Gadis Bar

Gadis Bar
bab 5


__ADS_3

 


" ini yang tadi aku bilang Rina " kata mami


 


" o ... kalau ini aku kenal cuma namanya Nana bukan Rina " ujar Handy " boleh juga nie cewek dari tadi ngeliatin bawah terus apa tali sepatu gue lepas ya " Handy pun melihat sepatu nya .


saat Handy melihat tali sepatutnya saat itu juga terdengar lagu the shadow of your smile orang yang menyanyikan lagu itu ternyata Sharena suara nya lebut pas dengan lagu nya dan itu lagu favorit Leo.


Handy memandang sedih Rina yang pindah ke meja 7 menggelendot ketamu gedut yang baru saja datang.


karena tidak ada teman bicara akhirnya Handy ngobrol dengan mami.


"ngomong ngomong Sharena bisa di bawa gak mam ? tanya Handy


"dibawa kemana ? kepasar ?"


" kehotel mau gak ya "


"asal dia suka sama yang bawa oke saja "


" o ... gitu ya , harus suka dulu ya ?"


"iya dong gadis gadis yang mangkal disini gak sembarangan menerima tamu untuk di bawa ke hotel.mereka liat liat dulu enak dia ajak bergaul apa gak "


"Ongkos nya berapa ?" tanya Handy seperti orang dungu . mami terkikik geli sambil menutup mulut nya


"tergantung bisa mahal bisa murah "


" oo ... begitu ya ?" Handy manggut-manggut lalu bertanya lagi " disini boleh ciuman gak ?"


mami tersenyum geli sambil menjawab " bkalau gak keterlaluan sih bolah aja "


" kalau gitu aku mau cium ah "


"mau cium siapa ?"


"cium mami saja "


" husy ! ngaco kamu ! " wajah Handy di raup mami dan makin tertawa geli


" hemm ..." Handy mencebik lalu berjalan pergi menuju meja Leo .


Mami cemberut lagi " sialan kamu Han " teriak mami.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sharena tiba di rumah kost nya pukul 4. subuh bukan hal yang aneh bagi seluru penghuni kost disitu.

__ADS_1


maklum, mayoritas penghuni kost disitu adalah wanita malam.


Ia berbaring dengan dua tangan ditindih dibawah kepala. baju tidur nya celana pendek dan kaos oblong tipis.


Mata Sharena yang bundar berkedip-kedip memandangi langit-langit kamar.


pikirkan nya menerawang ke perjalanan malam yang habis di lewati ny bersama Leo.


"bodoh amat aku ya, kenapa gak mau diajak ke hotel. padahal kan asik aku bisa beristirahat di kasur yang empuk dan kamar yang lebih nyaman . aku juga bisa lebih banyak tau tentang pribadinya lewat obrolan obrolan kami " sesal Sharena dalam hati.


flashback


" kalau dibandingkan dengan Pablo Picasso bagusan mana ?" tanya Sharena


"Ooo...bagusan suaranya Maradona !" jawab Leo ngawur sekalian. mula mula mereka membahas tentang lagu memuji suara Sharena yang lembut dan merdu Sharena tersenyum pipinya merona tersipu malu karna pujian dari Leo.


"kamu menguji kecerdasan ku ? kamu pikir aku gak tau Pablo Picasso ?" imbuh Leo tersenyum tipis.


" Ayahmu kah ?" tanya Sharena bercanda juga tersenyum manis menatap Leo.


"Guru mengambar nya dong ! masa Ayahku !"


Leo menawarkan Bir sebab Bir yang dipesan sudah habis dan Sharena tidak keberatan dengan itu.


"mau berapa botol lagi ?" tanya Sharena


"kamu kuat nya berapa botol ?" Leo tak kalah menantang


"aku gak biasa minum Bir " ucap Sharena


"kamu suka nya apa ?"


"Cordon Blue " jawab Sharena tersenyum manis. senyum Leo sedikit pahit ia tau Cordon Blue jenis mnuman kelas berat.


"apa disin ada ? kalau ada pesen aja " ucap Leo


"gak usah deh lain kali aja " ucap Sharena


"minum Cordon Blue disini gak enak " imbuh Sharena


"terus enak nya dimana ? di hotel ?"


Sharena diam saja dia memikirkan perlu tidak nya minum Cordon Blue tapi Leo menduga gadis itu mempertimbangkan tawaran nya yang mengajak minum di hotel


"gimana ? mau kehotel gak ?"


" gak ah "


"kenapa gak mau ?"

__ADS_1


" takut " jawab Sharena


Leo tertawa " *konyol juga ni anak* " ucap Leo dalam hati. lalu ia mencoba membujuk " kalau kehotel kita mau pesen apa aja ada. kesana yuk ? aku tau hotel yang bagus dan nyaman untuk istirahat "


" aku juga tau " ucap Sharena tak mau kalah


" kalau begitu ayo kita kesan "


" kita kan udah sama sama tau, untuk apa ke sana. kecuali diantara kita belum ada yang tau hotel yang bagus dan nyaman itu seperti apa nah baru deh kita kesana "


geli juga Leo, tapi keki juga dengan kekerasan hati gadis manis itu. dicubitnya pipi Sharena gadis itu juga membalas mencubit pipi Leo.


"sebenarnya kenapa sih gak mau diajak ke hotel ? takut ketahuan suami ya ?"


" suami ? suami itu apa ?" tanya Sharena pura pura bodoh


" suami itu sama dengan .... selimut bisa buat penghangat badan dan juga bisa di peras "


" emang kamu mau di peras ?"


" kalau yang meras kamu, kenapa tidak dan pasti nya aku seneng "


"diperas kok seneng " gerutu Sharena


"yang meras cewek cantik tentu saja yang diperas bukan uang nya tapi keringet ku "


Leo sengaja diam untuk memberi kesempatan Sharena menjawab tapi gadis itu hanya diam. Leo lalu menyambung kata kata nya tadi


" keringat yang di peras itu biasa nya keringat kemesraan, nah itu yang bikin lelaki pada greget "


" ih kamu pikirannya jorok terus "


"masa gitu aja jorok ? apa kamu gak suka yang jorok jorok ?" ucap Leo menggoda


" gak " jawab Sharena jual mahal


" ya udah kalau kamu gak suka yang jorok kita bicara yang bersih bersih aja "


mereka larut dalam obrolan dan candaan malam itu. mereka baru ingat obrolan tentang hotel lewat begitu saja mirip tukang sate yang sudah kehabisan daging.


Leo bermaksud mengantar Sharena tetapi Sharena menolak. akhirnya Leo memberikan kartu namanya dan meminta Sharena agar menelpon nya sewaktu waktu.


" ini ongkos nya " ucap Leo sambil menyodorkan uang. uang itu di terima Sharena tanpa dilihat lihat lagi dan langsung di masukan kedalam tas kecil yang ia bawa.


" terimakasih " ucap Sharena " kapan kamu kesini lagi ?"


" kamu mau nya kapan " tanya Leo


" bagaimana kalau besok malam "

__ADS_1


" oke besok malam aku datang "


Flashback end


__ADS_2