
Baru saja Fania menginjakkan kaki di sekolah ini, tpi langsung disuguhi hal yang tidak mengenakkan baginya
"Hai j4l4ng kita ketemu lagi"
"Eh dimana tuh temen temen lu?"--Siska celingak celinguk
"Pasti pas lagi libur lu pergi ke bar ya?"
"Dan dpet om om yang kaya trus dibayar deh"
"Cihk!J4l4ng kok teriak jalang ngakak gue"
"Heh!Lu berani sama gue?Gue ini Siska pemilik sekolahan ini"
"Ya memang ini sekolah lu tpi..."
"Hasil ngej4l4ng"--Fania berbisik pada Siska
"Hah?Ap-Apa maksud Lo?"--Siska memundurkan tubuhnya
"Fania kok bisa tau sih!"--Batin Siska kesal
Fania mendengar batinan Siska
"Jelaslah gue bisa tau, secara Gue ga kaya Lo, b-o bo d-o do dibaca...Bodo cihk! "
"Gue tau Ini hasil Lo ngejalang, dan Lo kasih ke bokap lu dengan alasan hadiah ultah supaya apa?Supaya kedok Lo ga kebongkar😏"
"Lo, lo ngatain gue?Bener bener, Awas aja lo Fania, Gue bakal kasih balasan yang setimpal"--Siska mengancam lalu pergi
"Ckckck!"
"Baru aja gue masuk malah disuguhi kaya gini"--Fania kesal
"Fania!Tunggu!"--Panggil Tara
"😒"--Ekspresi Fania saat melihat orang itu dan langsung pergi
"Fania!Haiss"
Di dalam kelas yang tadinya ramai mendadak jdi sepi karena kedatangan Fania yang masuk dengan wajah suram.
Dan dikelas itu sudah ada Zara, yang duduk dengan tenang.
"Sarah"--Panggil Fania dingin nmun tak ada jawaban
"Sar Lo dipanggil tuh"--Siswi 1
"Ih diem aj lu gue takut"--Sarah pura pura ga denger
"Cpet Sar, ngamuk baru tau rasa lu"--Siswi 2
"Sarah!"--Panggil Fania kali ini sedikit membentak
"Kan ap gue bilang"--Siswi 2
"Ya-Ya?"
"Lu pindah ke tempat gue"
"Tap-tapi"
"Cpet!"
"I-iya"--Sarah segera mengambil tasnya dan duduk disebelah Zara
Ghibahan siswi: "Kayaknya mereka lagi marahan deh"
"Hoo keknya si gitu, merinding gue jadinya huuuu"
__ADS_1
"Huss orangnya liat kesini tuh diem Lo pada"
Langsung pada kicep
Tak lama guru masuk ke kelas tersebut.Dan memulai pembelajaran.Saat di pertengahan pintu kelas diketuk.
"Ya masuk"
"Permisi Bu saya mau minjem Fania nya sebentar"--Ucap Loly
"Fania?Sana kamu ikut Loly"
"Hm"
Skip
"Fania bener apa yang dikata Siska?"
"Kalo Bapak percaya ya silahkan kalo ga ya silahkan...Tapi pastinya Bapak percaya lah orang uang jdi jaminan, gimana ceritanya kalo Bapak ga mau?"
"Ya kan Pak?"
"Heh!Kamu ini bener bener ya ga punya sopan santun, orang tua kamu ga pernah ngajarin tata Krama ya!"
Brak!
"Woi!Pak Gondrong!Lu kalo mau hukum Gue tinggal hukum, kgk perlu bawa bawa ortu gue!Ortu gue orang bener bener dan mereka pekerja keras kgk kayak Lo...yang makan gaji buta!"
"Seenaknya hukum murid murid yang salahnya ga seberapa, yang penting lu dapet duit, dirinya aj ga taat Ama peraturan sekolah"
"Ka-Kau!Dasar kau kurang ajar"--Guru itu mengangkat tangannya ingin memukul Fania
"Pak pak tenang Pak nanti malah Bapak yang dipecat kalo Bapak mukul dia.."--Siska mencegah Pak BK
"Nah tu pinter"--Fania
"Dan Nona Siska yang terhormat anda tidak memiliki bukti yang kuat terhadap saya, jdi anda tidak bisa seenak jidat melaporkan saya"
"Bapak mau tau knp saya bisa tau semuanya? Jawabannya secret"--Fania mendengar batinan guru itu
"Lah kok?"
"Ga usah kaget Pak, saya pergi cihk"
"Sekian terimakasih"--Fania berlalu
Flashback on
Dua hari sebelum diadakannya libur sekolah, Fania disuruh untuk mengambil layar monitor diruang BK.Setibanya di depan ruangan dia mendengar suara samar samar Guru BK sedang berbincang.Sepertinya dalam telpon begitu pikir Fania, karena dia tidak mendengar suara lawan bicaranya.
"Halo Pak Surya, iya Pak tenang saja Intan akan dalam perlindungan saya"
"Baik Pak uang nya sudah masuk ke rekening saya, terimakasih Pak, Jangan sungkan menghubungi saya jika Bapak ingin Intan selalu aman disini"
"Baik Pak terimakasih"
"Dasar guru matre, orang kek gtu jadiin guru.Untung udah gue rekam hehehe"--Fania memutuskan untuk mengambil layar monitor ke kantor lalu bergegas pergi.
Flashback off
Fania langsung pergi ke kantin karena jam sudah menunjukan pukul 10
"Hi Fania"--Sapa Zeline
"Hm"--Fania sudah makan duluan karena memang sudah pesan tdi
"Ah ilah dingin beut"--Zeline mendudukkan dirinya disebelah Fania
"Nih Zel"--Killa menaruh nampan berisi makanan ke meja
__ADS_1
Saat mereka sedang makan Zeline melihat Zara yang baru saja datang ke kantin
"Zar Zara!"--Panggil Zeline
Zara hanya menoleh lalu pergi
"Gue duluan"--Fania pergi
"Haihh serasa yang dekat jdi jauh kalo gini mah"--Zeline memegang kepalanya
"Ya kita dah ga bisa ngapa ngapain, mau nyelesain masalah ini ato gak itu urusan mereka.Bukannya Gue ga peduli tpi gue takut mereka nganggep kalo kita terlalu ikut campur"--Kata Killa
"Iya juga sih"
"Bu saya pesen roti 2 bungkus sama air mineral 1"--Fania memesan kepada Ibu Kantin
"Ditunggu ya neng"
"Hm"
Skip Fania sudah membayar lalu kembali kekelasnya
Disisi lain
Zara tengah melamun sambil menyangga dagunya, ntah apa yang dia pikirkan
"Gue laper...tpi pasti gue makan sendiri"
"Gue ga mau marahan terus sebenernya tpi gue masih kecewa sama Lo Fania"
Bug...bug
"Lo jahat Lo jahat"--Zara memukuli bantal sofa yang ada disampingnya
"Dah lah masuk aj, nanti makan pas istirahat kedua"
Zara masuk kekelasnya lalu duduk di kursinya, dia ingin mengambil buku yang ada di loker mejanya tpi malah menyentuh sesuatu dia mengambilnya karena penasaran dengan apa yang disentuhnya, dia terkejut kala melihat ada 2 bungkus roti dan satu botol air mineral.
"Spa nih yang naruh?"--Tanya Zara pada dirinya sendiri
Zara celingak celinguk seperti layaknya orang kebingungan
"Apa mungkin Fania?"--Batin Zara, lalu melihat kearah tempat duduk Fania sekarang namun tidak ada
"Kmn Fania?"--Batin Zara heran
trimg...tring...tring...
Ponsel Zara berdering, lalu dia mengangkat nya
"Assalamualaikum, Halo Bang Aldo ada ap?"
"Wa'alaikumsalam Zar, Fania Zar Fania.."--Aldo kedengeran panik
"Iya Fania kenapa Bang?Yang jelas dong Bang"--Zara ikut panik
"Fania Zar dia .........."
"Hah?!"
*Dukung author ya
Jangan Lupa Vote
Like
Komen
Favorit*
__ADS_1
Byee see you 👋🏻