
"ekhemm"
deheman seseorang berhasil membuat diam para pelayan yang ada dirumah Ara
para pelayan langsung menoleh keasal suara
"kalian digaji bukan untuk mencari keburukan orang lain, jadi saya minta kalau kalian masih ingin kerja disini untuk cari uang jagalah etika dan tingkah laku kalian! atau kalian sudah bosen kerja disini silahkan tinggalkan masion ini dengan nyawa taruhan nya.mengerti!! " tegas Ara ya Ara lah yang mendengar ucapan para pelayannya pada saat dirinya hendak masuk kedalam kamarnya.
pelayan yang mendengar itu langsung bersujud memohon ampun mereka tidak mau kehilangan nyawa mereka serta pekerjaan mereka yang bergaji besar
"ampuni kami nona muda, kami bersalah tolong jangan pecat kami, kami berjanji akan bekerja sebaik-baiknya tanpa mencari cela orang lain" ucap pelayan 1
"ampun nona muda saya bersalah, maaf kan saya nona muda yang sudah lancang mencela nona muda, mohon maaf saya. " mohon pelayan 2
melihat mereka bersujud Ara langsung mundur dan
"berdiri" titah Ara dengan nada dingin
mereka masih diam saja
"ck saya bilang berdiri, tidak sepatutnya kalian bersujud di hadapan saya, kalian seharusnya bersujud di hadapan Tuhan kalian! karena semua yang kalian dapatkan atas izinya.
__ADS_1
tidak seharusnya kalian bersujud kepada saya yang merupakan sesama kalian. kalian berdiri saya sudah memaafkan kalian. kembalilah ketempat kalian lakukan saja tugas kalian! "ucap Ara
para pelayan langsung berdiri dan menunduk kemudian langsung kembali ke tempat mereka.
" ck drama manusia tidak tau diri " cibir Ara sambil berjalan menuju kamarnya
ditempat El
Ek sedang melamunkan Ara
"seandainya Ara bisa peka terhadap perasaan gue, tapi dipikir-pikir kok Ara mirip nona muda ya? " tanya El pada dirinya sendiri
"eh kok malah gue bandingin Ara sama nona muda sih? gak boleh gitu El nona muda bukan level kamu dia terlalu sempurna. Ara orang yang tepat untuk lo! " ucap El meyakinkan diri sendiri.
sedangkan di tempat dimas
sama seperti El, Dimas juga merenungkan Ara
"andai gue gak selingkuh sama kakak tiri Ara pasti sekarang kami masih bersama dan bahagia, gue kok bego banget sih buang Ara demi cacing nangka kek Anisa? mana Anisa cuma anak tiri! gue harus rebut Ara lagi dari saingan-saingan lainnya! " ungkap Dimas sambil mengepalkan tangannya.
ya Dimas dan Ara putus karena perselingkuhan Dimas dan kakak tirinya Anisa.
__ADS_1
"Ara kembalilah gue rindu lo yang dulu" sendu Dimas sambil memandang foto Ara yang ada di handphone nya.
balik ke author
malam pun sudah menunjukkan pukul 1 malam di sebuah ruang yang memiliki penerangan minim terdengar suara kesakitan dan minta tolong
didalam ruangan tersebut ada seorang gadis yang duduk di kursi dalam keadaan terikat dan tubuh penuh luka cambukan.
srek srek srek
bunyi pisau di asah dengan tajam
tak tak
bunyi benda tajam yang di gunakan untuk memotong sesuatu yang entahlah sulit dijelaskan.
didepan gadis tersebut berdiri gadis serba hitam bermasker hitam dengan mata pelangi dengan tersenyum menyeringai dengan tangan memegang pisau lipat berwarna pelangi.
"siapa lo jangan beraninya nyulik dan nyiksa gue kayak gini kalau lo berani kita duel " tantang gadis terikat
" wah seorang stela bisa ngajak duel
__ADS_1