
Fania mematung saat ada orang yang menghentikannya
"Heh sini handphone gue"--Lanjut orang itu dan membuat Fania bernafas lega lalu bergegas pergi
cklek
Fania tiba di kamarnya dan langsung menutup pintu dengan terburu buru
"Gue nggk liat spa yang dateng"--Fania bermonolog
"Lah bodo lah gw mau ke kamar Zara aj"--Fania langsung memakai topengnya dan pergi ke kamar Zara,Fania berjalan hingga sampai dikamarnya Zara.Fania mengetok pintu kamar Zara namun tak ada balasan dari dalam
bruak!
"Heuhh masih ngebo aj ni anak"--Fania menghela nafas lalu membangunkan Zara,tapi Zara tidak bangun dan dengan terpaksa Fania mengambil gayung yang berisi air dan menyiramkannya pada Zara
byurr!
"Banjir mak!!"--Jerit Zara sembari duduk karena kaget
"Bwahahahaah"--Fania tertawa terbahak bahak melihat sahabatnya itu
"Anjim Kao Fania"--Zara kesal pada Fania
"Hahahaha"--Fania tetap tertawa nggak henti henti sampai perutnya sakit
"Serah lu dah Fan...ad ap kesini?"--Zara bermaksud mengusir Fania dari kamarnya
"Temennya bang Aldo udh dateng"--Fania berubah dingin
"Oh.Hbs ini gw turun"--Zara beranjak pergi ke kamar mandi sedangkan Fania tetap diam ditempat dan nggak ada niat buat pergi dari situ
"Pergi Lo"--Zara ngusir Fania dan hal itu membuat Fania ingat akan sesuatu
"Nnti gw kesini lgi"--Fania langsung pergi begitu saja tanpa mendapatkan tanggapan dari Zara
"Aneh"--Zara berucap sambil masuk ke kamar mandi
Fania berjalan menuruni tangga ingin mencari Zeline dan Killa,saat Fania berada di ruang tamu,dia menjadi pusat perhatian semua yang ada di situ,dan Fania sekilas melihat teman Aldo itu, lalu pergi ke taman belakang mansion tersebut.Saat di taman Fania melihat Zeline dan Killa sedang asik nyanyi sama sama
"Khem"--Fania berdehem dan membuat Zeline dan Killa menoleh ke arah belakang
"Eh Fania,ada apa Fan?"--Zeline bertanya kepada Fania
"Ikt gw"--Fania langsung pergi begitu saja namun,Fania seketika ingat kalau Zeline dan Killa nggak pake topeng hal itu membuat Fania berhenti dan memutar badannya
"Kalian bawa topeng nggk?"--Fania bertanya dan mendapat anggukan dari Zeline dan Killa,lalu mereka pergi ke kamarnya Zara
Sedangkan yang di ruang tamu
"Do dia dari tadi mondar mandir Mulu,ada apa?"--Tanya seseorang kepada Aldo
"Gtw gue,gue kebelakang dulu"--Jawab Aldo singkat lalu pergi ke dapur
Di kamar Zara
Zeline Fania dan Killa sudah berada dikamar Zara
"Lo mau ngmng ap?"--Zara membuka pembicaraan
"Kt lupa siapin Tes buat temennya Aldo,dan kalian tau? temennya Aldo empat orang yang dateng kesini,dan kt jg lupa buat nglatih Zeline ama Killa"--Fania
"Dan gw jg kaya kenal sama mereka"
"Perasaan Lo aj kali"--Zeline menimpali
"Kt turun dulu baru pastiin"--Zara pergi keluar kamarnya sembari menggunakan nya
Yang atas punya Killa sama Fania dan yang bawah punya Zeline sama Zara
__ADS_1
Saat sampai di ruang tamu
"Maaf km lama"--Fania berkata dengan nada dingin
"Gpp"--Ucap mereka kecuali Aldo
"Aldo pergi ke ruang rapat"--Fania memerintah lalu pergi dan diikuti oleh 3 gadis yang lain
Mereka pergi ke ruang rapat dan duduk
"Slhkn perkenalkan diri kalian"--Sekarang Zara yang menyuruh
"Nama saya,Rizal Maxiliam"--Ucap Rizal
"Yudis Maxiliam"--Benni
"Louis Maxiliam"--Louis
"Dito Maxiliam"--Dito
"WHUT!!Ko mereka sih?pada ngapain disini"--Batin Fania ketika mendengar nama nama itu
"Baiklah,kalian sillahkan istirahat terlebih dahulu,disini ada banyak kamar, silahkan pilih kamar yang nggak ada namanya"--Zara memerintah
"Baik"--Ucap mereka
Setelah mereka keluar
"Bang knp Lo ajak empat?!Kok Lo bisa kenal mereka?kenal kapan?dimana?kok bisa hah?!"--Fania menghujani Aldo dengan banyak pertanyaan
"Satu satu Napa dah"--Aldo
"Mereka itu temen gue dari dulu,dan buat pertanyaan Lo yang kenapa kok ngajak empat orang,kan kemarin lo nggak bilang berapa orang,jadi ya gue ajak mereka"--Aldo menjawab pertanyaan Fania tadi
"Anjim mereka sepupu sama om gue coy"--Fania heboh sendiri
"Hah?om Lo?"--Tanya semua
"Gue kaga inget"--Zara menjawab
"Cogan semua njirr!"--Zeline dan Killa njerit
"Tpi kalian tetep diem Lo ya?"--Fania
"Oke"--Jawab semua
Fania pergi ke kamarnya dan membuka pintunya
"Aaaaaaaa!"--Fania njerit hampir ke seluruh mansion
"Diem!"--Rizal membekap Fania dan menutup pintunya
"Hmmmmphmmmp"--Fania memberontak dan akhirnya berhasil lepas
"Knp kalian dikamar saya?"--Fania berkata dengan nada yang sangat dingin
Pletak!!
"Kaga usah sok dingin lo,kita udah tau lu Fania"--Yudis menjitak kepala Fania
"Kaga usah drama lo"--Timpal Dito
"Fania siapa yng kalian maksud"--Fania bertanya
sett
"Elu lah"--Rizal melepas topeng yang dipakai Fania
"Hei!"--Fania nggak terima
"Gw mau lapor ke kakek"--Rizal mengambil handphone nya dan langsung dirampas oleh Fania lalu Fania menatap empat orang itu dengan tatapan tajam
__ADS_1
"Heh mata lu nanti lepas baru tau rasa lu"--Dito mengingatkan Fania
"Fania kasih handphone nya"--Louis menyuruh Fania dan Fania langsung nurut
"Giliran Ama Louis aj"--Yudis
"Kalo kalian kasih tau kakek....kalian bakal....end"--Fania memperingatkan
"Enggak enggak"--Semuanya kecuali Louis
"Bang Louis,Fania kangen"--Fania menghampiri Louis dan langsung memeluknya
"Kalo Ama Louis manjanya minta ampun,kalo Ama kita mah jadi singa"--Dito berkata
"Apa?!"--Fania nyolot
"Kan kan"--Dito
"Kaga kangen kita nih ceritanya?"--Yudis
"Kaga!"--Fania masih memeluk Louis, dia sebenarnya kangen Ama yang lain,tapi karena mereka ngeselin ya Fania jadi segan
"Ya udah"--Yudis ingin keluar
"Ya kangen lah bang,eh om hahahaa"--Fania berkata dan diakhiri dengan tawaan
"Gw udah bilang panggil gw bang bukan om"--Yudis nggak terima
"Hahahahahaha,om hahahahaha"--Fania tertawa terbahak bahak setelah melepaskan pelukannya dengan Louis
"Anak gadis nggk boleh ketawa kaya gitu"--Louis mengingatkan Fania atas sikapnya kali ini dan membuat Fania berdehem
"Ekhem,khem"--Fania berusaha mengontrol dirinya,berusaha kembali cool
"Hilih,gw pergi aja lah"--Yudis ngambek
"Yahh Abang ngambek"--Fania masih menahan tawanya
"Maaf lah bang"--Fania memperlihatkan puppy eyes nya pada Yudis
"Anjim lah,jangan terpengaruh jangan terpengaruh,tahan Yudis tahan"-- Batin Yudis
"Bang,Abang"--Fania mengguncangkan lengan Yudis secara terus menerus dan akhirnya Yudis nyerah lalu memaafkan Fania
"Dah sana pegi"--Fania mengusir Abang abangnya itu dengan nada yang dingin
"Langsung berubah😒,kebiasaan Lo"--Yudis keluar lalu diikuti yang lainnya
Setelah itu Fania memutuskan untuk mandi lalu langsung tidur dan melewati makan malam.Saat tengah malam Fania terbangun dari tidurnya dan merasa lapar
"Nyesel gw nggk ikt mkn malem😑,nasib dah"--Fania keluar dari kamarnya dan pergi ke dapur.Fania melihat lampu dapur masih menyala dan hal itu membuat Fania penasaran lalu mendekat
"Spa lu?"--Fania memberanikan diri untuk bertanya dan orang itu menoleh ke arah Fania dan membuat Fania kaget
"Astaghfirullah!"--Fania menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya
maap yah kalo mboseni....author lagi nggak ada ide
°°°°°°°°**SEKIAN
JANGAN LUPA:
VOTE
LIKE
KOMEN
FAVORIT
DUKUNG AUTHOR YAAA
__ADS_1
BYEEE👋🏻👋🏻**