss ws angel Iki ws angel"
"Iyo ws angel iki, Ayok lah Kil nanti telat"
*Dukung Author ya gaiss.
Jangan lupa Vote
Komen
Like
Favorit*
Byee see you 👋🏻
__ADS_1