Gadis Kerikil

Gadis Kerikil
Roh


__ADS_3

sedangkan Ara dimarkasnya sedang tersenyum sinis melihat keadaan rumahnya dari CCTV yang dipasang dari masion ayahnya.


"ahh gadis pelangi itu benar-benar datang, sepertinya ada yang ingin bermain-main dengan ku. " ucap Ara sambil tersenyum puas


"siapa gadis itu Ra kok Jasmine sepertinya pernah melihat nya tapi dimana ya" tungkas Jasmine sambil menggelengkan kepalanya seperti orang berpikir keras


"hah bukan hal yang penting yang terpenting kita tidak perlu membantu tuan aditya yang terhormat itu dengan tangan kotor ku ini" ungkap Ara


'hah benar juga ya lagipula kan kita ketiduran mana mungkin bisa nolong mereka! " ucap Jasmine


"udah mendingan kita lanjut tidur capek mikirin yang gak penting sama sekali" ajak Araa


tanpa membantah ucapan Ara Jasmine kembali tertidur dengan nyaman .


setelah lama terdengar dengkuran halus dari Jasmine.


Ara duduk dibalkon kamar markasnya dengan senyum misterius.


"ahh pertarungan yang tidak begitu menyenangkan" ujar Ara.


tiba-tiba cahaya pelangi datang bersamaan dengan gadis pelangi datang.


"kurasa aku begitu lama pergi " ucap gadis pelangi


"tidak! kau perlu kebebasan juga sebagai seorang roh baikku! " tungkas Ara


"ahh kau begitu baik hati Ara tapi kenapa tidak kau saja yang menyelamatkan nya bukankah itu orang tuamu? " tanya Gadis pelangi


"bukankah aku sudah menyelamatkan nya kan? kau adalah roh ku berarti kau adalah aku bukan? " tungkas Ara


"iya kau benar, hehehe maaf lupa, udah aku mau masuk kembali ketubuhmu. setelah ini kamu butuh tenaga lebih untuk ini " ujar gadis pelangi itu


gadis pelangi masuk kedalam tubuh Ara dan menghilang setelah bersatu dengan tubuh Ara


"kuanggap itu sebuah pujian" ungkap Ara


ya sebenarnya Gadis pelangi itu bukanlah malaikat atau pun manusia dia hanyalah roh dari tubuh Ara yang digunakan untuk menyelamatkan ayahnya.


dia mengunakan itu hanya untuk kebaikan supaya tidak ada yang mengetahui identitasnya aslinya.


dia hanya ingin orang lain tau kalau dia hanyalah anak terasingkan yang tidak pernah dipublikasikan.


karena kelebihannya yang tidak bisa sembarangan orang tau bahkan tidak ada yang tau tentang kekuatan yang dimiliki nya.


hanya dirinya yang tau tentang kekuatan nya.


karena kelelahan Ara akhirnya tertidur dengan pulas.


pagi harinya seperti biasa Ara sudah bangun pagi dan sudah siap dengan setelan seragam sekolahnya

__ADS_1


"Jas Ara berangkat sekolah dulu, ya hati-hati di markas" pamit Ara


Jasmine hanya menganggukan kepalanya pertanda iya karena nyawanya belum terkumpul dengan baik.


Ara langsung keluar dari markasnya dengan para pelayanan dan bodyguard menunduk hormat kepada nya


"Max nanti malam Ara akan menghadiri acara bisnis terbesar jadi kita akan pulang ke masion utama " ujar Ara


"baik nona muda" jawab Max


setelah itu Ara langsung keluar markas diikuti oleh Max mereka masuk kedalam mobil keluar terbaru (bahkan Author pun gak tau namanya)


mobil Ara melesat menuju sekolah tidak butuh waktu lama Mobil Ara sudah sampai di sekolahan Ara


"jemput Ara seperti biasa Max" ingat Ara


"baik nona muda " jawab Max


setelah mengatakan itu Ara langsung keluar dari mobil itu dan menuju gerbang sekolah


para satpam menunduk tanda hormat kepada Ara


"selamat pagi nona muda ''sapa semuanya


" pagi" jawab Ara


Ara berjalan di Koridor sekolah yang masih sepi karena masih pagi.


ahhh


seseorang meringis kesakitan akibat terkena pisau lipat Ara


Ara yang mendengar hal itu langsung kearah suara


"aduh Ra lo kalau mau bunuh gue jangan gini dong" aduh Imanuel ya yang mengikuti Ara adalah Imanuel


"lagian Nuel ngapain ngikutin Ara? " tanya Ara


"gue baru nyampe sekolah kebetulan lo juga jadi gue ikutin aja dari belakang gue kan cowok jadi harus menjaga cewek dari bahaya!" terang Imanuel


"ohh" ucap Ara


"lo mah gak tau Terima kasih banget liat nih lengan gue berdarah, obatin dong " pinta Imanuel


"hmm" deheman Ara


Ara langsung mengulung lengan baju Imanuel dan mengambil obat serta hansaplast pelangi dari dalam ransel nya.


dengan telaten Ara mengobati luka Imanuel dikursi depan kelas mereka.

__ADS_1


Imanuel terkesima melihat Wajah Ara yang tanpa bersinar itu.


bahkan Imanuel bisa melihat tanda bintang yang tertutupi rambut Ara.


" lo cantik " ucap Imanuel tiba-tiba


"hah apaan Nuel, kamu ngomong apa? " tanya Ara


"gak kok, gue bilang titik bintang iya titik bintang yang ada di ubun-ubun kamu itu apa? " tanya Imanuel


Ara yang mendengar itu langsung tersadar bahwa mereka terlalu dekat hingga dia bisa melihat tanda itu


"itu hanya manik-manik aksesoris yang Ara pake supaya indah aja" terang Ara.


"tapiii." ucapan Imanuel terpotong saat ara langsung berdiri dan berjalan meninggalkan Imanuel sendiri dikursi depan kelas mereka.


"Ra, Ara " pangil Imanuel sambil mengejar Ara


karena terlalu cepat berlari Ara tidak sengaja menabrak dada bilang seseorang


"aduhh" ringis Ara


"kalau jalan liat-liat dong " marah seseorang


"oh" tanggapan Ara yang hanya ber oh ria saja justru membuat seseorang itu naik pitam


"eh lo gak ada rasa bersalah sedikitpun ya? " tanya seseorang itu


"Ara gak salah kamu yang tabrak Ara duluan" tungkas Ara sambil berjalan.


" wohhh bahkan dia tidak melihat wajah tampanku, hmm menarik" batin seseorang itu.


tiba-tiba ada yang menghampiri laki-laki itu


"maaf kan saya tuan muda, saya habis dari ruang kepala sekolah kelas anda di kelas A1 " lugas satria


"kerja bagus" setelah mengatakan itu laki-laki itu langsung pergi menuju kelas yang ditunjukan sang asisten.


kringgg kringgg


bel sekolah berbunyi semua nya memasuki kelas mereka begitupun Ara yang emang sudah lama dikelas.


"ehh katanya ada murid baru lohhh" girang cindy


"Iya kah wah pasti ganteng" ujar kentang 1


"iyalah kan itu tuan muda dari keluarga Seno Group " uhar kentang 2


"wahh fixs idaman cindy purnama lah secara langsung gue anak dari purnama Group dong " bangga cindy

__ADS_1


"Saingan lu si Anisa juga tuh cin diakan anak dari Aditya Aurora" ujar kentang 3


__ADS_2