
tepat pukul 9 malam Sharena tiba di tempat ia bekerja dia langsung masuk kedalam dan bertemu dengan pemilik bar tersebut.
ya Sharena berkerja di salah satu Bar yang ada di kota itu.
sahabat nya Rina lah yang mengajak ia bekerja disitu awalnya ia hanya menjadi seorang waiters yang bertugas mengantarkan minuman ke meja tamu tapi gaji dari seorang waiters tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang tinggal dikota besar dan semua serba pake uang.
jadilah ia bekerja sambilan menemani para tamu yang ada di bar menuangkan minuman dan melayani kebutuhan mereka yang lain nya.
" Sha kamu dari tadi di cariin tuh sama Om om mu " ucap pemilik Bar.
" o ya Sekarang di mana orang nya mam ? " tanya Sharena kepada pemilik Bar yang biasa di panggil Mami oleh anak-anak yang bekerja di situ.
" dimeja no 19 nungguin kamu kata nya gak mau ditemeni sama yang lain padahal tadi si Mona juga udah nawarin diri tapi dia nya gak mau "
" ya udah aku kesana dulu ya mam "
" iya ... eh tunggu si Rina kemana ? "
" biasa mam dijemput sama langganan nya tapi katanya kalau urusannya udah kelar dia bakal kesini kok "
Sharena melangkah kan kaki nya menuju meja yang di maksud.
setelah sampai Sharena langsung menyapa tamu nya.
" Om kapan pulang " ucap Sharena sambil duduk di samping orang yang di panggil Om itu.
" tadi sore dan Om langsung kemari karena Om merindukan mu " jawab orang itu.
pria tua yang kira kira usia nya sepantar dengan kakek Sharena itu langsung mencium bibir Sharena sekilas dan langsung merangkul bahu Sharena dan hanya di balas dengan senyuman manis oleh Sharena.
" oleh oleh buat Sharena mana ? " tanya Sharena sambil tersenyum manis.
" ada tunggu ya ... Barli , "
seorang pria gagah maju dan memberikan sebuah paper bag kepada Sharena.
Sharena membuka nya dan langsung melihat apa yang ada di dalam paper bag tersebut.
" woah ini beneran buat aku ? " ucap Sharena senang.
" tentu saja ... itu khusus Om pilih sendiri untuk mu "
" makasih ya Om " ucap Sharena seraya memeluk pria tua itu.
" Apapun untuk mu sayang "
__ADS_1
sementara di meja sudut seorang pria tampan terus melihat ke arah meja yang di tempati oleh Sharena.
ia adalah pria yang sama saat di mall tadi siang.
pria tampan berkulit putih memiliki rahang yang tegas berhidung mancung netra berwarna coklat dan beralis lebat tapi sangat pas diwajah nya yang tampan.
dia keturanan blesteran Jawa dan Pakistan ibu nya jawa dan ayah nya orang Pakistan.
" gue perhatiin lo dari tadi ngeliatin meja no 19 semejak cewek itu berada disana,apa ada sesuatu ? " tanya seorang pria yang juga tidak kalah tampan dari nya.
" iya seperti nya akhir akhir ini gue sering liat dia "
" jangan bilang lo naksir ? "
pria tampan itu hanya tersenyum tipis menanggapi pertanyaan sahabat baik nya itu.
" gila gue gak nyangka akhirnya sahabat gue normal juga "
" maksud lo apa ? lo nuduh gue gak normal selama ini ? "
" ya kan secara selama ini lo gak pernah dekat sama cewek manapun,gue kira lo gak doyan ama cewek "
" sialan lo "
" hey man lo yakin naksir ama cewek begitu ?"
" ya ... lo gak pernah naksir cewek manapun sebelumnya tapi sekali nya naksir malah ama cewek yang begitu "
" begitu gimana maksud lo ? "
" ya begitu "
" emang kenapa ama cewek itu ? "
" ya lo liat aja sendiri "
" lo kenal ama dia ? "
" kenal sih gak,tapi gue tau sedikit sih dari temen nya "
" lalu "
" dia itu termasuk cewek yang gimana ya gue susah sih ngejelasin nya karna gue aja gak pernah sama dia .
menurut kata temen nya dia itu susah susah gampang gitu "
__ADS_1
" gue gak ngerti "
" ok gini lo liat kan kakek kakek yang lagi ama dia,nah kakek itu pelanggan tetepnya dia.
kalau pun si kakek itu gak ada dia udah ada yang ngeboking .
jadi kesempatan kita buat ngedeketin si dia itu susah man "
" nama nya lo tau ? "
" Sharena lengkap nya sih gue gak tau "
" Sharena nama yang cantik secantik orang nya " ucap pria blesteran tersebut dalam hati.
" jadi lo gak pernah kencan ama dia ? "
" boro boro kencan kenalan langsung aja belom pernah "
" lo yakin bisa kenalan ama dia,secara kan lo liat sendiri baru datang aja udah ada yang boking "
" ya liat situasi aja dulu "
☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" lo segitu jijik nya ya ama si kakek ? " tanya Rina kepada Sharena.
" apaan ya gak lah gue itu udah anggap dia kakek gue sendiri "
" hahaha kakek sendiri apaan yang di embat juga "
" ya kan gue butuh duit gak gitu gue gak makan dong "
" kan masih banyak yang lain "
" kalau masih biasa di embat ngapain di tinggalin,lagian ya si kakek adalah orang yang paling banyak ngasi gue uang gak kayak yang lain "
" tapi beneran bukan karena lo jijik ama si kakek gue liat lo gosok gigi sampai dua kali loh "
" gue itu gosok gigi ulang karna tadi gue salah pake pasta gigi "
" emang tadi lo pake apaan buat gosok gigi ? "
" itu pasta Gigi nya si Susi ketinggalan waktu dia nginep disini kemaren gue salah ambil gara gara lo ngajakin gue ngobrol mulu dari tadi "
memang Sharena menggosok gigi nya ulang karna dia salah pake pasta gigi dan menurut nya pasta gigi milik si Susi itu rasa nya aneh di mulut.
__ADS_1
mereka larut dalam obrolan mereka hingga pukul 3 dini hari akhirnya mereka memilih untuk tidur setelah mereka merasa ngatuk.
Rina kembali ke kamar kost nya yang berada di sebelah kamar Sharena.