
Siang ini Leo sudah membuat janji akan bertemu Sharena di Restoran. Seperti hari sebelumya pagi hari Leo mengirim pesan menujukan perhatian nya kepada Sharena, Sharena hanya membalas seadanya.
Dan juga pagi ini Sharena kembali mendapatkan kiriman sebuket bunga mawar.
Saat jam makan siang Tomma masuk kedalam ruang kerja Sharena setelah mengetuk pintu.
" nona tuan Leo sudah datang " ucap Tomma. Sebelumnya Sharena sudah mengatakan kepada Tomma bahwa Leo akan datang.
" Baiklah " ucap Sharena dia mulai beranjak dari kursinya langkah nya berhenti ketika Tomma bersuara
" tapi nona ..." ucap Tomma ragu apa dia harus memberi tau Sharena atau tidak
" tapi apa ?" ucap Sharena
" tidak jadi nona " ucap Tomma
Sharena melanjutkan langkahnya menuju Ruang yang biasa Leo tempati jika ia makan di Restoran itu.
" Tomma kamu bisa kembali lanjutan makan siang mu " ucap Sharena dia akan menemui Leo sendiri
" baik nona "
Sharena mengetuk pintu ruangan sebelum akhirnya dia membuka pintu tersebut. Setelah pintu terbuka Sharena mematung untuk sesaat, dia melihat bukan hanya ada Leo didalam ruangan itu.
Dada nya terasa sedikit sesak, dan entah mengapa bagaikan ada ribuan jarum tak kasat mata menusuk hatinya.
Hal ini lah yang tadi ingin Tomma sampaikan kepada Sharena, tapi tidak jadi karena dia pikir Sharena sudah tau.
__ADS_1
Ada dua sosok lain yang tidak Sharena kenal. Seorang gadis muda dan cantik, dan yang satunya lagi seorang wanita paruh baya. menetralisir raut wajahnya Sharena segera menampilkan senyuman.
melangkah maju menuju kearah meja. menyapa dengan sopan di sertai dengan senyuman sebagai mana layaknya seorang Manajer menyapa pelanggan Vvip mereka.
" Selamat siang Tuan Leo , Nyonya Dan Nona " ucap Sharena Lembut. menatap Leo sejenak dan beralih ke wanita paruh baya dan terakhir ke arah wanita cantik yang juga duduk di sebelah wanita paruh baya itu.
Sharena berpikir mungkin itu adalah calon istri Leo, dan mungkin wanita paruh baya itu ada ibu dari wanita muda tersebut. melihat dari wajah mereka yang terlihat mirip.
Handy mengatakan bahwa Leo akan menikah dengan Gadis Jepang, Tapi mengapa ini terlihat seperti orang Indonesia ? Ucap Sharena dalam hati
Leo yang melihat sedikit perubahan pada wajah Sharena pun hanya tersenyum tipis. melihat kearah sang Mama yang juga membalas sapaan Sharena dengan lembut dan tampak senang begitu juga dengan sang Adik.
Kedua wanita itu adalah Ibu dan Adik Leo. wajah Leo memang tak terlihat mirip dengan sang Mama,karna dia sangat terlihat mirip dengan Almarhum sang Ayah.
Itu lah mengapa Sharena berpikir bahwa mungkin itu adalah calon istri dan mertua Leo. Tadi pagi saat mereka sedang sarapan, Leo mengatakan kepada sang Mama bahwa dia ingin memperkenalkan seseorang kepada sang Mama saat makan siang.
" Nama saya Sharena nyonya " ucap Sharena " saya Manager disini " lanjut nya
" senang bertemu dengan mu sayang " ucap sang Mama tersenyum seraya memeluk Sharena melakukan gerakan cipika cipiki
Sharena sedikit bingung, melirik kearah Leo seperti minta penjelasan tapi pria itu hanya mengangkat bahu dan tersenyum. Leo memang belum mengatakan kepada sang Mama siapa yang akan dia perkenalkan, tapi saat melihat bagaimana Leo menatap Sharena sang Mama tau bahwa Sharena pasti adalah Gadis yang Istimewa bagi Putranya.
Selema ini Leo tak pernah membawa atau mengenalkan seorang gadis walau hanya sekali. bahkan disaat disuruh cepat menikah oleh sang Mama Leo selalu menolak dengan alasan belum menemukan yang cocok dan pas di hati.
Beralih ke sang Adik setelah sang Mama melepas pelukannya pada Sharena, Tissa langsung mengulurkan tangannya " kenalin nama aku Tissa kak " ucap Tissa tersenyum dan tampak senang.
" iya, saya Sharena " ucap Sharena juga tersenyum membalas uluran tangan Tissa " silahkan duduk nyonya dan Tissa " melihat ke arah Mama Leo mempersilahkan mereka untuk duduk. Sedangkan Leo dari tadi dia bahkan tidak beranjak dari kursinya.
__ADS_1
" ya kamu juga duduk lah " ucap Mama Leo
Sharena mau tidak mau dia ikut duduk, sebenarnya dia merasa tidak enak mungkin saja kehadiran nya disitu akan mengganggu acara makan siang mereka bertiga.
Dia berpikir mungkin ini maksud Leo mengajak nya bertemu agar bisa memperkenalkan calon istrinya. walau Sharena bilang bahwa dia akan mencoba melupakan Leo tapi tetap saja, saat melihat Leo bersama wanita lain hatinya masih terasa sakit.
Bagaimana ini baru melihat mereka makan siang saja aku sudah merasa sakit, apalagi nanti saat aku melihat mereka menikah Ucap Sharena dalam hati.
Saat mereka duduk pelayan datang dan segera menyajikan makanan yang sudah di pesan tadi.
" oh iya jangan panggil nyonya, panggil saja tante atau Mama itu lebih baik " ucap sang Mama
Sharena hanya tersenyum canggung dan bingung. Melirik kearah Leo dan masih tetap sama dia hanya tersenyum. Beralih menatap Tissa yang tersenyum manis seolah tak keberatan dengan ucapan sang Mama.
" Maaf ya kak kita pesen duluan tadi " ucap Tissa nyengir merasa tak enak hati
" Kalau kamu mau kamu bisa pesan yang lain " imbuh sang Mama
" Sharena bisa makan apa saja Ma, dia tidak memilih makanan " ucap Leo membuka suara
" Wah sepertinya kalian sudah lama saling kenal ? kamu bahkan tau banyak tentang Sharena " ucap sang Mama melihat Leo lalu menatap Sharena seraya tersenyum
" tentu saja, kami sudah lama saling mengenal " ucap Leo
Sedangkan Sharena dia hanya tersenyum canggung dan merasa sedikit takut. takut jika terjadi kesalahpahaman dan membuat keributan.
kenapa dia ngomong gitu ? apa dia gak takut calon istri dan mertua nya salah paham ? sepertinya mereka sudah dekat sekali ya, Leo bahkan sudah memanggil dengan sebutan Mama. Ucap Sharena dalam hati
__ADS_1
" kenapa bengong ? ayo kita mulai makan siang nya " ucap sang Mama kepada Sharena