
Sharena tiba di Bar sedikit lebih awal dia langsung duduk di samping mami.
" kasihan Ruli dia mencari mu terus " ucap mami memulai aksi nya untuk membujuk Sharena agar mau menemani Ruli
" benarkah ?" ucap Sharena sedikit merasa bersalah karena dia sudah berjanji kepada Ruli tapi dia tidak menemui Ruli sama sekali
" dia minum sendiri dan terlihat melamun, dia juga tidak mau di temani oleh siapapun " ucap mami meyakinkan
" apa dia sering datang ke sini ?"
" ya. dia selalu mencari mu. oh iya tadi Leo kesini dia bilang dia ada urusan mendesak jadi tidak sempat menemui mu, dia hanya menitip pesan untuk mu bahwa dia tidak bisa menemui mu " ucap mami berbohong
Sharena ingat kemarin malam Leo bilang mungkin dia akan pergi ke luar kota tapi tidak pasti kapan. dia menyesal kenapa tak memberi Leo no hp nya agar Leo gampang memberi kabar padanya.
selama ini Leo selalu menjemput Sharena di Bar dan membawa nya ketempat tempat yang Sharena sarankan. Sharena bahkan tak pernah menelpon Leo karena dia takut mengganggu pekerjaan Leo. Leo juga seakan lupa menanyakan no hp Sharena jika sedang bersama Sharena.
mami semakin gencar membujuk Sharena agar mau menemani Ruli
" temanilah Ruli kasihan dia "
" oke deh " ucap Sharena
☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Saat Ruli datang Sharena menyambutnya dengan senyuman, menebus rasa bersalah nya kepada Ruli.
" hai lama tidak bertemu " ucap Ruli basa basi
" maaf ya, aku lupa kalau udah ada janji sama kamu " ucap Sharena mencari alasan
__ADS_1
" tak apa aku memaklumi " ucap Ruli tersenyum. dia melirik mami dan mengacungkan jempol nya secara diam-diam memuji kecerdasan mami yang berhasil membujuk Sharena
" aku menelpon ke hp mu tapi sudah tak aktif. kenapa ?"
" hp ku hilang saat aku pergi berbelanja. dan aku tidak sadar mungkin saja terjatuh saat aku sedang memilih milih barang "
" apa aku perlu membelikan mu Hp baru ?" ucap Ruli menawarkan
" tidak perlu karna aku sudah beli yang baru " ucap Sharena menolak
" baiklah, nanti jangan lupa mengirimkan pesan kepada ku agar aku tau no baru mu dan tidak kesulitan menghubungi mu " Sharena hanya mengangguk dan tersenyum
" kita makan Seafood yuk " ajak Ruli " aku kangen makan sama kamu " imbuh nya
Sharena mengiyakan karena dia tidak mau membuat Ruli kecewa sekaligus menebus rasa bersalah nya.
mereka makan Seafood di restoran mewah. setelah makan Ruli tak ingin membuang kesempatan dia lalu membawa Sharena ke hotel yang lebuh mewah. dia ingin membuktikan bahwa dia juga bisa memberi lebih untuk Sharena.
Ruli memesan Suite room ia ingin menujukan bahwa ia lebih unggul dari pada Leo. padahal Sharena tidak mempermasalahkan itu menurut nya tidak perlu mewah yang penting tips untuk nya yang di tambahin.
Ruli menerima kunci dari resepsionis dia merangkul Sharena dan berjalan menuju kamar yang dia pesan.
mereka tiba di depan lift dan menunggu lift terbuka. saat lift terbuka tampak segerombol pria berjas mewah berada di dalam lift dan akan melangkah keluar.
saat melewati Sharena, Leo menghentikan langkahnya tepat di samping Sharena. dia menatap dengan tatapan yang sulit diartikan.
sedangkan Sharena hanya tertunduk diam tak berani untuk melihat kearah Leo.
Leo melanjutkan langkahnya. dia sedikit merasa kecewa terhadap Sharena disaat dia mengajak Sharena kehotel gadis itu selalu menolak tapi sekarang dia malah melihat Sharena berada di hotel bersama laki laki lain.
Ada rasa marah kesal dan kecewa di dalam hatinya. tapi dia juga menyadari itu adalah pekerjaan Sharena dan gadis itu berhak memilih siapa saja laki-laki yang mau ia layani.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️
sementara Sharena setibanya didalam kamar hotel ia hanya terdiam tak menyangka bahwa dia akan bertemu Leo di hotel. Ruli yang melihat Sharena yang hanya diam saja mencoba menawarkan minuman kepada Sharena.
" aku gak boleh gini, jika aku diam saja bisa bisa Ruli akan marah dan aku gak akan dapat tips darinya " pikir Sharena dia mengambil gelas berisi cairan merah yang ditawarkan oleh Ruli lalu menenggak nya sedikit.
" Sha aku ingin malam ini menjadi malam yang indah untuk kita " ucap Ruli. dia mengambil gelas dari tangan Sharena lalu meletakkan di atas meja.
dia mendekati Sharena dan mulai menciumi bibir Sharena. setelah merasa sulit untuk bernafas dia melepas ciumannya.
__ADS_1
" Maaf Ruli tapi aku gak bisa " jawab Sharena dia merasa gelisah bagaimana caranya agar dia tidak melayani nafsu Ruli.
" kenapa ?"
" aku sedang datang bulan "
" aku gak perduli. malam ini aku menginginkan mu Sha " Ruli mendorong Sharena kearah ranjang hingga Sharena terjatuh di atas ranjang. dia bahkan sudah berada di atas Sharena.dia mencengkram tangan Sharena dengan erat.
" Ruli aku mohon jangan paksa aku " pinta Sharena memelas
" kenapa apa hanya kakek tua itu dan si tukang Roti saja yang ingin kau layani ?" tanya Ruli bengis
" bukan begitu, hanya saja aku sedang dat ... "
" alah alasan ! aku tau selama ini kau sudah menipu ku " Ruli semakin emosi saat Sharena mencoba ingin menipu nya kembali " apa menurut mu aku mengidap penyakit menjijikkan sehingga kau menolak ku "
Ruli mencium paksa Sharena dengan kasar Sharena mencoba mendorong Ruli tapi tidak berhasil dia menghindari ciuman Ruli dengan menolehkan kepalanya ke kiri dan kanan.
Ruli yang emosi menampar pipi Sharena plaakk ... Sharena mendorong Ruli dan melompat turun dari ranjang. dia lalu mengambil botol minuman yang berada di atas meja tak jauh dari ranjang lalu memecahkan botol itu dengan menghantamkan botol di pinggiran meja.
" jika kau berani mendekat aku akan menusuk mu dengan ini " ucap Sharena dia mengacungkan botol pecah itu kepada Ruli
" tidak ini salah. harus nya aku tidak emosi tadi. harus nya aku merayu nya agar dia sendiri yang menyerahkan diri nya kepada ku " ucap Ruli dalam hati " Sha tolong jangan begini. aku minta maaf sebelumnya kalo aku udah kasar sama kamu " dia mencoba mendekati Sharena
" jangan coba-coba mendekat "
" Sha aku mohon maafin aku. aku sayang sama kamu aku hanya cemburu melihat kamu lebih memilih si tukang roti itu dari pada aku. aku berniat menikahi mu aku mencintaimu Sha "
" omong kosong ! tidak ada yang namanya cinta ! tukang roti siapa maksud mu ?"
" Leo. aku mendengar nya dari Mami. kau sering pergi kencan dengannya "
" mulut mami memang tong sampah ! Leo bukan tukang roti, jaga ucapan mu "
" Sha jika kamu seperti itu aku gak akan kasi kamu ongkos pulang "
" aku tidak butuh uang mu " ucap Sharena dia berjalan menuju sofa meraih tas yang berada di atas sofa membuka dan mengambil uang lembaran ratusan dan melemparnya di depan Ruli. sedangkan tangan satunya tetap mengacungkan pecahan botol di depan Ruli
" itu uang ambillah untuk beli bensin " Sharena merapi kan rambut dan baju yang ia gunakan menggunakan satu tangan nya lalu keluar dari kamar hotel.
Ruli menatap penuh amarah ke arah dimana uang yang di lempar Sharena tadi. dia berjalan kearah itu meraih uang tersebut tangan nya bergerak merobek uang itu hingga menjadi serpihan kecil.
__ADS_1
" brengsek aku tidak memberi nya uang tapi dia malah balik memberiku uang. dia menghina ku apa dia kira aku tidak mampu membeli bensin sendiri " ucap Ruli kesal