
Seperti biasa Sharena berada di ruangan nya mengerjakan apa yang harus ia kerjakan.
tok tok tok
terdengar suara ketukan pintu diluar seorang pria masuk setelah Sharena menyuruh orang itu masuk
" ada apa ?" ucap Sharena mengalihkan pandangannya dari laptop ke arah pria yang ada di depan meja nya
" Bos mobil datang, biasa nya kedatangan selalu di sambut hangat oleh manajer kami. sekarang anda lah yang berhak menyambut kedatangan nya " ucap Tomma dia adalah wakil manajer di Restoran
Walaupun Restoran itu sudah menjadi milik Sharena tetapi ia tetap menjadi manager disana. Dia meminta kepada Sany agar tetap merahasiakan bahwa dia adalah pemilik Restoran itu
" bos mobil siapa ?" ucap Sharena bingung
" beliau sudah ada di rungan private room " ucap Tomma
" baiklah mari kita kesana " ucap Sharena
Mereka berdua berjalan menuju ruangan tersebut. Setelah tiba didepan ruangan Tomma membuka pintu setelah mengetuk pintu terlebih dahulu
Sharena menghentikan langkahnya ia tertegun. matanya terbeliak melihat seseorang yang ada didepan nya
Dia menatap penuh kerinduan kearah pria itu tetapi secepat mungkin dia menormalkan raut wajahnya
Seorang pria tampan duduk didalam ruangan itu pria itu juga tertegun melihat gadis yang baru kemarin ia bicarakan dengan sahabatnya
mengapa dia ada disini ucap Leo bertanya dalam hati
" Perkenalkan beliau manager baru kami di sini " ucap Tomma memperkenalkan Sharena
" Manager ? " tanya Leo dia bingung mengapa Sharena bisa menjadi manager di situ.
Sebelumnya yang dia tau manager nya adalah seorang laki-laki paruh baya
" perkenalkan nama saya Sharena " ucap Sharena tersenyum sambil mengulurkan tangannya
Leo bangkit dari duduknya, Sejenak Leo menatap tangan Sharena tetapi dia segera menjabat tangan Sharena " saya Leo " ucap Leo
" silahkan duduk tuan Leo " ucap Sharena
" bisa tinggalkan kami, saya ingin membahas sesuatu dengan nona Sharena " ucap Leo
__ADS_1
" baik. saya undur diri tuan dan nona " ucap Tomma
Leo melirik kearah asisten dan sekertarisnya mengisyaratkan bahwa mereka juga harus meninggalkan ruangan tersebut
" duduk lah " ucap Leo
Sharena duduk tepat di depan Leo, lama mereka terdiam sampai akhirnya Leo membuka suara terlebih dahulu
" bagaimana kabar mu ?" ucap Leo dia menatap Sharena dengan tatapan yang sulit diartikan
" kabar saya baik tuan " ucap Sharena tersenyum walau dihatinya dia merasa sedikit canggung
" bisakah kita bicara santai, jangan terlalu formal " ucap Leo dia tak ingin mereka merasa canggung saat berbicara
" baiklah " ucap Sharena
" apa kamu sudah makan siang ?"
" belum, sa.." sebelum Sharena menyelesaikan ucapannya Leo sudah memotong ucapan nya
" baiklah mari kita pesan makanan terlebih dahulu " ucap Leo seraya memencet tombol yang ada di meja untuk memanggil pelayan Restoran
Leo merasa ada yang memperhatikan nya dia melihat kedepan kearah Sharena " apa kamu tidak ingin memesan sesuatu ?" tanya Leo
Pelayan yang mendengar ucapan Leo terkejut mengapa Leo berbicara non formal kepada Sharena. apa mereka saling mengenal ucap pelayan dalam hati tapi dia tak mau ambil pusing dengan urusan manager nya
" saya akan memakan apapun yang anda pesan tuan " ucap Sharena sopan
Leo segera memesan makanan lalu menyerahkan kembali buku menu kepada pelayanan
" bukankah tadi kita sepakat untuk bicara non formal " ucap Leo
" maaf, hanya saja aku takut karyawan ku berpikir aneh aneh tentang kita " ucap Sharena
" berpikir aneh ? maksudmu ?"
" aku tak ingin ada gosip aneh di Restoran "
" baiklah aku mengerti " ucap Leo
Tak lama pesanan mereka tiba dan langsung menyantap makanan tersebut
__ADS_1
" aku sudah mendengar semua dari Handy " ucap Leo
Sharena hanya diam dan tetap melanjutkan makannya
" aku ingin bertanya, apa kau menyukaiku " ucap Leo dia mencoba menahan diri walau dia berharap Sharena bukan hanya menyukai tapi juga mencintai nya
deg ...
Sharena menghentikan makannya dia menatap Leo sambil tersenyum " gadis mana yang tidak menyukai mu, kamu tampan dan juga baik "
" maksud ku menyukai dalam artian lain "
Sharena hanya diam tak ingin menjawab dia juga bingung bukankah Leo sudah menjadi milik orang lain, tapi mengapa Leo bertanya seperti itu
" aku dengar kau akan menikah, atau mungkin kau sudah menikah ?" ucap Sharena memilih bertanya walau dia harus menahan rasa sakit di dalam hatinya
" aku bertanya kepada mu mengapa kamu balik bertanya " ucap Leo
" aku hanya tak ingin ada kesalahpahaman antara aku kamu dan istri mu "
" aku akan segera menikah " ucap Leo
deg ...
Detak jantung Sharena seakan terhenti raut wajahnya sedikit berubah kalimat yang Leo ucap kan seakan menjadi ribuan jarum tak terlihat menusuk ke dalam hati nya tapi secepatnya Sharena menguasai diri tetap mempertahankan senyum manis nya
Tapi terlambat Leo melihat perubahan di wajah cantik Sharena dia tersenyum didalam hati aku tau kau mencintaiku Sharena
" ah selamat untuk mu sebelumnya, apa aku juga akan di undang ?" ucap Sharena walau hati nya menangis tetapi dia juga harus menunjukkan kepada Leo bahwa ia akan baik baik saja
" tentu saja, kau harus datang ! sebelum akad nikah ku dimulai " ucap Leo tersenyum penuh arti
" baiklah, aku pasti datang aku tunggu undangan pernikahan mu " ucap Sharena tersenyum apa dia ingin melihat ku menangis saat menyaksikan dirinya mengucap janji suci untuk istrinya
" bisa aku minta nomer handphone mu ?" tanya Leo
" untuk apa ?" ucap Sharena bingung " kamu bisa mengirim langsung undangan pernikahan mu ke alamat Restoran "
" bukan untuk itu, seperti nya kau sangat sibuk. jadi aku akan menghubungi mu langsung untuk membuat janji terlebih dahulu jika ingin bertemu "
Sharena memberikan kartu namanya kepada Leo mereka mengakhiri makan siang mereka Leo kembali ke kantornya Sharena juga kembali ke ruangan nya dan melanjutkan pekerjaannya
__ADS_1