Gadis Kerikil

Gadis Kerikil
semangat


__ADS_3

"benarkah? " tanya Max


"iya, aneh banget kan setau gue yang kek gituan itu gak ada tau nggak? kenapa bisa ada kek gitu ya? " terang Jasmine.


Ara hanya menyimak obrolan anfaedah para sahabatnya itu.


"nona muda, nanti malam keperluan anda untuk ke pesta bisnis malam ini sudah siap !" lapor Max


"Terima kasih Max kamu memang bisa diandalkan, siapkan juga para bodyguard untuk menjaga masion utama kita karena musuh kita susah mulai banyak" terang Ara


"baik nona muda " ungkap Max


"baiklah kalian baik-baik disini Ara mau masuk kelas dulu, kita bertemu pas pulang sekolah nanti" terang Ara


Ara langsung keluar ruangan mereka menuju kelas nya sepanjang perjalanan Ara terus temenung memikirkan apa yang harus dia lakukan untuk menutupi identitasnya.


dia hanya bingung menjelaskan kepada sahabatnya tentang kekuatan yang ia miliki.


dia percaya bahwa setiap kekuatan baik pasti ada musuh tersebar. yang ia takutkan adalah ketika dia tidak mampu lagi untuk melindungi para sahabat nya.


pada saat hendak memasuki kelas dia mendengar teriakan seseorang yang minta tolong dari kejauhan.


Ara langsung menghilang membentuk pelangi dan berganti pakaian menjadi gadis pelangi dnegan topeng di wajahnya.


dari atas langit Ara melihat ayahnya sedang dikepung oleh para suruhan Brayen yang sangat banyak kondisi ayahnya sudah parah dengan luka lembam di mana-mana.


Ara yang melihat itu langsung turun dan menampakkan diri hingga cahaya dari tubuhnya menyilaukan para suruhan Brayen dan ayahnya.


"tolong saya" lirih Aditya setelah itu dia jatuh pingsan karena tidak sanggup menahan sakit ditubuhnya.


Ara yang melihat itu langsung terbang menghampiri sang ayah.


dia menyentuh wajah sang ayah dan seketika sang ayah menjadi terbangun serta luka-luka ditubuh sang ayah sembuh dan menghilang.


"Terima kasih nak, ucap sang ayah.


Ara tidak menjawab perkataan sang ayah dia langsung bangkit dan menghempaskan tangannya tiba-tiba pada saat para suruhan Brayen hendak melukai kembali ayahnya.


brusshh

__ADS_1


seketika para suruhan Brayen langsung terkapar dengan darah keluar dari mulut mereka.


dan husss


Tiba-tiba tubuh mereka menghilang dan kembali kerumah Brayen .


seketika Brayen terkejut atas kejadian ini dia langsung percaya kalau gadis pelangi itu benar-benar ada.


"aku harus tau siapa gadis itu, manusia atau malaikat" ungkap Brayen.


Brayen pergi dari masion nya menuju taman kota yang dekat dengan Masionnya.


sambil memandangi suasana hijau sejuk taman Brayen melihat-melihat kearah taman kota yang ramai akan orang namun mata hitam nya tidak sengaja memandang kearah seorang gadis yang duduk dengan earphones di telinganya.


tanpa melihat wajahnya Brayen tau siapa gadis itu Brayen langsung menghampiri gadis itu dan duduk disamping sang gadis.


"lagi ngapain? " tanya Brayen


"ehh, kamu siapa? " tanya Ara ya Ara yang dilihat oleh Brayen tadi.


"lo mah gue nanya bukannya jawab malah tanya balik? emang gitu ya kalau orang cantik ditanya bukan jawab tapi menjawab pertanyaan dengan pertanyaan lain? " tutur Brayen.


"gak kok kan Ara gak kenal sama kamu, makanya Ara tanya kamu siapa? siapa tau kamu orang jahatkan! " tuding Ara


"kamu selain cantik, lucu juga ya? " ucap Brayen


"kamu mah orang serius ngomong malah tertawa, gak jelas kamu mah" ucap Ara


"ok, kita kenalan dulu, gue Brayen, bisakah kita berteman? " ajak Brayen


"saya Ara, kalau berteman boleh aja cuma apakah kamu beneran orang baikkan? " tuding Ara


"asli gue orang baik kok, mana ada wajah ganteng kek gue orang jahat" bangga Brayen


"banyak kok yang kek gitu " bela Ara


"udah mending Ara ikut aku aja yuk kita ke pasar malam, mau kan? " ajak Brayen


"wahh beneran Ara diajak kesana " binar Ara

__ADS_1


"iya ayok" ajak Brayen


sangking senangnya Brayen dia langsung menarik tangan Ara.


Tiba-tiba badanya terhempas ketanah


pelaku nya adalah Ara


"kamu pikir Ara bodoh dengan mudahnya mau ikut orang gak kenal kek kamu, maaf ya Ara males meladeni orang gak jelas kek kamu, mending kamu cari orang lain aja yang mau kamu permainin Ara gak berminat sama orang gak berguna dan gak penting " terang Ara


"satu lagi jangan ikutin Ara, Ara tau semua tentang Brayen jadi berhenti sok baik sama Ara.


tikus kecil kek kamu bukan tandingan Max" ucap Ara lagi


"Max? siapa diaaa? " batin Brayen bertanya-tanya


"tapiii Raa.. " ucapan Brayen terpotong ketika melihat Ara sudah tidak ada lagi di hadapannya


"kemana dia? " batin Brayen.


Ara berada di danau warna yang terletak di pinggir kota dia langsung menghilang setelah mengatakan itu pada Brayen.


pada saat melamun kan Brayen tiba-tiba ada yang menepuk bahunya


puk


Ara langsung menoleh ke arah samping ternyata sudah ada si biang kerok Imanuel


yang sedang nyengir kuda kepada Ara


"eh kamu Nuel , ngapain? " tanya Ara


"ini tempat favorit gue ra " ucap Imanuel


"ohh" seperti biasa Ara hanya ber oh ria saja.


Imanuel yang mendengar ucapan Ara hanya bisa menghelas napas panjang.


"sangat sulit ya ra mengharapkan seseorang yang cuek, seperti berharap hujan pada musim kemarau panjang" tandas Imanuel

__ADS_1


"musim kemarau panjang tidak kecik kemungkinan bisa turun hujan, terus lah berjuang jangan menyerah " ucap Ara


mendengar ucapan Ara membuat semangat dalam dirinya langsung berkobar dengan penuh semangat dia langsung mengangguk


__ADS_2