Gadis Kerikil

Gadis Kerikil
Kesempatan


__ADS_3

Max langsung mendekati Ara dengan belari kecil


"Nona, tuan Purnama mengalami Gangguan Jantung! dia mengalami syok atas kebangkrutan perusahaan nya! bagaimana ini Nona, apakah Nona akan berubah pikiran? " tanya Max


"tentu tidak membayar rumah sakit itu tidak sebanding dengan uang yang ia gelapkan di perusahaan ku, tadinya Ara ingin mempermalukan nya namun, Ara berubah pikiran karena itu tidak dibenarkan dalam berbisnis " terang Ara


"baik Nona kalau itu yang sudah menjadi keputusan Nona, saya kembali ke tempat. " pamit Max


"tunggu" sela Ara


" ya Nona, ada yang bisa saya bantu? " tanya Max


" tunggu dimobil , Ara ingin jalan-jalan sejenak menenangkan hati, nanti Ara akan masuk mobil jadi kalian semua tetap berjaga! " putus Ara


" siap Nona muda " jawab semuanya


Ara berjalan dengan anggun dan elegan menuju Pintu keluar dengan beberapa Bodyguard dibelakang nya.


Dimas yang melihat itu langsung diam-diam mengikuti Ara dari belakang diikuti kenzo dan yang lainnya.


"eh lu mau kemana? " tanya Kenzo


"mau keluar disini pengap banyak orang" Jawab Dimas


"bilang aja lu mau deketin Nona muda kan! " tebak Imanuel


" gak kok gue beneran mau keluar doang, disini pengap " sanggah Dimas


" muka Penipu kek lu udah kebaca brengseknya, pasti lu mau deketin Nona muda kan? " tuding Imanuel


"kalau mau sesuatu itu harus bersaing secara sehat dong, terus modal dikit dong kek gue,! " bangga Kenzo


Dimas dan Kenzo terus saling membanggakan diri mereka masing-masing Imanuel yang melihat itupun langsung keluar Gedung menuju taman depan gedung yang dipenuhi Bunga yang bermekaran dan memberikan harum yang Mewanggikan


Sedangkan Ara duduk di kursi taman itu dengan beberapa Bodyguard yang berjaga disekitarnya.


Ara memandangi bunga- bunga yang bermekaran dengan senyum dibibirnya, Ara mulai memetik bunga tersebut satu per satu hingga membentuk warna pelangi yang indah


tanpa disadari Imanuel melihat Ara yang tersenyum itu tampak terpesona namun, dia langsung mengelengkan kepalanya.


"astaghfirullah saya berdosa banget, ingat El ada Ara yang mau lo perjuangin" ucao El menyemangati diri sendiri.


Ara yang melihat kelakuan El yang berbicara sendiri pun langsung berinisiatif mendekati El

__ADS_1


"kamu ngapain El? " tanya Ara


"El? Saya? " tanya El


" iya kamu El nama kamu Imanuel kan gak ada salahnya aku manggil kamu El kan? " tanya Ara lagi


" apakah kamu kurang berkenan? atau itu membuat diri kamu merasa tertekan! " ungkap Ara


" baiklah sepertinya kamu tidka begitu menyukai nama itu, saya akan memanggil kamu... " ucapan Ara terpotong oleh El


"enggak kok Nona Saya tidak merasakan tertekan sama sekali malah saya senang ada yang memanggil saya seperti ini. saya menyukainya nona. '' sela El


" oh saya kira kamu tidak menyukai nya, saya kira nama itu mengingatkan kamu pada seseorang yang penting dalam hidupmu? " Ungkap Ara


" ah bukan begitu Nona saya hanya merasa terkesan Nona memanggil saya seperti itu," sanggah El


"tidak udah formal begitu saya kira kita seperti nya seumuran jadi tidak perlu kamu seformal itu terhadap saya! " ujar Ara


" oh baiklah Nona " ucap El


"lalu saya harus memanggil anda apa Nona? " tanya El


" cukup Asya Saja saya sudah senang" jawab Ara


" baik saya tidak punya waktu lama , semoga kita bertemu kembali El, selamat malam semoga harimu menyenangkan " ujar Ara


Ara langsung pergi setelah mengatakan hal itu Ara langsung berjalan menuju mobilnya diikuti oleh yang lainnya.


begitu Ara masuk dan semua orang langsung keluar gedung menyaksikan berbagai mobil pengeluaran terbaru berjejer dibelakang mobil Ara seprti seorang presiden saja.


El hanya tersenyum saat sadar dia sudah berbincang-bincang dengan seorang Nona muda dari kalangan no. 1 didunia.


puk


bahu El ditepuk seseorang El langsung menoleh dan mendapati orang tuanya yang sudah ada dibelakang nya sambil tersenyum


"kamu kenapa El senyum- senyum sendirian aja udah kek gak waras aja " ujar sang mama


" habis ketemu bidadari ma, mama kek gak pernah muda aja," jawab Bima sang ayah


" mama sama papa ada ada aja deh gak kok El cuma ngobrol biasa aja sama Asya eh Nona muda maksud nya " jelas El


" kamu udah berani manggil dia asya? itu pertanda dia mulai percaya sama kamu nak, jangan biarkan kepercayaan nya kamu sia-siakan" ungkap sang ayah

__ADS_1


" maksudnya apa pa?" tanya El lagi


" selama ini tidak ada yang tau nama itu dan sangat tabu diucapkan kami yang sudah berkerja sama saja memanggil nya dengan Nona muda, namun dia dengan senang hati memberi tahu nama panggilan nya.


nak tidak semua orang tau identitas asli nya siapa, kami hanya tau namanya dengan Nama perusahaan nya saja selebihnya kami hanya memanggil Nona muda" terang sang ayah.


El Langsung terdiam setelah mendengar keterangan dari ayahnya dia juga Bingung kenapa Nona muda mereka mau memberikan namanya kepada nya


" udah mungkin dia melihat ketulusan dimatamu nak " urai sang mama


" iya udah ayo kita pulang ini sudah tengah malam " ajak sang ayah


mereka langsung menuju mobil mereka dan memasuki nya tidak lama kemudian mobil itu berjalan dengan kecepatan sedang meninggal kan gedung mewah itu.


Dimas mendengar semua ucapan ayah El dan El hanya mengepalkan tangannya sehingga kuku-kuku tanganya terlihat memutih tanda amarahnya sangat besar .


dia juga menendang semua yang ada didepan nya dengan kasar dan keras


" kenapa harus Imanuel sih? kenapa gak gue? lagian apa yang diliat dari Imanuel kaya masih kaya gue dia mah perusahaan kecil gak sebanding sama Nona muda itu, seharusnya gue yang diposisi Imanuel di hadapan Nona muda itu bukan malah kek gini! " marah Dimas.


dia langsung memukul pohon yang ada didepan nya dengan keras sehingga tangan nya terluka dan berdarah . dia bahkan menahan perih itu dengan amarah yang besar dan siap meledak kapan pun


Dimas tidak memperdulikan ras sakitnya yang ada hanya ada dendam api cemburu yang membara.


" dia udah ada Ara dan sekarang malah sama Nona muda lagi , kenapa dia selalu beruntung, padahal dia tidak kaya? " tanya Dimas dalam hati


"apa karenaaa.......


ops 🤣✌🙏 digantungin dulu ya siapa tau ada yang penasaran kan kan kan. 🤣✌


Halo semuanya selamat malam


perkenalkan Author julidin


dari Sumsel loh


siapa yang samaan?


terus para pembaca dari daerah mana aja nihh🤣.


author harap kalian tidak pernah bosan menunggu cerita ini ya.


sekian dulu author lupa lagi nyuci piring eh malah ngetik panjang untung emak gak bawa panci buat serangan Hokage nya 🤣🤭

__ADS_1


udah itu saja sekian dan terimakasih


__ADS_2