Gadis Kerikil

Gadis Kerikil
Perkelahian


__ADS_3

apa karena....


pemikiran Dimas langsung hilang saat melihat Ara menghilang dari pandangan dan juga melihat ayah El sudah kembali memasuki kembali gedung perayaan itu tanpa membuang banyak waktu Dimas langsung menghampiri El dengan wajah sinis Dimas langsung memberikan bogeman mentah kearah rahang El, El yang tidak siap menerima serangan Dimas langsung termundur kebelakang dia menatap tajam ke arah Dimas sambil menyeka sudut bibirnya yang berdarah.


"Lo apaan sih? kenapa lo nyerang gue tiba-tiba? lu kagak waras yakk? " tanya El bertubi-tubi


Dimas hanya senyum menyeringai ke arah El


"lo masih tanya kenapa! hah!! " bentak Dimas


"ya iyalah gue tanya kenapa, lo udah nyerang gue tanpa alasan yang jelas tau ngakk!! lo pikir gue cenayang bisa tau apa yang gak lo ucapin hah? " balas El


Dimas hanya menggelengkan kepalanya dia tidak habis pikir kenapa El tidak merasa bersalah sedikitpun kepada dia setelah apa yang dia lihat.


"lo emang benar-benar gak tau diri dan tak tahu malu banget ya, udah tau salah masih ngeles aja. lo pikir gue gak tau maksud lo deketin nona muda, lo mau buat perusahaan lo berjaya ternyata! picik pikiran lo! " tunjuk Dimas


El hanya trsenyum sinis mendengar ucapan Dimas


" bukankah itu adalah tujuan lo? kok malah berbalik fakta sih? apa gue mau dijadiin Kambing hitam? wah lu benar-benar hebat banget jadi aktor drama! " tuding El sambil bertepuk tangan.


"saran gue mending lo gak usah asal ucap deh, gue lagi malas ladenin lo! " tambah El langsung pergi begitu saja tanpa menoleh ke Dimas lagi.


Dimas yang melihat Itu hanya bisa mengepalkan tangannya dia merasa kan amarah yang cukup besar yang seakan ingin meledak.


"dia mau bersaing ternyata, ok gue turutin permainan lo! " batin Dimas dengan senyum sinis


Ara yang memperhatikan didalam CCTV hanya tersenyum sinis melihat Dimas dan El yang berkelahi.


"benar-benar menyebalkan selain biang kerok dia juga biang masalah ternyata, ck ck ck Dimas Dimas udah kek penguasa aja" ungkap Ara


" kalau banyak orang kek dia udah hancur nih dunia, benar-benar gak ada akhlak memang" ujar Ara


Tiba-tiba Max datang menghadap ke Ara


"lapor nona muda, didepan ada tuan muda dari Seno Group ingin bertemu dengan anda " lapor Max


" Ara akan kebawah biar kan dia menunggu di ruang tamu depan " ungkap Ara


" baik nona muda, saya pamit undur diri " pamit Max


Ara hanya binggung bertanya-tanya kenapa Kenzo datang ke masion utama nya padahal sebelumnya tidak pernah ada yang datang ke masion nya.


"kurasa dia butuh sedikit pelajaran berharga" ungkap Ara

__ADS_1


Ara langsung turun ke bawah ke ruang tamu untuk menemui tuan muda Kenzo dia melihat tuan muda Kenzo duduk di salah satu kursi single yang ada di ruang tamu nya.


tanpa menunggu lama Ara langsung duduk di kursi seberangnya.


pelayan dan bodyguard yang melihat nona muda mereka datang langsung menundukan kepala pertanda hormat.


"ada perlu apa tuan muda hingga tuan muda sendiri yang datang ke kediaman saya? " tanya Ara


"salam nona muda saya hanya ingin berkunjung ke kediaman anda tanda persahabatan karena telah memberikan kesempatan untuk perusahaan kami pembagian saham" ungkap Kenzo dengan penuh tulus.


cuplikan episode 20


Ara Langsung turun ke lantai bawah untuk menemui Kenzo di ruang tamu Masionnya.


Setelah sampai disana Ara langsung duduk di kursi bersebrangan dengan kursi yang diduduki Kenzo


"Apa yang membuat Tuan muda Dari seno Group repot-repot menemui saya dimalam hari begini? " Tanya Ara


"Maaf kan atas kelancangan saya nona muda yang sudah menganggu ketenangan anda malam-malam begini, maksud tujuan saya kesini hanya ingin bersahabat dengan nona. Mau kah nona muda bersahabat bersama saya" Ucap Kenzo sambil mengulurkan tangannya.


Ara hanya tersenyum mendengar ucapan dari Kenzo, dia sudah mengerti maksud dan tujuan dari Kenzo yang sebenarnya namun, dia hanya memancing kejujuran Kenzo.


"Saya rasa ini terlalu cepat tuan muda alangkah baiknya kita seperti rekan bisnis yang lain saja, agar kedepannya tidak ada kecemburuan antara rekan bisnis yang lain karena mereka merasa saya mengistimewakan anda. " Tolak Ara dengan wajah tenang dan bahasa yang halus


"Kecemburuan tentu akan terjadi nona muda, bukan hanya karena saya ingin bersahabat dengan anda, bukankah anda juga sangat dekat dengan Imanuel yang notabene nya bukan dari perusahaan besar seperti kita-kita ini, malah itu yang akan membuat nona muda merasa direndahkan karena berteman dengan kaum bawah yang tidak selevel dengan keluarga kita nona muda, bukankah itu sebuah aib yang tidak boleh dilihat orang lain" Ucap kenzo mengebu-ngebu dengan nada mulai tinggi


Ara hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan dari Kenzo sungguh picik pikiran Kenzo sehingga bisa berbicara dengan mengatakan derajat orang lain.


"Wah begitu rupanya, saya akui tuan muda dari perusahaan Kenzo memang sangat hebat... " Ara menjeda ucapanya


Kenzo tersenyum penuh kemenangan mendengar pujian Ara.


" Sangat hebat dalam hal menghina dan meremehkan orang, bukankah kita manusia biasa dan semua harta dan material yang kita gunakan ini hanya titipan bukan? Lalu apa yang harus disombongkan kita hanya tanah yang diberi nyawa. Saya akui anda bukanlah anak orang biasa namun, apakah anda pernah berpikir kalau perusahaan anda itu tidak mungkin langsung bisa sebesar dan terterkenal seperti sekarang tanpa adanya perusahaan kecil dahulu, apakah anda pikir perusahaan anda langsung berkembang begitu saja? Tidak melalui proses? Apakah anda berpikir perusahaan anda sekarang tidak bisa bangkrut? Ingat tidak selamanya kita diatas terkadang karma itu datang tidak kita ketahui. Saya merasa tidak percaya seorang tuan muda bisa berpikiran sepicik anda!! Lebih baik anda pergi saya sibuk!! " Usir Ara dengan amarah yang besar. Suara Ara tidak selembut biasanya


Kenzo yang mendengar ucapan Ara selanjutnya langsung memudarkan senyumnya.


Kenzo yang mendengar ucapan Ara merasa terhina dan diremehkan.


"Anda akan menyesal nona muda!! Saya tidak akan melupakan penghinaan anda kepada saya!!" ancam Kenzo


Kenzo langsung berdiri dan pergi dari masion Ara dengan amarah yang mengebu-ngebu


" Dasar tidak punya sopan santun" Maki Ara

__ADS_1


Max datang menghampiri Ara


"Apa yang terjadi nona muda? " Tanya Max


"Tidak ada hanya ada sedikit hama yang membandel" Jawab Ara


"Apa tuan muda kenzo mengancam anda nona? " Tanya Max lagi


"Tidak dia hanya bebicara ngawur " Jawab Ara asal


Ara langsung pergi kekamar atas meninggalkan Max yang melongo kebingungan.


"Saya mendengar tuan muda kenzo berbicara keras dan memaki, apakah saya yang salah dengar? Sudahlah otak saya pusing" Ucap Max sambil memegang kepalanya.


Jasmine yang melihat tingkah Max hanya tertawa terkikik dari lantas atas.


"Mengemaskan" Ujar Jasmine sambil menatap Max yang mulai menjauh dari pandangannya.


"Hemm"


Jasmine yang sedang memperhatikan Max pun langsung tersedak air ludahnya sendiri. Seperti maling yang tertangkap tangan Jasmine menoleh kesamping sudah berdiri Ara dengan wajah datarnya.


"Ngapain? " Tanya Ara


"Ng-ngak kok Jasmine lagi latihan terbang aja" Ngawur Jasmine


" Ohhh" Tanggap Ara langsung meninggalkan Jasmine.


"Eh tunggu kok Ara bisa ada disini?, kan ara gak bisa terbang? " Tanya Jasmine namun, bukan jawaban yang didapatkan karena Ara sudah menghilang.


"Jasmine salah liat aja kali yakk" Tanya Jasmine ke dirinya sendiri


Ara yang mendengar ucapan Jasmine hanya bisa tersenyum geli.


"Sungguh pemandangan yang sangat mengelikan" Gurau Ara


Setelah melihat Jasmine Ara langsung membaringkan tubuhnya ke ranjang nya dan mulai memejamkan matanya.


Setelah ditempat kenzo terus menendang dan memberantakan benda-benda yang ada dikamarnya hingga kini kamarnya sudah seperti kapal pecah


Buk buk


Kenzo meninju dinding kamarnya sehingga tangannya mengeluarkan darah yang cukup banyak.

__ADS_1


__ADS_2