
Sharena terbangun saat waktu sudah menunjukan jam 12 siang dia bergegas mandi setelah selesai ia langsung memesan makanan dari warung yang aja di sebrang jalan. sebenarnya kurang pantas di bilang warung karena tempatnya agak mewah tapi di bilang restoran juga gak pantes karena terlalu sederhana. tapi siapa yang peduli itu yang penting makanannya enak dan perut kenyang.
setelah makan siang ia segera mengambil uang di tas kecil. ia baru ingat semalam memasukan uang hasil pemberian Leo kedalam tas.
uang yang di diberi oleh Leo itu masih utuh, ternyata jumlahnya beberapa lembar uang berwarna merah tapi juga tidak sedikit
" hanya menemani duduk dan minum saja di beri segini, wow ! dermawan sekali si ganteng itu " ucap Sharena
☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Telpon berdering itu untuk umum artinya untuk orang orang yang indekost disitu.
"Sha ada telpon buat lo ni " ucap salah satu teman kost Sharena
" dari siapa ?" tanya Sharena
" gak tau suara nya sih cowok "
"apa mungkin si ganteng, tapi tau dari mana dia no kost ? apa dia minta ama mami ya ?" ucap Sharena dalam hati
"ya halo siapa ? " sapa Sharena setelah telpon itu berpindah pada nya
" ini aku Ruli " jawab orang yang berada di sebrang telpon sana
__ADS_1
" Ooo... kamu ada apa ?" tanya Sharena malas
"kok jawab nya gitu ? apa aku ganggu kamu "
" eh ... gak kok, maaf ya aku cuma masih ngantuk aja " jawab Sharena ngeles " iya kamu itu ganggu banget " gerutu Sharena dalam hati. sebenarnya nya Sharena benar benar malas berurusan dengan Ruli, menurutnya Ruli itu orang yang terlalu serius dan gak bisa diajak bercanda itu sebab nya dia merasa lebih enak dan merasa nyaman saat berbicara dengan Leo.
Beberapa hari ini Ruli gak pernah muncul di Bar dia juga gak tau kenapa, tapi dia merasa seperti lebih nyaman jika tak ada Ruli.
" kok diam aja ? kamu masih disana kan ?" ucap Ruli
" ah ..iya ? "
" jadi bagaimana ?"
"bagaimana apanya ?" jawab Sharena bingung
"kamu gak dengerin aku ngamong ?" ucap Ruli kesal
"ooo... aku tanya kamu nanti malam pasti ada di Bar kan ?"
"iya..."
" ya udah entar malam aku kesana kamu jangan terima tamu lain ya "
" ya "
telpon ditutup tapi sedetik kemudian Sharena tersadar dia sudah ada janji bersama Leo. dia bingung bagaimana caranya dia bisa menemani dua orang sekaligus, yang ada mereka bakal ribut. dan Sharena gak mau bikin masalah di Bar.
__ADS_1
apa dia harus menghindari Ruli dan bertemu Leo saja, atau dia harus menemani Ruli dan membuat alasan bahwa dia memliki urusan darurat dan gak bisa nemuin Leo. Sharena berperang dengan pikirannya sendiri.
Sharena meminta pendapat kepada Rina tapi itu tidak membantunya yang ada malah membuatnya tambah pusing.
" ya udah dua dua nya aja, sebelah kanan Leo sebelah kiri mu Ruli . beres kan " ucap Rina
" beres dengkul mu " gerutu Sharena
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
RULI ada tamu langganan Sharena selain Om Sam si kakek tua itu.hubungan mereka sudah berjalan empat bulan Ruli kadang bisa di ajak bercanda, tapi kegembiraan nya terasa berbeda jika bersama Leo. Ruli sering bersikap egois dan menjadi serius. menurut Sharena berubah serius sama saja berubah menjadi setan ngeri dan menjemukan.
Sharena pernah diajak menginap di hotel oleh Ruli. kebetulan Ruli mempunyai usaha di bidang perhotelan walau tidak begitu mewah.
kalau tidak salah sudah 4 kali Sharena dia ke hotel. tapi Sharena tidak mau melayani nafsu Ruli dengan berbagai alasan dia berusaha menghindar dari Ruli yang ingin menikmati kehangatan tubuhnya. ia ingat waktu pertama kali di ajak oleh Ruli ke hotel, ia berpura pura sedang menstruasi.
" aku sedang deras derasnya Ruli, lain kali aja deh "
" emang kamu kehujanan pake deras segala " ucap Ruli bersungut-sungut
" maksud aku, aku sedang kedatangan sang rembulan. jadi deh " ucap Sharena menujuk wajah tak enak hati karna sudah menolak Ruli
Ruli menahan jengkel tapi Sharena pintar dan pandai menyenangkan hati Ruli dengan cara lain sehingga ia merasakan kelegaan di hati seolah sudah menikmati kehangatan tubuh Sharena.
yang kedua Sharena beralasan di sedang buang buang air karna habis di kerjain teman minum susu cokelat di campur obat pencuci perut. Sharena terpaksa sebentar sebentar pergi ke wc. karena Sharena sering bolak balik ke wc Ruli menjadi tak selera.
yang ke tiga dia sengaja mengajak Ruli minum banyak hingga Ruli mabuk dan ketiduran. mereka bangun kesiangan dan Ruli buru buru pergi karna ada rapat penting sehingga ia tak sempat berbuat apa apa.
__ADS_1
yang terakhir dia hampir kehilangan akal tapi untungnya dua ingat cara terampuh lain nya ia sengaja membawa obat merah dan menetes kan obat tersebut di daerah tertentu di celana jeans yang dia pakai.