
bel pulang sudha berbunyi beberapa menit yang lalu semua orang sudah mulai sepi meninggalkan sekolah.
Ara keluar kelas dengan ogah-ogahan menuju gudang belakang sekolah
"ahh, capek juga hidup kek Ara gini, kapan? Ara pergi udah malas hidup didunia! "
Tiba-tiba
tuk "
"Aduh, Jasmine bisa ngak jangan Ganggu Ara dulu, Ara lagi ngeluh sama Tuhan nih" ucap Ara sambil memengang jidat nya
"hehehe, lagian Ara ngeluh mulu dah udah kek gembel aja ngeluh gak makan berhari-hari! " gurau Jasmine
"Ah, Jasmine gak asik amat tujuan Jasmine kesini ada apaaan? " tanya Ara
"ah iya, hampir aja lupa Jasmine tadi lagi jalan-jalan terus denger katanya nanti ada yang akan bunuh papa Ara malam ini!! " ungkap Jasmine
"ah tua bangka mau dibunuh? hahah nambahin beban aja tau ngakk! " ucap Ara sambil tertawa
"aduh Ara, Jasmine serius tau nggak! " kesal Jasmine
"Iyaa, Ara serius juga kok, udah biarin aja dia mati kek, hidup kek gak ada hubungan sama Ara. dia aja lupa sama Ara selama ini!! ungkap Ara
" Ya udah lah kalau gitu, tetap putus Asa Ra jangan semangat! " ucap Jasmine mengebu-gebu
tuk
"tingkat kewarasan anda 0 % fixs anda butuh istirahat, udah Ara mau ke Masion utama Bye bye Jajas ucap Ara sambil berlari
Jasmine menghentakkan kakinya sebal dia tersenyum sambil menatap kepergian Ara
__ADS_1
" Jasmine tau kok Ra, sebenarnya Ara peduli tapi Ara gengsi" ucap Jasmine menatap Ara dengan sendu.
Ara sudah sampai di Masion utama semua orang menundukkan kepala Hormat kepada Nona muda mereka.
Ara hanya tersenyum ramah kepada para penjaga dan pelayan di Masion nya.
"Max, cari tau siapa yang mau bunuh tua bangka itu dan apa motifnya" tegas Ara
orang yang dipanggil Max itu hanya menganggukan kepalanya dan segera undur diri
Ara langsung memasuki kamarnya lalu langsung merebahkan diri ke atas ranjangnya. sambil memandang langit kamarnya dia kembali teringat masa lalu dimana keluarganya hancur karena orang ketiga
"Andai Saraswati tidak memasuki keluarga ini"
Flashback on
dirumah yang megah seorang gadis sedang bermain bersama pelayan mendengar kebisingan dari ruang utama.
Ara kecil langsung berlari menuju ruang tamu bersama pelayan.
Ara kecil yang belom mengerti apapun hanya bisa melihat dan bertanya
"Pa, mama kenapa berdalah? " tanya Ara kecil
"Mama lagi akting nak, biarin aja nanti bangun kok " ucap sang Ayah
"tapi kenapa papa peluk Tante Salas? " tanya Ara
"karena tante Saras yang akan mengantikan Mama kamu Ara " Ucap Saraswati dengan tersenyum
Ara kecil yang sudah memiliki kemampuan yang berbeda-beda dari anak lainnya langsung berlari menuju sang Ibu yang sekarat
__ADS_1
"Ma, bangun jangan tinggalin Tya, Tya gak mau sedilian bangun ma! " tangisan Ara kecil mengema diruang tamu.
sedangkan sang Ayah hanya tersenyum penuh kemenangan seperti mendapatkan sebuah harta karun sambil memeluk Saraswati.
Flashback off
"semua orang bisa berbahagia di atas penderitaan Mama, tapi tidak lagi sekarang semua orang akan melihat kesengsaraan di rumah itu!! tegas Ara
tok tok tok
Max masuk kedalam kamar Ara sambil membawa berkas ditangannya
" Salam nona, semua informasi yang Anda butuhkan sudah saya kirimkan di Email anda " ucap Max
"baiklah Terima kasih Max kerjamu memang cepat dan tanggap " ucap Ara
"Non saya mendapatkan kabar bahwa ada yang sedang mencari tau tentang perusahaan yang sedang anda kelola nona " ucap Max
"Wah apakah dia sangat penasaran dengan saya Max? tanya Ara
" tentu nona bahkan sekertaris nya datang keperusahaan kita hanya ingin tau identitas nona " ungkap Max
"wah sungguh berita yang mengejutkan dari perusahaan Mana itu Max? " tanya Ara
"Seno Group " ungkap Max
"wah bukankah itu perusahaan terbesar, ahh Ara merasa tidak tertarik sama sekali! " ucap Ara
"bukankah itu...
ucapan Max terpotong oleh Ara
__ADS_1
" sudah biarkan saja mereka hanya penasaran, jangan sampai ada yang tau tentang saya, paham!!" tegas Ara
"baik nona, saya permisi nona muda " pamit Max