
Dan....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bruk!
Zeline pingsan
"Eh eh,kok pingsan?"--Fania gercep menopang Zeline
"Oh iy,efek samping"--Fania baru ingat lalu dia bergegas mengambil suntikan yang lain dan juga membawa Zeline ke kamar Zeline dan pergi menemui Zara
"Gmn?"--Fania bertanya pada Zara yang tengah menunggu di ruang pribadi
"Udh baik baik aj"--Zara menjawab dengan santai
"Siapa aj yng bereaksi?"--Fania mendudukkan dirinya di sofa
"Louis sama Aldo"--Zara menjawab
"Bang Louis?Ayo kesana"--Fania bergegas pergi ke kamar Louis dengan membawa satu suntikan
Saat Fania berada didalam kamar Louis dia melihat Louis sedang mengacak ngacak rambutnya frustasi entah apa yang dia pikirkan
"Bang...bang Louis"--Fania berusaha mendekati Louis secara perlahan lahan
"Pergi!"--Louis dengan nada dingin
"Bang ini Fania,abang tenang ya..."--Fania berusaha meraih lengan Louis
plak!
Louis menangkis tangan Fania dengan lumayan keras dan hal itu membuat Fania sedikit kesakitan
"Maaf bang"
jlebb!
Fania menyuntikkan suntikan itu ke lengan Louis
bruk!
Louis jatuh lalu dipapah Fania ke kasurnya,kemudian Fania pergi ke kamar Yudis Dito dan Rizal untuk menyuntikkan penawar tersebut,setelah selesai barulah dia menemui Zara
"Gmn?"--Zara bertanya
"Sss lumayan susah"--Fania meringis kesakitan sambil memegang tangannya
"Knp lu?"--Zara bertanya
"Ditangkis sama bang Louis"--Fania menjawab dengan pandangan tak teralihkan dari tangannya itu
plak!
"Hilihh kurang kebal si lu.."--Zara memukul pelan tangan Fania yang terluka
"Hiss jahat lu Zar"--Fania memundurkan tangannya khawatir bila akan di pukul oleh Zara lagi
"Lo mukul orang aja ampe puluhan mati,lah giliran ditangkis gini doang malah...... hiss Cemen lu"--Zara mengejek Fania
"Srh gw lah yang kena jg gw"--Fania sebal dengan Zara
"Makanya jngn latihan mukul orang doang,tpi sama pertahanannya"--Zara berucap sembari pergi keruang pribadi
"Iya nyonya.."--Fania berucap selayaknya pembantu dan hal itu membuat Zara berbalik dan melotot ke arah Fania
"Lepas tu mata"--Fania memperingatkan lalu mengikuti Zara
...----------------...
"Ehh Fan..tdi gw nggeret Dena trs gw masukkin mobil"--Zara memberitahu Fania
"Skrng dmn?"
"Diruang bawah tanah lah...bareng ama tu dua anak buahnya dia,tpi Rena kga sadar deh kalo Rena hilang"
__ADS_1
"Biarin lh"
"Btw Zar...Aldo ama Killa udah lu suntik?"
"Udh"
"Mmm Zar kt cari rmh dlu yuk..."
"Lah Napa buru buru mau beli rumah?"--Zara berbicara dengan pandangan mengarah pada ponselnya
"Biar mereka nggk tw gerak gerik kt"--Fania berdiri dari duduknya
"Kt nggk nunggu tu dua curut?"--Zara ikut berdiri
"Kga"--Fania pergi keluar markas dan masuk kemobil ya lalu disusul oleh Zara
"Kt carinya dmn?"--Zara bertanya setelah mendudukkan dirinya di kursi samping kemudi
"Di perkomplekan tpi nggk di pusat kota,biar nggk jauh kesekolahnya"--Fania berbicara sambil menyalakan mesin mobil
"Tumben lu mikir sekolah Fan?"
"Diem aj lu Zar,gw tw ujungnya pasti gw dinistain"--Fania menjawab dengan nada malas
"Tw aj lu Fan"
"😒"
"Santai dong mukanya,ingin ku menampol mu"--Zara mengangkat tangannya seakan ingin memukul Fania
"Hilihh"--Fania langsung tancap gas dan hal itu membuat Zara tersentak
"Anjim kao Fania"--Zara memegang erat kursi mobil
"Makanya seltbeltnya dipake"
"Oh?"--Zara menjawab singkat lalu memakai seltbeltnya
"Nyesel gw😑"--Fania berucap lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan normal,dan terjadilah keheningan hingga sampai ditempat tujuan lalu mereka turun
"Kalo disini nggk ad yng jual gmn Fan?"--Zara bertanya setelah turun dari mobil
"Terpaksa cari yng lebih jauh"--Fania mulai jalan dengan memasukkan tangannya ke dalam saku celananya
"Hmmm..."--Zara manggut manggut
"Mau cari yng kaya ap sih?"
"Nnti jg Lo tau"--Fania memperhatikan setiap rumah yang ada disitu
"Njirr merinding gw....kga beres ni rumah"--Batin Fania
"Fan!"
"Sst!"
"😶"
"Prgi skrng"--Fania menarik tangan Zara dan pergi kemobil dengan cepat
"Paan si Fan!"--Zara kesal dengan Fania pasalnya Fania asal narik aja
"Kga papa"--Fania tetap cool lalu masuk ke dalam mobil dan diikuti oleh Zara
"Tdi spa sih? cantik"--Batin Fania
"Oi Fan!"--Zara menepuk pundak Fania pelan
"Ah ya!"--Fania kaget
"Lu ngelamunin apaan sih?"
"Gada"
"Knp nggk jdi rumah yng tdi Fan?bgs tu"
"Gpp"
"Trs ini mau cari yng lebih jauh?"
"Hm"
Mereka kemudian melanjutkan perjalanan dan akhirnya tiba disalah satu komplek lalu mereka turun dan mencari rumahnya
"Fan..itu tuh bagus kek nya"--Zara menepuk pundak Fania yang sedang fokus dengan ponselnya
"Hmm.."--Fania mendongakkan kepalanya dan melihat rumah itu
"Kan Fan ba..."--Ucapan Zara terpotong
"Sss bentar pusing gw"--Fania memegang kepalanya dan hendak jatuh namun ditahan Zara
"Eh Fan..."
__ADS_1
"Ehmm bentar Zar,Gw mau ke mobil...gw bisa ndiri,lu cari aja sapa yang punya rumah,trs suruh ke mobil"--Fania melepas pegangan Zara dan ke mobil walau sambil sempoyongan
"Oh oke"
Fania sampai di mobil dan menahan rasa sakit yang ada di kepalanya itu,dia memutuskan untuk tidur,mungkin setelah tidur pusingnya akan hilang...begitu pikir dia
Sedangkan Zara dia mencari disekeliling rumah itu,mungkin ada poster atau semacamnya yang ditempel di situ.....dan akhirnya ketemu,Zara menghubungi nomor yang tertera disitu
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.......
tok tok tok
Ada yang mengetuk kaca mobil Fania dan hal itu membuat Fania bangun dari tidurnya
"Eunghh masuk aj Zar...mobilnya nggk Gw kunci"--Fania berbicara dengan keadaan mata yang masih terpejam
Dan ada seseorang yang masuk lalu menyalakan mobilnya,kemudian mobil itupun jalan
"Zar...dpet kga orangnya?"--Fania masih memejamkan matanya
"Eh Zar,gw tw lu pendiem,tpi setiap gw tanya lu pasti jawab"--Fania tetap tidak membuka matanya
"Khem"--Ada yang berdehem dan suara itu berat
"Zar kok suara lu beru....."--Fania tidak melanjutkan ucapannya karena mendongakkan kepalanya menatap orang itu
"bah..."--Fania melanjutkan
.
.
.
.
.
.
.
.
"Aaaaaaa!Zar kok lu jdi cowok?"--Fania histeris
"Zar lu nggk ush main main lh"
"Gw nggk main²"--Ucap orang itu dingin
"Gw kaya kenal suaranya"--Fania menatap lekat orang berjubah itu,kok bisa Fania tahu kalau itu cowok?...ya karena bodynya kaya cowok tapi Fania belum lihat wajah orang itu
"Gw buka"
sett
Fania membuka jubah itu dan
"Loh?Knp lu disini?"--Fania berubah jadi dingin
siapa ya?....kita pantau eps selanjutnya
**JANGAN LUPA:
VOTE
LIKE
KOMEN
FAVORIT
DUKUNG AUTHOR YAAA
__ADS_1
BYEEEEE 👋👋**