FRIENDSHIP TRIP Dalam Masa Revisi

FRIENDSHIP TRIP Dalam Masa Revisi
#Part 27: Marahan


__ADS_3

maaf lama update nya..maaf yah


"Zara..."--Panggil seseorang dari ambang pintu


tak...


Zara menjatuhkan obat tersebut


"Zara...maaf"--Fania mendekati Zara


"Fania...kenapa Fan? Kenapa?!"--Zara terlihat menahan air mata dan melangkah mundur menjauhi Fania


"Zar...Zara ga gtu maksudnya"--Fania seakan mengerti apa yang Zara maksud


"TERUS APA MAKSUDNYA HA?APA?"--Zara membentak keras Fania


"Zar..."


"Zara maafin gw"


"Lu udah berapa kali Fan kaya gini?Berapa?Coba lu hitung...Banyak Fan...Tapi gw selalu maafin Lo Fan.. hiks...Karena itu masalah kecil..Tapi sekarang...sekarang beda lagi Fan.LU SEMBUNYIIN RAHASIA SEBESAR INI DARI GW, SAHABAT LU SENDIRI, sakit Fan sakit.Sama aja lu ga percaya sama gw"--Zara mengeluarkan semua unek uneknya disertai dengan air mata yang mulai mengalir.


"Iya Zar gw tau gw salah...tapi gw ga mau ngebebanin pikiran Lo"--Fania mencoba memegang pundak Zara


"Ga gini caranya Fan.Lu harusnya bilang ke gue.Gue pasti bakal ada saat lu butuh sandaran Fan..Kita udh sahabatan lama, tpi..tpi kenapa lu kayak gini Fan?Bahkan lu yang bilang sendiri kita hrus saling support ga boleh ngejatuhin satu sama lain, tpi ini?"--Zara menepis tangan Fania


"Gue bener bener minta maaf Zar...gw selalu hancurin kepercayaan Lo ke gw maaf Zar maaf"--Fania menunduk sedih


Tes..tes


Air mata mereka jatuh satu persatu


"Kecewa gw sama Lo Fan hiks...Gw butuh waktu buat maafin Lo"--Zara bergegas meninggalkan Fania sendiri.


"Kita harus gmn?"--Killa berbisik pada Zeline


"Gw ga tau, yang terpenting kita harus nyatuin mereka lgi"--Zeline


"Yodah kita susun rencana"--Killa pergi bersama dengan Zeline


Malamnya pukul 21.00


"ZARA FANIA MAKAN!"--Teriak Zeline dari ruang makan


Lalu turunlah Zara dan Fania, mereka yang bisanya duduk berdampingan sekarang menjadi bersebrangan, dan tanpa berbicara sedikitpun.


5 menit kemudian


"Gw udh"--Zara berdiri


"Ehh itu belum habis"--Killa mencegah


"Udh kenyang"--Zara pergi begitu


"Ini gara gara gue maafin gue Zar, maaf"--Batin Fania


"Gw jga udh kenyang, misi"--Fania pergi ke kamarnya

__ADS_1


"Haihhh susah ini mah susah"--Zeline menghela nafasnya


"Sabar Zel sabar"


"Hemmm"


.


.


.


.


Fania hanya merenung sendiri di dalam kamarnya, dia merasa bersalah kepada Zara, ya memang penyesalan itu datang di akhir.


"Fania Lidya datang"--Lidya muncul di depan Fania


"Ad ap?"--Tanya Fania dengan nada lemas


"Lu knp Fan?"--Lidya bertanya seakan akan ga tau apa apa


"Lu harusnya udh tau, secara lu ini hantu"


"Ga semuanya gw tau Fan, udh cerita aja sih"--Desak Lidya


"Gue..."


"Iya lu knp?"


"Gue bikin Zara marah sama gue"


Air mata Fania jatuh


"Zara hiks marah sama gw gara gara nyembunyiin tentang amnesia gue hiks"


"Dia ga mau ngomong ama gw lagi, gw buat dia kecewa gw ngilangin kepercayaan dia ke gw hiks srott"


"Tisu noh tisu"--Lidya heran


"Hemmm hiks gw nyesel hah hah hiks huaaa😥😭"--Fania nangis tambah keras


"Fan saran gw lu minta maaf sama Zara"


"Kata Zara dia butuh waktu hiks"


"Itu karna Zara syok Fan, jdi dia ga bisa langsung maafin gtu aja dan mungkin sakit hati"--Lidya melirihkan bagian akhir kalimatnya


"Terus gw harus gimana?"


"Menurut gw lu minta maaf aj, tpi itu terserah Lo, Gue pergi lagi"--Lidya menghilang


"Eh Lidya--"


"Makasih"--Fania mengulas tipis senyumnya


Tok..tok..tok..

__ADS_1


"Masuk"


"Fania!Zeline yang cantik datang!"--Zeline berteriak


"Cantik lu?"


"Iya lah"--Ucap Zeline dengan sombongnya


"Hilihh, hiks"--Fania masih sesenggukan


"Fan..Gue tau lu lagi marahan kan ama Zara"


"Gue tau perasaan Lo, tpi jangan nangis kek gini dong karena dengan nangis ga bisa selesain masalah, Fania yang gue kenal itu tegas, kuat walau kadang dingin, tpi sekarang?Masa Fania yang jagoan ilang sih"--Zeline duduk disamping Fania dan berusaha menghibur Fania karena tdi menguping pembicaraan Fania dengan Lidya


"Maksud Lo gw garang gtu?"


"Ya ya ga...maksud gw Fania yang strong luar dalam itu kemana?Kok malah diganti sama yang lembek gini sih"--Zeline memancing kekesalan Fania


"Ishh lu sengaja ya..."--Fania mulai kesal


"Yaaa faktanya kan?hahaha"--Zeline tertawa


"Iya in aja"--Fania memalingkan wajahnya kesal


"Bu ketua marah ni ceritanya?ha?ha?"--Zeline mencolek colek pundak Fania


"Ap ishh ganggu, Sono lah"--Fania menjauh


"Fania, gue tau situasi lu skrng.Gimanapun lu itu salah...Gue maklumin kalo lu belum bisa terbuka sama gue, tpi Zara... dia sahabat Lo dri dulu, kalian udh kayak sodara malah, maka dri itu gw saranin sama lu buat minta maaf sama Zara, jangan kaya gini, gue sendiri juga pernah rasain emang ga enak rasanya.Makanya secarakan gue udh pengalaman jdi...ikuti kata² gue😌"--Ceramah Zeline dengan diakhiri ekspresi yang sombong


"Hm"


"Gilak lu!Gue ceramah, lu cuma bales "Hm" gtu doang, keterlaluan sih lu bener dah"--Sewot Zeline


"Pertama, gue ga gila dan kedua lu ngaku kalo lu ceramah, buat ap gue bales panjang lebar?"--Jawab Fania enteng


"Ga lagi² gue"


"Sapa juga yang nyuruh"


"Heh!Bu ketua sana Lo minta maaf sama si Zara"


"Zara belum mau maafin gue"


"Haihh coba dulu dah Sono, sapa tau dah mau maafin"--Ucap Zeline sambil menepuk nepuk pundak Fania


Jangan lupa dukung author dengan cara:


Vote


Komen


Like


Favorit


Follow

__ADS_1


and tinggalkan jejak


Oke bay bay


__ADS_2