
Ara langsung menggelengkan kepalanya dan mulai berjalan menuju kelasnya sambil mendengar kan musik ditelinganya.
"Ara." panggil El
Ara yang mendapati El langsung berjalan menuju El
"eh El, pagi El kenapa kelihatan kamu senang banget pagi ini. " tanya Ara sambil duduk di bangku nya diikuti oleh El yang duduk disebelah Ara
"gue senang banget semalam gue diajak ke perayaan bisnis bokap gue " semangat El
Ara yang mendengar itu hanya tersenyum lalu
"terus apa yang buat kamu senang" tanya Ara lagi
"perusahaan bokap gue terpilih mendapatkan saham dari perusahaan NARA GROUP yang terkenal itu ra, padahal bokap gue gek pernah sekalipun ketemu sama dia bahkan perusahaan bokap gue itu gak besar besar amat " terang El
"mungkin perusahaan nya EL punya keistimewaan kan" ujar Ara meyakinkan El
"tapi kok dia bisa manggil gue El padahal gak semua orang tau nama baru gue yang panggilan sayang dari lo itu, gue sebenarnya gak srek sama nona muda itu karena manggil gue El tapi kata bokap gue, kita harus menghormati pendapat orang lain, maafin gue ya ra jadinya panggil an dari lo udah di pake juga sama nona muda itu" imbuh El dengan nada sedih
"kenapa minta maaf, kan Ara gak ada hak buat ngelarang orang memanggil nama nya El mau apa aja udah El jangan sedih lagi gak usah terlalu dipikirkan hal itu, Ara gak apa - apa kok, santay aja" imbuh Ara
"lo emang sempurna ra, gak ada orang sebaik lo" batin El sambil memandang lamat Ara
Ara yang diperhatikan seperti itu menjadi bingung dan langsung menepuk pelan pipi lembut El..
El yang diperlakukan seperti langsung tersipu sehingga pipi El bersemu merah menahan malu, Ara yang melihat pipi El memerah langsung bertanya
"pipinya El kenapa? kok merah. El sakit ya? atau kepanasan? " tanya Ara bertubi-tubi
"gak kok El gak apa -apa cuma agak panas aja gak tau kenapa " Jawab El dengan menyembunyikan wajahnya ke arah lain karena ketahuan sedang salting.
"ok lah, pindah sana bu guru udah ada didepan " tunjuk Ara
El langsung melihat ke arah depan kelas dan benar saja disana sudah ada guru yang mengajar pelajaran hari ini.
El langsung pindah ke bangkunya . Kenzo yang melihat bangku sebelah Ara kosong Langsung duduk disana. karena memang dia duduk berdua dengan Ara.
Ara yang mendengar kursi yang ditarik disamping nya langsung melihat ke samping dan benar saja Ara melihat Kenzo sudah duduk rapi di samping Ara dengan kepala bertumpu dengan tangan diatas meja.
"Kenzo, kalau mau tidur mendingan pulang aja, nambahin orang gak berguna aja tau ngakk! " ucap Ara
Kenzo yang mendengar ucapan Ara Langsung menegakkan kepalanya dan memandang ke arah Ara yang juga memandang ke arahnya.
seketika pandangan mereka berdua terkunci namun, Ara yang sadar hal itu langsung memutuskan kontak pandangannya ke arah lain.
__ADS_1
Kenzo juga akan sadar akan itu juga menoleh ke arah lain. dengan wajah yang memerah menahan malu.
situasi yang menjadi canggung membuat keduanya tampak diam sejenak.
hingga Kenzo memecahkan kesunyian diantara mereka.
"eh lo mau tau aja urusan orang, kenapa emang kalau gue gak belajar? masalah buat lo? penting buat lo? " tanya Kenzo bertubi-tubi.
"gak kok kan Ara cuma ngasih tau aja, kalau keberatan ya udah gak usah di dengerin, emang susah kalau ngomong sama orang angkuh dan sombong kayak kamu! " beber Ara
"lo itu ya " geram Kenzo
"udah gak usah marah-marah nanti tambah tua tuh muka, udah jelek tambah jelek uhh gak ada yang suka sama kamu, kenapa? mau marah? mau gelut? ya hayoo emang kamu pikir gue takut, hah! ya gak lah, yang ada kamu yang disangka pengecut berantem sama cewek! " ejek Ara sambil tersenyum manis
Kenzo yang mendengar itu Langsung naik pitam namun dia berusaha sabar karena yang ia hadapi adalah seorang perempuan yang petakilan dan pecicilan. bagaimana orang-orang bisa menganggapnya dingin sedangkan sekarang gadis yang ada disamping nya ini kelihatan seperti gadis cerewet dan petakilan.
huff
Kenzo menghembuskan napasnya dengan kasar tak habis pikir dengan ucapan orang-orang tentang Ara.
tak
dahi Ara langsung disentil Kenzo dengan agak keras hingga Ara mengadu kesakitan.
"aduh,kenapa Kenzo sentil dahi Ara? kan Ara gak salah apa-apa " aduh Ara
Ara yang mendengar itu langsung menutup mulutnya dengan tangan sambil memikirkan ucapan Kenzo tadi
"ah iya kenapa Ara jadi cerewet kek gini aduh ancur dah image Ara di dunia sekolah ini, mana bobrok Ara udah hampir keluar . aduh Ara kok bisa kecolongan gini " batin Ara sambil mengetok-ngetok kepalanya dengan tangan
Kenzo yang melihat Ara seperti itu hanya tersenyum tipis hanya tipis dan bahkan orang tidak bisa melihat nya.
"hm" Ara langsung pergi dari kenzo begitu saja dan Langsung menghilang dibalik pintu kelas
Stela ang melihat Ara keluar kelas langsung ikut mengikuti Ara dari belakang.
Ara yang merasa diikuti hanya tersenyum sinis.
"wah mangsa empuk" batin Ara yang melihat Stela dari mata nya.
Stela yang merasa aman pun diam-diam mengikuti Ara tanpa merasa ragu dan tidak tahu ada bahaya besar yang akan dia hadapi.
"gue harus bisa kasih pelajaran sama Ara biar dia tau siapa gue yang sebenarnya." ujar Stela
Stela terus mengikuti Ara menuju belakang sekolah dan memasuki ruangan yang gelap
__ADS_1
"hah kok ada ruangan disini, perasaan gue 2 tahun sekolah gak ada tuh, kok perasaan gue merasa gak enak ya, " batin Stela
Ara yang mendengar suara hati Stela hanya tersenyum dan melihat gerak-gerik Stela dari CCTV-nya
"cepat kemari kucing manis, macam tutul sudah menunggu mu" ujar Ara
Stela memasuki ruangan itu dengan kaki gemetar dan berkeringat dingin.
"gak gue pergi aja dari sini, disini kok horor banget sih, si Ara mana lagi" gerutu Stela
Stela langsung mengambil ancang-ancang mau pergi lalu Ara muncul tiba-tiba dihadapan Stela
"halo" sapa Ara
"Arrra kok- kok lo udah ada disini? sejak kapan? kenapa lo udah kayak hantu aja sih! " tanya Stela bertubi-tubi
"udah mending Stela ikut Ara aja Ara mau ngajak Stela main masak-masakan yuk" ajak Ara sambil menarik tangan Stela dengan kasar.
Stela yang tidak cukup siap pun langsung terhuyung kebawah kaki Ara
"aduh kok Stela lemah banget sih? katanya geng pembully kok baru ditarik aja udah jatuh aja! ck ck dasar wanita lemah! " maki Ara
"gue gak lemah lo aja yang tariknya kekencengan, lo pikir gue karung hah! modal tenaga aja udah sombong! gimana kalau kaya bisa-bisa lo jual diri! " maki Stela
" iya ya benar juga ucapan Stela ya gimana kalau Stela liat kemampuan Ara yuk biar seru" ajak Ara
"gak gue gak mau" tolak Stela
"Ara maksa " ucap Ara sambil menarik tangan Stela dengan kasar dan mendudukan Stela pada kursi yang berada di ruangan khusus yang ada di ruangan nya.
Ara mengikat Stela pada kursi kayu dan mengikat tangan serta kaki Stela dengan kencang sehingga Stela menjerit kesakitan.
"AWS, sakit ra lo mau apa, gue gak ada urusan sama lo, gue,-gue " ucapan Stela terpotong setelah melihat Ara menyeringai ke arahnya.
"itu gak sakit kok Stela Ara gak sejahat kalian yang nyakitin orang-orang tanpa belas kasihan " ujar Ara
"Ara disini cuma mau praktekin cara kalian nyiksa orang-orang disekolah ini biar kalian tau rasanya disiksa bukan hanya taunya Nyiksa" tutur Ara
"gak ra lo orang baik mana mungkin bisa nyiksa orang kek gitu " bujuk Stela
"Ara emang baik makanya Ara bawain Stela hadiah....... " Ara sengaja mengantungkan ucapanya lalu mengeluarkan sesuatu dan memperlihatkan nya pada Stela
sehingga Stela terkejut melihatnya
"ahhhhh, itu......
__ADS_1
...gantung dulu ya supaya seru.......
...yang gak seru itu gantung perasaan💘...