Gadis Bar

Gadis Bar
bab 7


__ADS_3

 


Malam ini Sharena terpaksa berbohong kepada Leo ia mengatakan bawah ia sedang sakit dan tak bisa menemui Leo, Sharena menitipkan pesan kepada Rina jika bertemu Leo maka Rina harus mengatakan apa yang tadi Sharena jelas kan.


 


" tadi Sharena udah dateng, tapi dia pulang lagi " ucap Rina


" kenapa ?" tanya Leo


" perut nya tiba tiba sakit jadi dia memutuskan untuk istirahat di rumah "


" jadi dia gak bakal kesini lagi ya ?"


" kayak nya sih gitu "


" ya udah deh kalau gitu makasih ya " ucap Leo lalu akan beranjak pergi tapi Rina menahan


" mau kemana ?"


" mau pulang " jawab Leo


" loh baru juga dateng, gak mau minum dulu aku temenin deh "


" sebelumnya makasih deh, tapi aku juga ada urusan darurat, sebenarnya aku juga mau ngomongin ini ama Sharena " ucap Leo beralasan agar dia bisa pergi dari tempat itu.


" Oh ... gitu ya, "


 


Sharena memilih menghindari dua pria tersebut dari pada dia malah akan membuat masalah jika harus memilih salah satu dari mereka. Sharena membaringkan tubuhnya di atas ranjangnya sambil memikirkan perjalanan kencan nya bersama Om Sam, Leo dan juga Ruli, jika bersama Om Sam dia bisa mendapatkan uang lebih banyak dari yang ia dapatkan saat menemani Ruli da Leo, walau hanya sekedar memberi kecupan bibir saja.


 


tapi apakah itu berarti dia harus meninggalkan kedua pria tersebut. gadis cantik itu belum tahu harus melabuhkan hatinya kemana.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


 


Malam berikutnya Leo selalu datang lebih awal dia menjadi pelanggan pertama saat Bar mulai di buka.


 


dia melakukan hal itu setelah dia gagal menemui Sharena . Leo pasti sudah nongkrong bersama mobil mewah nya ditempat parkir sebelum jam 7 saat Bar dibuka.


" biasanya Sharena datang tepat jam 9, kamu kepagian datangnya "


"aku rasa gak sepagi orang sarapan mam " jawab Leo membalas candaan Mami


" gak sama Handy ?"


" Handy lagi sibuk jadi panitia "

__ADS_1


" maksudnya panitia sebuah pameran ?"


" panitia sunatan ponakannya di Bogor "


" Ooo ..." mami tertawa geli " kamu kerja dimana Leo ?"


" Pabrik Roti, Wings Bakery "


" Pabrik Roti apa Sabun ? setahu ku Wings itu merk sabun cuci " ucap mami ragu


" tapi ini Pabrik Roti mami " jawab Leo meyakinkan


" Ooo... begitu ya "


mami menanggapi dengan serius. padahal Leo hanya merendahkan diri menutupi keadaan sebenarnya Leo bukan orang yang gemar pamer karier.


tapi karena penampilan Leo yang selalu rapi orang pasti menduga bahwa dia bukan karyawan biasa bisa saja dia adalah manager di Pabrik Roti tersebut.


" uang nya pasti tebel " bisik salah satu gadis yang ada di situ


" pantas kalau mami mendekati nya " ucap gadis yang lain


" tapi yang dia cari kan cuma Sharena, gak mau ditemani yang lain, emang mami bisa geser kedudukan Sharena ? "


" kurasa sih bisa, jangan salah mami kan jago melobi dan pintar memikat cowok "


" ah ... biar saja itu urusan mami, aku hanya ingin menikmati ketampanan wajah nya yang tidak menjemukan. "


" ah masa sih ?" ucap Leo senang sekaligus malu


" bener kok kamu tampan dan Sharena juga cantik, kalau aku jadi dia aku juga gak akan mau jauh jauh darimu "


Leo merasa ada kesan tersendiri di balik ucapan itu. Leo menangkap ada sebuah harapan yang dapat di terima balik oleh mami. tapi Leo pura pura tidak mengerti.


" mami sudah lama mengelola Bar ini ?" tanya Leo mengalihkan pembicaraan


" kurang lebih dua tahun "


" sendiri ?"


" maksudnya ?"


" barang kali join dengan teman atau di bantu oleh suami "


" suamiku sudah minggat "


" O, Sorry . kalau begitu mami bener bener wanita yang tangguh " puji Leo untuk menyenangkan hati sang mami.


mami tersenyum bangga.


" mami tinggal dimana "


" di kemang " mami lalu menyerahkan kartu nama nya " main lah kerumah jika kamu mau " imbuh nya

__ADS_1


" tapi kalau malam pasti disini kan ?"


" kalau sudah ada janji aku bisa mewakilkan urusan di sini kepada bartender ku "


Leo manggut-manggut lalu mengatongi kartu nama itu.


" kapan mau main kerumah ?"


" kapan kapan pasti saya hubungi dahulu "


" kamu punya kartu nama ?" tanya sang mami


" kebetulan sedang habis, dua hari lagi jadi. mau kartu nama atau kartu keluarga ?"


" kamu sudah berkeluarga ?"


" sudah " jawab Leo mantap


" punya anak berapa ?"


" kalau anak belum punya, kalau istri banyak "


mami tertawa geli. semua obrolan berbau candaan itu terhenti saat Sharena mendekati meja mereka.


" bagaimana sakit mu ? apa masih terasa ?" tanya Leo khawatir


" hemm ... sudah tidak, sudah sembuh kok " jawab Sharena seraya tersenyum manis menutupi rasa tak enak hati nya karena sudah membohongi Leo. " maaf ya kemare aku gak bisa menemui mu " ucap Sharena menampakkan rasa sesal


" tak apa aku memahami mu "


seorang waiters dipanggil untuk membawakan minuman buat Sharena tapi Sharena menolak


" kenapa ?"


" gak usah nanti aja " ada sesuatu yang disembunyikan dibalik penolakan itu Sharena menyimpan kecemasan


" Leo aku punya tempat yang lebih nyaman dari tenpat ini "


" maksudmu dihotel " tanya Leo menggoda


" ah,,, kamu hotel melulu pikirannya "


" maklum aku bekas roomboy sih " ucap Leo membuat gadis manis itu tersenyum geli


" ada tempat yang enak dan romantis "


" disini juga ada, jika kamu mau lebih romantis kita bisa duduk di meja yang sedikit gelap di sana " tunjuk Leo kearah meja yang berada di sudut Bar


" tapi aku ingin pertemuan khusus dengan mu"


" kamu punya misi dalam pertemuan khusus itu "


" ya. misi pribadi " jawab Sharena walaupun dia tidak tau misi apa nanti yang akan di sampai kan yang penting hati nya sudah lega karna Leo sudah mau untuk diajak pergi dari Bar itu.

__ADS_1


__ADS_2