
"anehhh" ujar Imanuel sambil menutup jendela balkon rumahnya
sementara ditempat lain tepatnya kamar Ara hanya bisa termenung .
"Bagaimana kalau orang-orang tau tentang kebenarannya? Apa yang harus Ara lakuin? Ara gak bisa bayangin nantinya bagaimana" panik Ara
Ara terus mondar mandir didalam kamarnya sambil mulut komat kamit.
Jasmine yang dari tadi memperhatikan Ara yang kebingungan menjadi sama bingung nya
dengan keberanian entah dari mana Jasmine menghampiri Ara dan berucap
"Ara udah kek orang ditagih utang, bingung ya mau bayar pake apa? tawa Jasmine memenuhi kamar Ara
" ekhemm" batuk Ara
Jasmine yang mendengar itu pun langsung menutup mulutnya dengan ke-dua tangannya.
sambil cengiran khasnya
"hehehe becanda doang lo Ra, beneran deh Jasmine gak bohong. kalau, Jasmine bohong biar Dimas aja yang Meninggoy eh gak Ahh biar Imanuel aja " Canda Jadmine
Ara yang mendengar ucapan Jasmine hanya geleng-geleng kepala dan langsung membaringkan tubuhnya ke atas ranjang miliknya.
sambil memandang langit-langit kamarnya Ara berucap
"jam berapa kejadian nanti malam? " tanya Ara
__ADS_1
"menurut informasi yang Jas dapat sih jam 12 Malam ini" Jawab Jasmine
"ohh " tanggap Ara
sambil melihat jam tangan dipergelangan tangan nya yang menunjukkan pukul 21.00 wib
"masih 3 jam lagi, masih lama. Ara gak sabar liat tontonan gratis nanti. Jas pastikan CCTV dirumah ini stanby diruang ini ok !"perintah Ara
" siap, tanpa Ara suruh pun udah Jasmine lakuin kok" jawab Jasmine
"Bagus, mendingan kita manfaatkan waktu istirahat sekarang" ajak Ara
tanpa menjawab Jasmine ikut berbaring di ranjang king size Ara.
mereka tidur dengan damai.
ditempat lain orang-orang yang berniat menghabisi keluarga Ara sudah bersiap-siap untuk melancarkan aksinya.
tok
tok
tok
"masuk! " ucap seseorang dari dalam ruangan
orang yang mengetuk pintu masuk kedalam ruangan sang bos
__ADS_1
"tuan muda semua senjata sudah siap dan strategis kita sudah matang, tinggal menunggu perintah anak buah tuan siap meluncur," lapor sang pria
"bagus kamu memang bisa diandalkan lex " ucap sang boss
"saya hanya ingin melaporkan itu kalau tidak ada yang ingin tuan sampaikan saya pamit" pamit Alexander Hamilton
Alexander Hamilton adalah seorang sekertaris Tuan Muda yang masih misterius tadi
"hmmm" deheman tuannya membuat Alex mengerti bahwa dia harus keluar
"kita lihat apakah tuan Aditya Aurora bisa selamat malam ini" tungkas tuan muda sambil tersenyum misterius
3 jam kemudian
rombongan anak buah tuan muda yang dipimpin oleh Alexander Hamilton sudah melaksanakan misi mereka dari tuan muda mereka.
mereka sudah mengepung rumah Aditya Aurora dengan berbagai senjata api serta senjata tajam. persiapan yang sempurna untuk sebuah pembunuhan berencana.
bahkan mereka sudah melumpuhkan para bodyguard dan security yang ada dirumah Aditya dengan mudahnya
perlahan tapi pasti Alexander memasuki ruang. rumah Aditya dengan mudahnya sambil mengendap-endap Alexander serta anggota lainya memasuki rumah itu.
posisi rumah yang Remang-remang menguntungkan bagi Alexander dan anak buahnya.
pada saat memasuki kamar Aditya mereka menemukan Aditya sedang tertidur bersama Saraswati mereka langsung membekap mulut Aditya serta Saraswati dengan obat bius.
saat ingin melumpuhkan Aditya. ternyata Aditya Aurora bukan seseorang yang mudah dilumpuhkan.
__ADS_1
Aditya Aurora pura-pura pingsan.
lalu tiba-tiba...