
Setelah pulang dari Masionnya Ara langsung menuju ke rumah Orang tuanya .
seperti biasa pandangan yang dia lihat dirumah diabaikannya.
baginya itu hanyalah padang pasir hampa yang mana yang melihatnya akan terasa panas terbakar.
"masih berani pulang kamu? "
"Oh tentu tuan ini rumah saya kalau anda lupa! "
"oh iya saya lupa bukankah dirimu adalah Narasya Aditya Aurora anak sematang wayang dari Aurora? " ucap Aditya
"tapi itu dulu sebelum dia mati!! sekarang dia sudah jadi tulang belulang yang tidak berguna! dan dirimu pun begitu anakku! jadi berhentilah bersikap semaunya atau hidupmu akan berakhir seperti mamamu itu!!! " bentak Aditya
Ara yang sudah terpancing emosi langsung menjawab
"oh ternyata nyali anda sudah begitu besar Tuan Aditya Aurora yang terhormat? ahh rasanya saya ingin tertawa melihat keangkuhan anda, saya berharap nyawa anda masih bisa bertahan sampai besok hari karena saya akan menunjukan bahwa seorang NARASYA bukanlah sebuah semut yang bisa anda bunuh hanya dengan satu pijakan. " Ucap Ara
"seharusnya anda bisa berpikir tuan bahwa mama saya tidak akan semudah itu berakhir dengan kematian, mungkin bagi anda mama saya sudah tulang belulang tapi bagi saya anda lah yang bangkai bernyawa yang tidak berguna sama sekali! begitupun dengan istri siri anda yang seperti wanita malam itu seperti anda harus mandi kembang tujuh rupa dulu atau makan daun kelor supaya pelet yang dia berikan luntur! atau kah perlu saya penggal kepala anda supaya anda tiada? " tambah Ara
"sebaiknya anda persiapkan nyawa anda sendiri pak tua karena saya merasa jijik untuk membantu Anda bila anda mati mengenaskan!!! " Bentak Ara sambil berjalan sambil mendorong pundak Saraswati(ibu Tiri)
"dasar anak tidak berguna, mamamu pasti akan tersiksa jika dia masih hidup untung lah dia telah mati! ' Bentak Anisa Saraswati (kakak tiri Ara)
__ADS_1
bruk
brak
plak
plak
plak
bunyi tendangan, terjangan, dan tamparan bertubi-tubi yang dilakukan oleh Ara terhadap Anisa seketika Anisa sudah terbaring penuh darah dan lembam ditubuhnya.
" Anisa!! hei Anak tidak tau diri apa yang kamu lakukan pada Anakku , Hah!?" Bentak Saraswati
"Anakmu benar-benar gila Mas dia hampir membunuh Anakku! " bentak Saraswati
"sudahlah anakmu yang memulai duluan lagipula aku juga tidak mampu melawannya! cepat obati anakmu ! Suruh Aditya
" aku tidak Terima begitu saja Anakku begitu saja! aku akan memberinya pelajaran! ' ancam Saraswati
"terserah Saya tidak ingin ikut-ikutan lagi saya tidak mau menjadi sasaran atas perbuatan mu itu! " bentak Aditya sambil meninggalkan Saraswati bersama Anisa yang sekarat
akhhh
__ADS_1
Saraswati mengerang frustasi atas kejadian terhadap Putrinya
ditempat lain
seorang laki-laki yang merenung dibalkon kamarnya sambil melamunkan entah apa
tok
tok
tok
suara ketukan pintu berhasil mengembalikan kesadaran sang Laki-laki
"Tuan muda saya sudah mengetahui sedikit informasi mengenai NA Group sejauh ini saya hanya mengetahui NA Group tidak memiliki Presdir karena pemilik sekaligus presdirnya adalah perempuan! hanya itu saja yang saya dapatkan tuan mereka sangat lincah dalam menyembunyikan identitas Nona muda mereka" Ucap Ham sekertaris Seno Group
"baiklah terus selidiki pemilik perusahaan itu! " perintah Kenzo Alaska Praseno ya Kenzo merupakan Anak pemilik Seno Group yang saat ini berada di posisi kedua.
"gue harus hancurin perusahaan baru itu supaya perusahaan gue kembali ke posisi pertama " Ucap Kenzo sambil menyeringai
"bukankah pemiliknya perempuan akan lebih baik kalau gue buat dia jatuh cinta dan menghancurkan nya dengan cinta itu sendiri!!
semoga kita cepat bertemu sayang" tambah Kenzo
__ADS_1
Tiba-tiba mata Kenzo melihat kearah.....