
Sharena tiba di Restoran gadis itu langsung masuk keruangan nya, ia melihat sebuket bunga mawar di atas meja nya.
Gadis itu mencoba menghubungi seseorang " bisa kau keruangan ku " ucap nya pada orang yang ia hubungi
" baik nona "
Tak lama terdengar suara ketukan pintu, setelah mendapat jawaban Tomma masuk kedalam melangkah mendekati meja kerja Sharena
" ada yang bisa saya bantu nona "
" siapa yang meletakkan buket bunga di meja ku " tanya Sharena
" saya nona, kurir nya mengatakan bunga itu untuk nona " ucap Tomma
" apa kau tau siapa pengirimnya ?"
" tidak nona, apa di dalam situ tidak ada petunjuk pengirimnya nona ?"
Sharena meraih buket bunga itu mencari sesuatu dan melihat sebuah kertas berwarna merah muda terselip diantara bunga
Semoga hari mu menyenangkan
Sharena berpikir siapa orang yang sudah mengirim bunga untuk nya selama ini dia belum pernah mendapat kiriman bunga selama berkerja di Restoran
" tidak ada petunjuk " ucap Sharena " baiklah kau boleh kembali keruangan mu "
Tomma pamit dan langsung meninggalkan ruangan itu, Sharena masih melihat bunga yang ada di tangannya dan menghirup aromanya
Meletakkan kan kembali buket bunga di atas meja, Sharena duduk dan mulai menyala kan laptopnya.
Sharena larut dalam pekerjaannya hingga tak sadar waktu telah menunjukkan bahwa sudah saatnya makan siang.
Dia menghentikan kegiatannya lalu melihat jam yang melingkar di tangannya
Dia akan menemui sahabatnya yaitu Rina mereka berjanji akan makan siang bersama
Sharena meraih tas dan Hp nya lalu beranjak meninggalkan meja kerjanya
__ADS_1
Sharena sudah memesan taksi online sebelumnya saat ia keluar taksi nya sudah menunggu di depan Restoran
Saat tiba di sebuah Mall Sharena langsung menuju salah satu Restoran yang berada di dalam Mall itu.
Masuk kedalam Restoran dia mencari sosok sahabatnya, Rina melambaikan tangannya saat melihat Sharena.
Sharena melangkah menuju meja tempat Rina duduk. mendudukkan dirinya di salah satu kursi yang ada di situ
" kenapa gak ketemuan di Resto tempat kerja gue aja sih " ucap Sharena dia kesal mengapa harus jauh jauh pergi ke Mall kalau hanya untuk sekedar makan
Sahabatnya itu memang aneh padahal di Restoran nya juga terdapat banyak menu dan pastinya juga enak
" gue ngajakin lo ke sini biar lo gak bosan, mungkin aja kan lo bosan sama menu yang ada di sana " jawab Rina
Sharena hanya menggelengkan kepalanya menanggapi ucapan sahabatnya.
Memesan makanan dan minuman mereka makan sambil ngobrol
" Rin, lo gak mau kerja bareng gue aja " ucap Sharena. dia selalu menawarkan kepada Rina agar kerja di Restoran saja
" lo mau gue jadi pelayan di sana, ogah gue entar lo seenaknya nyuruh nyuruh gue " ucap Rina sambil tertawa
Sharena tau Rina hanya bercanda dengan ucapannya, Sharena hanya ingin sahabatnya juga meninggalkan pekerjaan dunia malam itu
Rina juga sama dia ingin meninggalkan pekerjaannya, tapi dia tak ingin merepotkan Sharena.
Dia hanya tamatan SMP walau ia pernah melanjutkan pendidikan nya ke SMA tapi itu hanya sampai di semester pertama.
Dia harus berhenti sekolah karena keterbatasan biaya. Rina seorang gadis yatim piatu.
" tapi Sha ..."
" udah deh lo nurut aja ama gue, dan gue mau mulai malam ini lo berhenti kerja di Bar " ucap Sharena tegas
" Ok deh gue nurut ama lo sekarang " ucap Rina
" gitu dong, itu baru sahabat gue " ucap Sharena seraya mencubit pelan kedua pipi Rina
__ADS_1
" Sha ... sakit tau !" ucap Rina melepaskan tangan Sharena dari wajah nya " kita jadi tontonan orang, entar mereka mikir kita pacaran lagi "
" ih, gue masih waras kali " ucap Sharena memberengut kesal
setelah mereka selesai makan siang Sharena kembali ke Restoran, Rina juga kembali ke kost nya
☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Saat waktu menunjuk kan jam setengah 11 malam Sharena beranjak dari kursinya meraih tasnya lalu keluar dari ruangan.
Tadi Sany mengatakan akan sedikit terlambat menjemput Sharena
Sharena akan menunggu Sany di depan Restoran saja, agar tidak bosan saat menunggu Sharena memainkan ponselnya.
Gadis itu duduk di kursi Restoran yang berada di luar di bagian sudut.
Karena Restoran sudah tutup maka lampu bagian itu sudah di matikan.
Tiba tiba saja seseorang menarik kasar tangan Sharena dan membawa nya menuju sebuah mobil.
" kamu harus ikut aku malam ini Sha " ucap orang itu
" apa apaan kamu ? lepas gak !" ucap Sharena
Sharena mencoba melepaskan tangannya dari orang itu, tapi percuma tenaga Sharena tak sekuat orang itu.
Sharena sengaja tidak berteriak minta tolong karena dia mengenal orang itu, dan dia tidak ingin membuat keributan.
Kebetulan satpam yang berjaga juga tidak melihat kejadian itu.
Dia memaksa Sharena masuk kedalam mobil, dan saat dia memutar lewat depan mobil untuk masuk lewat pintu sebelah kanan, Sharena menggunakan kesempatan itu untuk keluar dari mobil.
Sharena cepat cepat keluar dari mobil dan lari ke sembarangan jalan.
" Sharena, Sha ... " Ruli segera mengejar Sharena dengan berang
Sharena tak berteriak minta tolong. Ia ingin mengatasi sendiri pengejaran itu.
__ADS_1
Ketika ia akan membelok ke arah gang kecil,tiba tiba ada seorang lelaki berbadan kekar dan berwajah dingin.
Sharena terkejut hingga nyaris menjerit keras. Ia terpaksa berhenti melihat kearah belakang, Ruly semakin dekat dengannya.