
Pintu kamar mandi terbuka Leo keluar dari kamar mandi hanya dengan sebuah handuk yang melilit di pinggang nya. Sharena yang melihat Leo sejak tadi pun langsung mengalihkan pandangannya saat tatapan mata mereka bertemu.
Sharena merasa gugup saat melihat bagian tubuh atas Leo yang polos. dengan sisa air yang menetes dari rambut, Leo terlihat lebih seksi menurut Sharena.
Leo yang melihat Sharena mengalihkan pandangannya tersenyum dan berjalan mendekati Sharena. berdiri di belakang memegang bahu dan menatap Sharena lewat pantulan cermin " mandi lah, aku akan menunggu mu " ucap Leo seraya tersenyum
Sharena beranjak dari kursinya meraih pakaian yang sudah dia ambil dari lemari,itu adalah pakaian yang sudah di siapkan oleh Sang Mama. menghadap ke Leo " aku mandi dulu " mengecup sekilas bibir Leo dan berjalan menuju kamar mandi.
Leo duduk melangkah menuju Sofa yang tadi mereka duduki meraih ponselnya sambil menunggu Sharena dia terlihat sibuk dengan ponselnya.
Sementara Sharena didalam kamar mandi mencoba menghalau rasa gugupnya guyuran air hangat yang keluar dari shower nyatanya tak membantu untuk menghilangkan rasa gugupnya.
Ini adalah malam pertama nya dengan Leo, dia merasa gugup. sedangkan Leo dia sendiri juga merasa sedikit grogi karena ini adalah malam pertama dia dan Sharena juga sekaligus malam pertama bagi diri nya. selama ini dia tak pernah menjamah tubuh wanita manapun, dan Sharena adalah wanita pertama nya.
20 menit berlalu tampak Sharena yang keluar dari kamar mandi, Leo menatap kearah Sharena meletakkan ponselnya di atas meja dan berjalan menyusul Sharena yang melangkah kearah ranjang.
Sharena duduk di tepi ranjang Leo juga mendudukkan dirinya di samping Sharena.
" kenapa tak memakai baju ?" tanya Sharena sebenarnya dia merasa gugup
Melihat wajah Sharena dan tersenyum menggenggam lembut jari Sharena " kita tak perlu baju kalau akhirnya akan di lepas juga " ucap Leo
Entah kenapa menurut Sharena Leo tampak santai dan tidak terlihat gugup. apa mungkin Leo sudah sering melakukan hal itu. nyatanya Leo hanya mengalihkan rasa gugupnya dengan mengatakan kata itu.
__ADS_1
Leo mendekatkan wajahnya mengecup bibir merah delima milik Sharena. Sharena membalas ciuman dari Leo. ciuman lembut yang membuat Sharena dan Leo terbuai melupakan rasa gugup keduanya.
Leo membaringkan tubuh Sharena pelan keatas ranjang tapi tak melepas ciuman bibir mereka. Ciuman lembut berubah menjadi lebih menuntut Leo melepas tali jubah mandi yang Sharena gunakan saat keluar dari kamar mandi tadi.
Saat jubah itu terbuka tampak tubuh Sharena yang terbalut sebuah lingerie tipis berwarna maroon. sangat cocok dengan warna kulit Sharena dan terlihat sangat seksi dimata Leo. Ciuman turun kearah dimana dua benda kenyal Sharena berada. Leo yang sudah merasa terbakar oleh gairahnya merobek lingerie itu seakan tak sabar untuk segera menikmati rasa benda kenyal milik Sharena tersebut.
Sharena menikmati apa yang dilakukan oleh Leo terhadap tubuh nya. dia menggigit bibirnya mencoba menahan desahan nikmat yang ingin keluar dari bibir mungilnya.
Leo menyusuri setiap inci tubuh Sharena yang kini sudah terlihat polos tak tertutup sehelai benang pun begitu juga dengan Leo. memberi kecupan kecupan mesra dan meninggalkan jejak di beberapa bagian tubuh Sharena. Saat merasakan gairahnya yang sudah diubun ubun Leo memposisi kan tubuhnya diatas tubuh Sharena. membuka kedua paha Sharena lebar dia siap memasuki bagian hangat milik Sharena.
Saat miliknya memasuki lubang kenikmatan milik Sharena Leo merasa kesulitan. seakan ada sesuatu yang manghalangi dirinya untuk memasuki milik Sharena.
Sedangkan Sharena mencoba menahan rasa sakit memejamkan matanya dan menggigit bibirnya saat Leo berusaha memasuki dirinya.
Mengalihkan pandangannya ke wajah cantik Sharena yang terlihat menahan sakit dan sedikit menitikan air mata.
" kau masih Perawan ?" tanya Leo kaget
Sharena mengangguk tanpa menjawab dengan kata kata. Leo sungguh tidak menyangka akan hal ini.
Setelah berhenti sesaat Leo kembali melanjutkan aksinya. desahan demi desahan keluar dari bibir mereka hingga terdengar lengguhan panjang saat mereka mencapai puncak kenikmatan.
Bunga mawar yang tertata rapi di atas ranjang pengantin sudah bertaburan entah kemana. Bunga melati yang menjadi hiasan di kamar pengantin mereka pun menjadi saksi bisu malam pertama bagi mereka berdua.
__ADS_1
Deru nafas tak beraturan masih terdengar dari diri mereka masing-masing. Leo menjatuhkan dirinya di atas tubuh Sharena. Sharena juga langsung memeluk tubuh kekar yang penuh oleh keringat milik Leo. waktu sudah menunjukkan pukul tiga pagi entah berapa lama mereka melakukan kegiatan panas itu.
Setelah beberapa saat Leo melepas milik nya dari dalam milik Sharena memposisi kan diri nya menyamping menghadap Sharena meraih tubuh polos Sharena dan membawa kedalam pelukannya seraya mengecup puncak kepala istrinya.
Kini Sharena sudah menjadi miliknya seutuhnya. Sharena yang berada dalam dekapan Leo semakin membenamkan wajahnya kedada bidang milik suaminya itu.
Kepuasan dan kebahagiaan terpancar dari wajah mereka. membelai lembut rambut istrinya dan mengecup nya berulangkali seiring dengan kata terimakasih yang dia ucapkan kepada Sharena.
" terimakasih sayang karena sudah menjaga milikmu yang paling berharga " mengecup kembali puncak kepala istrinya " terimakasih juga karena sudah memberikan nya untuk ku " ucap Leo dia bahagia karena dia adalah yang pertama bagi Sharena
Sharena mengadahkan wajahnya menatap suami nya " tak perlu mengucapkan terimakasih, sudah seharusnya aku menyerahkan milik ku yang paling berharga untuk suami ku " ucap Sharena tersenyum
" bagaimana bisa kau menjaga nya selama ini " tanya Leo penasaran yang dia tau pekerjaan Sharena sebelumnya bukankah Sharena harus melayani para tamu nya ? lalu bagaimana caranya istrinya itu melayani semua teman kencannya selama ini
" aku akan menjelaskan nya tapi tidak sekarang " Sharena menguap karena merasa kan kantuk " sekarang aku ngatuk dan lelah " ucap Sharena
Leo menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka " baiklah, mari kita tidur " mengecup sekilas bibir mungil istrinya " selamat tidur sayang, semoga mimpi indah " ucapannya tersenyum walau dia masih penasaran tapi Leo juga tak ingin memaksa istrinya untuk bercerita.
" selamat tidur juga suami ku " Sharena menyelusup kan wajahnya kedada bidang milik suaminya membalas pelukan dan mencari kehangatan dari tubuh suaminya itu.
Leo paham istrinya pasti merasa sangat lelah setelah acara resepsi pernikahan mereka. Bahkan dia langsung meminta Hak nya sebagai seorang suami tanpa bertanya apakah istrinya itu merasa lelah atau tidak.
Leo akhirnya terlelap menyusul sang istri yang sudah lebih dahulu tidur pulas dalam dekapan hangatnya.
__ADS_1