Gadis Kerikil

Gadis Kerikil
Kenzo Alaska Praseno


__ADS_3

brakk


suara gebrakan meja berhasil mengheningkan suara bising yang berseru hanya karena murid baru yang tidak begitu penting menurut Ara


"ck ck ck gak berguna " ucap Ara


setika kelas yang tadinya seperti pasar langsung teriam


"ihh lo tuh gak usah sok hebat deh, buktinya sampe sekarang belum ada tuh yang tau lo dari keluarga kaya mana, jangan-jangan lo anak gak jelas ? " hina cindy


"kalau gue jadi lu gue bahkan gak berani napas pun ya karena lo itu bagaikan debu yang gak berguna sama sekali. bahkan seharusnya lo itu berhenti aja sekolah nambahin hama aja" maki Stela Halmitson teman segeng Cindy


"cuihhh anak gak jelas" tambah Inaka


Ara hanya diam saja sambil mengepalkan tangannya pertanda dia sudah emosi


karena merasa diabaikan cindy berinisiatif menampar Ara dengan kuat hingga meninggalkan bekas merah di pipi kiri Ara


"selain gak guna ternyata dia bisu juga gays?" tawa cindy terus menghina Ara


tiba-tiba mata Ara berubah menjadi merah kental seperti darah.


Ara langsung mendorong cindy hingga tersungkur kepapan tulis kelas mereka semua orang yang melihat itu langsung histeris dan menyingkir.


"Cindy bilang Ara gak guna ? wah ternyata cindy tidak sadar kalau yang gak guna itu cindy dan teman-temannya cindy, kalau seperti Ara aja dibilang gak guna terus kalau cindy disebut apa dong, berguna? " cecar Ara


"terus kalau Ara bukan anak orang kaya kenapa? Ara pernah minta beras dan makan sama keluarga cindy? ngakk kan? " tanya Ara


"meskipun Ara seperti debu setidaknya Ara bisa mensucikan tidak seperti cindy yang kek tai udah kotoran , busuk lagi" terang Ara


"lo ya gue bakalan memperpanjang ini" ancam cindy yang masih berusaha berdiri dibantu teman-temannya.


"Ohh benarkah begitu, seharusnya kalian yang siap-siap jatuh miskin karena kesombongan kalian! " ucap Ara


"lo gak akan pernah bisa ra yang ada malah hidup lo yang makin sengsara. " bangga cindy


" oh " ucap Ara


Ara langsung menelpon seseorang diseberang sana ketika tersambung

__ADS_1


"tarik semua saham dari keluarga Purnama Group dan ratakan Rumah keluarga Hamilton" tegas Ara


"wohhh gue takut banget, gue gak percaya hanya karena ancaman lo itu " ungkap cindy


"kita lihat saja nanti siapa yang bakalan ngemis-ngemis ke keluarga lo cindy" ucap Stela


"iya lah keluarga Purnama gak akan jatuh semudah itu hanya karena debu" bangga cindy


"kita lihat berita malam ini" ungkap Ara


Cindy langsung dibawa ke UKS sekolah sedangkan Ara masih dikelas dengan tatapan tidak suka dari berbagai murid sementara dimas dan Imanuel hanya tersenyum memperhatikan Ara.


entahlah arti senyuman itu.


Imanuel langsung menghampiri Ara bersamaan dengan Dimas yang juga menghampiri Ara


"lo gak papakan Ra? " tanya Dimas


"apa yang sakit Ra? " tanya Imanuel


Ara hanya mengelengkan kepalanya pertanda tidak apa-apa


Imanuel langsung duduk di kursi samping Ara yang kebetulan memang kosong.


hingga membuat Dimas dan Imanuel langsung kembali kekursi mereka Masing-masing


"pagi, Anak-anak sebelum memulai pelajaran kita pada hari ini,kita kedatangan murid baru.


nak silahkan perkenalkan diri dahulu! " pinta guru sebut saja mawar.


"baik buk. " jawab murid itu


"perkenalkan nama saya Kenzo Alaska Preseno, saya pindahan dari Jerman (jendral sudirman) semoga kita semua bisa berteman baik' ujar Kenzo


" wahhh Kenzo ganteng banget "


"ternyata aslinya lebih ganteng"


"tuan muda aku padamu! "

__ADS_1


"nambah banyak aja cogan disini! "


"makk calon mantumu "


begitu lah bisikan-bisikan tetangga ehh bisikan dari murid-murid dikelas Ara.


"ada yang mau ditanyakan ? " tanya guru mawar


"saya'' ucap kentang 5


" silahkan " pinta kenzo


"udah punya pacar? " tanya kentang 5


"dasar buaya betina " ucap Imanuel.


"iri aja lo kadal" balas Kentang 5


"udah jangan ribut, sudah dulu ya perkenalan nya nanti dilanjutkan pas jam istirahat, silahkan kenzo duduk disebelah Ara. Ara angkat tanganmu" pinta guru mawar


merasa namanya terpanggil Ara langsung mengangkat tangannya.


melihat Ara mengangkat tangan kenzo langsung menuju kursi Ara dan duduk disana


"Hai,kita bertemu lagi " sapa Kenzo


Ara hanya melihat sebentar dan langsung mengalihkan pandangan nya pada hal lainnya.


karena merasa diabaikan Kenzo langsung menarik tangan Ara dan Ara yang tidak siap langsung tertarik hingga kepelukan Kenzo.


pada saat tangan Ara menyentuh tangan Kenzo, tangan Kenzo mengeluarkan aura hitam pekat. melihat itu Kenzo langsung melepaskan tangannya dari tangan Ara karena sadar jika terjadi keanehan dengan tubuhnya


"ck ck iblis jahat" bisik Ara pada Kenzo


" bagaimana dia bisa tau? " batin Kenzo


"bukan hal yang susah mengetahui keturunan iblis hitam" bisik Ara lagi


Kenzo terdiam lama masih mencerna kata)-kata Ara tadi.

__ADS_1


"siapa lo sebenarnya? " tanya Kenzo


"gak perlu tau siapa Ara, yang penting jangan buat kekacauan disini kalau masih sayang sama nyawa" ancam Ara


__ADS_2