FRIENDSHIP TRIP Dalam Masa Revisi

FRIENDSHIP TRIP Dalam Masa Revisi
#Part 26:Killa Marco


__ADS_3

****


Ruangan itu dipenuhi dengan keheningan terutama bagi dua insan siapa lagi kalau bukan Killa dan Marco


"Ekhem!Gue mo masak"--Fania memecahkan keheningan dan pergi ke dapur


"Gue jga"--Marchel ngikut Fania


"Gue lthan"--Zara pergi lalu diikuti Fathan


"Taman aim koming!"--Zeline berteriak sambil pergi ke belakang


"RIP English"--Protes Zayn yang berjalan beriringan dengan Zeline


"Brisik!"


Tersisalah mereka Killa dan Marco yang hanya diam ditempat


"Killa"


"Marco"


Panggil mereka bersamaan


"Eh..lu duluan aja"


Barengan lagi


"Haduhh kenapa jadi canggung gini sihhh..."--Batin Killa


"Ayo Maco.. gentleman dong hilangkan kecanggungan ini"--Batin Marco bertekad


"Kil ikut gue yuk?"--Ajak Marco


"Kemana?"


"Tinggal ikut susah amat...Ayo!"--Marco menarik tangan Killa


"Nggk usah agresif Bro!!"--Teriak Zayn dari arah pintu belakang yang ternyata dari tadi ngintip


"Katanya ga mau ngintip?"--Zeline muncul tiba tiba


"Anjim!Dasar jelangkung..."


"Tdi gue ajak ga mau"--Zeline melipat tangannya didepan dada


"Kalo lu yang ngajak gue emang ga mau nanti Lo cuit cuit gitu, nnti ngganggu mereka kalo gue sendiri kan kgk"


Pletak!


"Lu juga tdi teriak, ogeb bener sih!"


Zeline menjitak kepala Zayn lalu pergi dalam keadaan ngambek.


"Wah wah lu ngatain gue gitu?Awas aj lu"--Zayn kesal tapi tetap ngikutin Zeline


****


"Nih punya Lo, kemarin ketinggalan"--Marco menyerahkan sebuah buku kepada Killa


"Oh..makasih"--Killa ingin mengambil buku itu dari tangan Marco


"Eitss..ada syaratnya, Lo hrs ikt gue"--Marco menarik kembali buku itu


"Nolong kok ga ikhlas!Cihk!"--Killa kesal dan kembali kesifat biasanya


"Mau gak?"--Marco memainkan buku Killa


"Ogah!"--Killa memalingkan wajah


"Yakin?Disini tertulis 'My Diary' "


"Hah?Ga tetep gue ga mau"--Killa tetap nolak walau sebenarnya didalam hati itu buku berharganya


"Kalo gak ma---"


"Killa Lo tolong beliin bahan bahan masakan ya?Nih daftarnya ama nih blackcard"--Fania menyerahkan sebuah kertas dan sebuah kartu berwarna hitam kepada Killa


"Kenapa bukan Lo atau Zeline atau Zara gitu"


"Tdi gw denger Lo mau pergi ama Marco, yaudah sekalian"


"Hih!"--Killa merebut kertas dan blackcard yang ada ditangan Fania dengan kesal


"Wahh makasih Fania lu ter the best pokoknya....Ayo Kil"--Marco menarik tangan Killa lagi.Saat Killa dan Marco ingin naik ke motor ada sebuah teriakan


"KILLA, JANGAN LUPA BELI CEMILAN"--Zara yang dikenal dingin berteriak sekencang itu dari lantai 2 pula


"IYA!"--Killa membalas dengan berteriak lalu mereka berangkat


****


Bruk, bruk, bruk


Killa melampiaskan kekesalannya kepada sayur yang ditaruhnya ke troli


"Santuy mbaknya..nanti cepet tua loh"--Kata Marco yang hanya ngejor dibelakang Killa


"Apa!"


"Weh kok nyolot?"


"Bacot!Nih dorong!"

__ADS_1


"Toxic beut kata kata lu"--Marco mendorong trolinya


.


.


.


.


Mereka kekasir dan melakukan transaksi


"Ini gue yang bawa ni?"


"Ya iyalah!"


Akhirnya dengan terpaksa Marco menenteng semua belanjaan itu


"Berhubung ini udah sore, kita jdi ga bisa pergi"


"Lu tunggu aj besok"--Marco berbisik pada Killa


"😳"--Killa


.


.


.


.


Semua yang ada dirumah sedang berada di ruang tengah pada saat dua insan itu pulang


"Hoi! Ini belanjaannya"--Killa


"Mksh...sini"--Fania menengadahkan tangannya


"Apa?"


"Blackcard gue"--Fania


"Gue kira lu lupa 😶 nih.."--Killa menyerahkan blackcard Fania


"Kgk bakal lupa gw, and thnks"--Fania menerimanya lalu pergi ke dapur


"Cemilan?"--Zara nimbrung


"Cari ndiri sono..gue mo tidur"


"MAKAN DULU KIL"--Teriak Fania dari dapur


"IYA"


"Masih ada"


"Udh lu habisin semua"


"Ya kah?Oh gw gaduli"


"Dasar!"


30 menit kemudian


"Disuruh Fania makan"--Marchel berkata dengan dingin


"Asek makan!"--Killa jingkrak jingkrak


"Loh Fan ga makan?"--Zeline bertanya pada Fania yang ingin pergi ke kamarnya


"Ga laper...Hbs kalian makan yang cowok suruh pulang"--Fania pergi setelah berucap


****


Besok pagi pukul 06.00


"Tumben Fania jam segini belum bangun?"--Zeline heran


"Kecapekan mungkin"--Sambung Zara


15 menit kemudian


Fania turun dalam keadaan mata panda tapi dia menyembunyikannya dengan memakai kacamata hitam


"Fan...gaul beut Lo?Pake kacamata segala, emng mau kemana?"--Zeline bertanya


"Gw pergi bentar, ada urusan yang perlu gw urus"


"Gw ikt"--Zara berdiri dari duduknya


"Gosah, gw sendiri aj"--Fania pergi namun tak mengendarai motornya


****


"Fania lu beneran gpp?"


"Gw gpp sans aj, Bang Aldo lo bantu Yudis aj"


"Tapi lo sendirian nanti Fan"


"Gpp gw bisa ngatasi ini sendiri, sono hush hush"--Fania mengusir


Fania membenarkan sistem keamanan dimarkas yang diretas oleh Rena dan mengganti dengan sistem yang lebih kuat.

__ADS_1


"Fan.. Makan dulu yuk..Abang udah masak"--Ajak Louis yang mengetahui Fania belum makan, dan dibalas dengan anggukan oleh Fania.


.


.


.


.


"Semuanya Fania pulang dulu ya?"


"Langsung pulang loh ya.."


"Iya Bang Aldo..byee"--Fania pergi meninggalkan markas


****


Diwaktu yang sama


"Eh kalian berasa aneh ga si ama Fania?🤔"--Zeline bertanya


"Berarti bukan gw doang"--Killa menjawab


"Coba Fania ga biasanya bangun siang..dan jarang malah ga pernah pake kacamata hitam, trus Ga bilang mau kemana"--Killa memperjelas


"Iy ga sih Zar?"


"Hm"--Zara membalas singkat


"Kalian blm tau Fania knp, mngkn kalian pikir dia aneh, tpi ga gtu...Gue tau Fan gue tau"--Batin Zara


"Mau kemana Zar?"--Tegur Zeline


"Kekamar"


Zara melirik sekilas kamar Fania yang berada tepat disebelah kamarnya lalu masuk ke dalam kamarnya


"Hahh gw hrs gmn?Fania pasti lagi punya problem"--Zara bertanya pada diri sendiri sambil membalikkan badannya kekanan


"Ayo berpikir Zara"--Balik badan ke kiri, Zara hanya bolak balik hingga dia mendapatkan sebuah solusi dan berhenti membolak balikkan badannya


In telfon


"Halo bang...Fania disitu?"--Zara menghubungi Aldo


"Iy tdi, dia baru aja pulang"


"Ad masalah apa sih bang?Mungkin lu tau"


"Ada masalah dimarkas"


"Kenapa lu ga ngasi tau gua?!"--Zara menaikkan volume suaranya


"Santuy, gw kira lu udh tau"


"Selain itu ada masalah apa lagi ama si Fania?"


"Ga tau gw Zar"


"Haiss dah lh bang mksh"--Zara memutuskan panggilan sepihak


"Dasar ni anak!"--Aldo ngedumel


Zara berdiri ingin pergi ke kamar Fania, tapi dia sempat terbesit pikiran nanti kalo Fania marah gimana?Itu pikir nanti, begitu pikir Zara dan masuk ke kamar Fania


"Fania gw acak acak kamar lu"


Zara mencari kesana kemari mungkin ada hal yang mencurigakan atau yang disembunyikan oleh Fania, dia mencari di semua sudut kecuali di meja belajar lalu dia mendekati meja itu.


Diatas meja Fania, Zara melihat kertas yang dicoret coret dan ada cetak biru juga disitu, yang membuat Zara terkejut adalah...Obat yang ada disudut meja belajar lalu mengambilnya.


"Obat apa nih?"--Zara membolak-balikkan obat itu dan terpampang tulisan"Yitou"Nama obat itu(Author ngarang nama🙂)


"Gw searching di internet aja dah"--Zara membuka log handphone nya lalu mencari informasi tentang obat itu di internet.


Zara membaca secara teliti tentang obat itu dan ada sebuah kalimat yang membuat Zara terpaku, kalimat itu bertuliskan 'Obat untuk mengurangi rasa sakit pada pusing yang dialami oleh penderita amnesia'


"Zara..."--Panggil seseorang diambang pintu kamar


tak...


Zara menjatuhkan obat itu.


oke sampai sini dulu...


Don't Forget:


Vote


Like


Komen


Favorit


Tinggalkan jejak


Dan yang pasti dukung author yaa..


Insyaallah bisa rajin up


Dan Follow author hihihi

__ADS_1


BYEE👋🏻👋🏻


__ADS_2