
Sementara di sebuah Ruangan seseorang menyeringai sambil melihat CCTV-nya yang menampilkan seseorang Kenzo .
"Sungguh permainan Hama Tikus yang tidak berkelas? seorang Kenzo Alaska Praseno bisa mempunyai ide sebusuk itu? sungguh Minus Akhlak "
" Apa yang kita lakukan selanjutnya nona muda? " Ucap Max
"terus icar dan mata-matai mereka jangan sampai kita kecolongan! " perintah Ara ya Ara yang melihat serta mendengar perkataan seoarang Kenzo Alaska Praseno.
"siap nona muda, saya pamit undur diri" Ucap Max
Ara hanya menganggukan kepalanya pertanda iya
Malam ini Ara terus mengawasi CCTV diseluruh yang telah dipasang oleh anak buahnya.
karena merasa bosan Ara memutuskan untuk jalan-jalan keluar untuk mencari udara segar
tak
tak
tak
Ara keluar mengunakan sepatu sneaker putih sweater Hitam serta rok selutut putih dengan Rambut terurai yang tampak pas ditubuh mungilnya.
Aditya yang melihat Ara turun langsung menghampiri Ara
"Mau kemana kamu Nara malam-malam begini? " tanya Aditya
"bukan Urusan anda " Ara langsung pergi tanpa menoleh sedikitpun
"kenapa saya merasa sedih saat Nara mengabaikan saya? Apakah saya selama ini salah '' tanya Aditya pada dirinya sendiri
" ahh sudahlah mungkin saya kebanyakan pikiran jadi gelek nih otak" tambah Aditya
Ara berjalan menuju taman kota yang tidak jauh dari rumahnya dia berjalan sambil bersenandung ria.
__ADS_1
begitu lah Ara dia akan selalu bersikap Riang dan gembira bila sendirian .
Ara duduk di salah satu kursi taman yang menghadap sebuah Danau 🚣
"seperti nya tempat ini masih jadi tempat favorit kamu"
Ara yang terkejut mendengar Ucapan seseorang yang ada disamping nya pun langsung berdiri
"gak juga dim" jawab Ara
"mulut kamu memang berkata begitu tapi tidak dengan matamu! " Ucap dimas ya yang ada di danau itu Dimas
"Sok tau" ketua Ara
"gue tau tentang kamu Ra kita kan pernah bersama... "
ucapan Dimas terpotong oleh Ara
"kita udah gak ada hubungan apa-apa lagi setelah kejadian itu, Ara minta Dimas gak usah bahas- bahas masa lalu yang menurut Ara itu gak perlu diingatkan lagi, bagi Ara Dimas itu hanya orang asing yang mencoba masuk kekehidupan Ara!! bentak Ara
" jadi Ara mohon Stop sok kenal dengan Ara bukankah dulu Dimas yang jijik dekat Sama Ara dan Dimas juga yang udah berjanji gak akan dekati Ara Lagi apakah itu kurang jelas? ingat Dimas gak semua ucapan Dimas dimasa lalu bisa Ara Terima dengan kata maaf, alangkah baiknya Dimas dan Ara hidup seperti orang Asing aja itu lebih baikk!! " tegas Ara sambil berlari meninggal kan Dimas yang mematung
tanpa mereka sadari ada yang melihat kejadian barusan sambil tersenyum sinis
ditempat lain tepatnya kamar Aditya Aurora sedang merasa cemas dan khawatir.
"kenapa perasaan saya tidak enak? apakah saya akan mati? atau apakah tanda kecemasan ini? apakah ini adalah gangguan dari hantu Aurora? dia belom bisa menerima kematiannya atau ahh Saya merasa tidak hidup tenang semenjak kematianmu Aurora? lirih Aditya
" tidak mungkin orang yang telah meninggal bisa hidup lagi apalagi membalas dendam!! bantah Aditya
tanpa disadari Ara mendengarkan ucapan Aditya sambil tersenyum sinis
"teruslah begitu tuan hingga nyawa anda hilang!! " ucap Ara
tuk
__ADS_1
Tiba-tiba ada yang memegang pundak Ara
"astaga Ihh Jasmine ngagetin Ara Aja deh, Jasmine ngapain di Atap rumah Ara? " tanya Ara
bukan menjawab Jasmine malah nyengir kuda :(
"Ara gak butuh sengiran Jasmine Ara butuh jawaban Jasmine? " tanya Ara
"Jasmine sendirian dirumah jadi Jasmine kerumah Ara Aja dehh!. " Jawab Jasmine
"Araa" panggil Imanuel
Ara yang merasa terpanggil pun langsung melihat kearah suara
Ara melihat Imanuel yang ada di balkon kamar rumahnya pun turun ke Balkon rumahnya sendiri
"Apa? " ketus Ara
"lu ngapain ngomong sendirian di Atas atap? lu gak stress kan gara-gara gak punya teman?" tanya Imanuel bertubi-tubi
Ara yang melihat Imanuel komat kamit gak jelas dari Balkon kamarnya karena memang jarak rumah Ara dan Imanuel terhalang jalan Raya yang lumayan Jauh.
drrt drettt
handphone Ara berbunyi tanda panggilan masuk dari Imanuel
"Hmm" ucap Ara
"Ra lu ngomong sama siapa tadi di atap? lu belom gila kan?lu gak niat bunuh dirikan? " tanya Imanuel bertubi-tubi.
"udah ngomong nya? " tanya Ara
"gue ngobrol sama teman gue, puas lu? " bentak Ara
tutt
__ADS_1
panggilan terputus begitu saja
"teman? gue liat gak ada siapapun deh di Atap tadi,"