Gadis Kerikil

Gadis Kerikil
Drama


__ADS_3

Ara Langsung turun ke lantai bawah untuk menemui Kenzo di ruang tamu Masionnya.


Setelah sampai disana Ara langsung duduk di kursi bersebrangan dengan kursi yang diduduki Kenzo


"Apa yang membuat Tuan muda Dari seno Group repot-repot menemui saya dimalam hari begini? " Tanya Ara


"Maaf kan atas kelancangan saya nona muda yang sudah menganggu ketenangan anda malam-malam begini, maksud tujuan saya kesini hanya ingin bersahabat dengan nona. Mau kah nona muda bersahabat bersama saya" Ucap Kenzo sambil mengulurkan tangannya.


Ara hanya tersenyum mendengar ucapan dari Kenzo, dia sudah mengerti maksud dan tujuan dari Kenzo yang sebenarnya namun, dia hanya memancing kejujuran Kenzo.


"Saya rasa ini terlalu cepat tuan muda alangkah baiknya kita seperti rekan bisnis yang lain saja, agar kedepannya tidak ada kecemburuan antara rekan bisnis yang lain karena mereka merasa saya mengistimewakan anda. " Tolak Ara dengan wajah tenang dan bahasa yang halus


Kenzo mendengar penolakan halus dari Ara hanya mengepalkan tangannya menahan amarah


"Kecemburuan tentu akan terjadi nona muda, bukan hanya karena saya ingin bersahabat dengan anda, bukankah anda juga sangat dekat dengan Imanuel yang notabene nya bukan dari perusahaan besar seperti kita-kita ini, malah itu yang akan membuat nona muda merasa direndahkan karena berteman dengan kaum bawah yang tidak selevel dengan keluarga kita nona muda, bukankah itu sebuah aib yang tidak boleh dilihat orang lain" Ucap kenzo mengebu-ngebu dengan nada mulai tinggi


Ara hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan dari Kenzo sungguh picik pikiran Kenzo sehingga bisa berbicara dengan mengatakan derajat orang lain.


"Wah begitu rupanya, saya akui tuan muda dari perusahaan Kenzo memang sangat hebat... " Ara menjeda ucapanya


Kenzo tersenyum penuh kemenangan mendengar pujian Ara.


" Sangat hebat dalam hal menghina dan meremehkan orang, bukankah kita manusia biasa dan semua harta dan material yang kita gunakan ini hanya titipan bukan? Lalu apa yang harus disombongkan kita hanya tanah yang diberi nyawa. Saya akui anda bukanlah anak orang biasa namun, apakah anda pernah berpikir kalau perusahaan anda itu tidak mungkin langsung bisa sebesar dan terterkenal seperti sekarang tanpa adanya perusahaan kecil dahulu, apakah anda pikir perusahaan anda langsung berkembang begitu saja? Tidak melalui proses? Apakah anda berpikir perusahaan anda sekarang tidak bisa bangkrut? Ingat tidak selamanya kita diatas terkadang karma itu datang tidak kita ketahui. Saya merasa tidak percaya seorang tuan muda bisa berpikiran sepicik anda!! Lebih baik anda pergi saya sibuk!! " Usir Ara dengan amarah yang besar. Suara Ara tidak selembut biasanya


Kenzo yang mendengar ucapan Ara selanjutnya langsung memudarkan senyumnya.


Kenzo yang mendengar ucapan Ara merasa terhina dan diremehkan.


"Anda akan menyesal nona muda!! Saya tidak akan melupakan penghinaan anda kepada saya!!" ancam Kenzo


Kenzo langsung berdiri dan pergi dari masion Ara dengan amarah yang mengebu-ngebu


" Dasar tidak punya sopan santun" Maki Ara


Max datang menghampiri Ara


"Apa yang terjadi nona muda? " Tanya Max


"Tidak ada hanya ada sedikit hama yang membandel" Jawab Ara


"Apa tuan muda kenzo mengancam anda nona? " Tanya Max lagi


"Tidak dia hanya bebicara ngawur " Jawab Ara asal


Ara langsung pergi kekamar atas meninggalkan Max yang melongo kebingungan.


"Saya mendengar tuan muda kenzo berbicara keras dan memaki, apakah saya yang salah dengar? Sudahlah otak saya pusing" Ucap Max sambil memegang kepalanya.


Jasmine yang melihat tingkah Max hanya tertawa terkikik dari lantas atas.


"Mengemaskan" Ujar Jasmine sambil menatap Max yang mulai menjauh dari pandangannya.


"Hemm"


Jasmine yang sedang memperhatikan Max pun langsung tersedak air ludahnya sendiri. Seperti maling yang tertangkap tangan Jasmine menoleh kesamping sudah berdiri Ara dengan wajah datarnya.


"Ngapain? " Tanya Ara


"Ng-ngak kok Jasmine lagi latihan terbang aja" Ngawur Jasmine


" Ohhh" Tanggap Ara langsung meninggalkan Jasmine.


"Eh tunggu kok Ara bisa ada disini?, kan ara gak bisa terbang? " Tanya Jasmine namun, bukan jawaban yang didapatkan karena Ara sudah menghilang.


"Jasmine salah liat aja kali yakk" Tanya Jasmine ke dirinya sendiri


Ara yang mendengar ucapan Jasmine hanya bisa tersenyum geli.


"Sungguh pemandangan yang sangat mengelikan" Gurau Ara


Setelah melihat Jasmine Ara langsung membaringkan tubuhnya ke ranjang nya dan mulai memejamkan matanya.


Setelah ditempat kenzo terus menendang dan memberantakan benda-benda yang ada dikamarnya hingga kini kamarnya sudah seperti kapal pecah


Buk buk


Kenzo meninju dinding kamarnya sehingga tangannya mengeluarkan darah yang cukup banyak hingga menetes ke lantai kamarnya.


bersamaan dengan itu pintu kamarnya terbuka menampilkan sang ayah sedang membuka pintu dengan panik, apalagi melihat darah yang menetes ditangan Kenzo membuatnya Langsung menghampiri putra semata wayang nya itu.


"apa yang terjadi nak kenapa bisa seperti ini, cerita pada papa nak" cemas Seno


Kenzo hanya diam membuat sang ayah langsung panik


"pelayan bawa kotak obat ke kamar Kenzo " titah Seno

__ADS_1


pelayan langsung keluar kamar dan kembali lagi membawa kotak P3K di tangannya.


"ini tuan" ujar pelayan


Seno Langsung mengambil kotak obat tersebut dan langsung mendudukan Kenzo ke ranjang Kamar Kenzo dan mengobati tangan Kenzo dengan alkohol sehingga Kenzo sedikit meringis saat kapas bercampur alkohol mengenai lukanya.


"awws" ringis Kenzo


"apa sangat sakit nak, sebernarnya ada apa nak? apakah kamu berkelahi? ada yang ingin menyaingi kamu? " tanya Seno


karena dia merasa sangat khawatir dengan putra satu satunya ini tidak biasanya Kenzo seperti ini


Kenzo hanya bergeming sambil memandang lurus kedepan


"katakan lah nak , jangan membuat papa tambah khawatir. " bujuk Seno


Kenzo menghembuskan napas kasar lalu menjawab


"Ada yang menolak aku pa, dia memaki aku bahkan dia merendah kan aku" adu Kenzo


Seno yang mendengar ucapan Kenzo pun Langsung naik pitam.


"siapa yang telah berani memperlakukan kamu seperti itu nak? " tanya sang ayah


"berani-beraninya dia, apakah dia tidak tau kamu tuan mudah dari Seno group perusahaan terbesar no 3 di dunia! " marah Seno


Kenzo yang merasa mendapatkan dukungan dari sang ayah langsung tersenyum sinis dia akan mengadu kan Ara kepada Sang ayah.


"iya ayah bahkan dia tidak mau berteman dengan aku, dia bilang tidak selevel dengan dia " adu Kenzo lagi


"apa!! tidak bisa dibiarkan ini sudah kelewatan , katakan pada ayah perusahaan mana yang telah berbuat seperti itu padamu nak, akan ku bangkrutkan mereka ! " ancam Seno


Kenzo yang merasa mendapatkan dukungan Langsung senyum sumringah dan menjawab dengan semangatnya


"Nara Group papa , nona muda dari perusahaan Nara Group" adu Kenzo lagi dengan nada yang disedih sedih kan


"apaaa!! " ucap Seno


"iya, pa malah dia mengatai aku tidak selevel dan tidak tau diri untuk seorang tuan muda yang berasal dari keluarga kaya" ucap Kenzo dia tidak menyadari reaksi sang ayah.


"bahkan dia bilang ak-----" ucapan Kenzo terpotong oleh sang ayah


"cukup Kenzo!! " potong sang ayah


Kenzo yang mendengar bentakan dari sang ayah Langsung terdiam seketika


"Papa- pa--.. "


"cukup henti kan omong kosong mu, apakah kamu tidak tau kalau kamu sudah membuat masalah besar bagi papa, hah! dia itu nona muda dari Perusahaan NARA Group dan kau berani-beraninya kau berkata seperti itu padanya, tau kah kau nak dia adalah pemilik perusahaan itu, kalau tingkah lakumu seperti ini bisa-bisanya kita yang bangkrut, semua saham nya itu punya perusahaan dia, dan kau membuat masalah besar nak, bagaimana ini!! ' panik Seno


"tapi.. tapi dia yang udah memaki kenzo pa" bantah Kenzo


bukan jawaban yang didapatkan nya melaikan dua kali tamparan yang didapatkan oleh kenzo atas pertanyaan nya


"kamu memang tidak tau diri, papa tau betul nona mudah tidak mungkin menghina orang tanpa sebab, ingat Kenzo kamu memang anak papa tapi, tidak menutup kemungkinan kamu yang bersalah dalam hal ini jadi, papa minta tolong padamu jangan membuat onar dalam perbisnisan, ini bukanlah permasalahan kecil nak akibatnya bisa fatal bila kita asal mengambil langkah, kau mengerti? papa harap setelah ini kamu menemui nona muda dan meminta maaf secara baik-baik demi kelangsungan perusahaan kita. " beber Seno


Kenzo yang merasa bersalah pun hanya menganggukan kepalanya dihadapan sang ayah, Seno hanya tersenyum lalu berlalu begitu saja sebelum itu dia menepuk lembut bahu Kenzo sambil berbisik


"papa harap kamu bisa mendekati nona muda, berjuanglah papa tidak pernah mengajarimu menjadi PECUNDANG " bisik Seno sambil menekan kan kata Pecundang.


setelah sang ayah pergi Kenzo langsung memasuki kamarnya dan langsung tidur.


*skip pagi hari


hari ini merupakan hari senin sebuah kebahagiaan bagi siswa-siswi yang memang menanti sekolah untuk belajar dan bertemu Teman-temanya.


tapi sebagian orang begitu berat melangkahkan kakinya karena dihari senin mereka mengadakan upacara bendera untuk menghormati para pahlawan.


namun, tidak dengan Ara dia begitu semangat pergi ke sekolah setiap pagi dan memulai pelajaran seperti biasanya.


seperti pagi ini Ara sudah berjalan di Koridor sekolah sambil mendengarkan musik favoritnya .


pada saat membuka pintu kelas sebuah ember berisi air tumpah diatas kepala Ara sehingga tubuh Ara basah kuyup sedangkan baju putih Ara tembus pandang hingga memperlihatkan **********.


ternyata didalam kelas sudah ada Cindy and the geng yang berjalan menghampiri Ara sambil tangan di bersila didada.


Cindy berjalan dengan sombong ke arah Ara dan langsung mendorong tubuh Ara sehingga Ara yang tidak siap dengan apa yang terjadi langsung terdorong ke belakang.


Ara langsung memejamkan matanya karena merasa akan terjatuh namun, setelah beberapa detik Ara tidak merasakan apa-apa Ara berinisiatif membuka matanya.


sudah ada laki-laki ber hoddie hitam yang menangkap tubuhnya sehingga mereka bersitatap cukup lama dengan jarak yang cukup dekat sehingga mereka bisa merasakan hembusan napas dari keduanya.


Ara yang merasa kan Canggung langsung turun dari pangkuan laki-laki itu dan langsung berdiri.


" makasih, Kenzo" ujar Ara

__ADS_1


ya yang menangkap Ara adalah Kenzo


Kenzo yang acuh hanya diam dan melanjutkan perjalanan nya tanpa menghiraukan siapapun.


"ck ck , sombong dan angkuh" batin Ara sambil menatap punggung Kenzo yang mulai menjauh.


Cindy yang melihat itu langsung marah dan kembali menghampiri Ara. Ara yang peka terhadap apapun langsung mundur dan menatap tajam cindy


"maksud cindy apa ? kok dorong-dorong Ara, udah tau disini licin mana baju Ara basah lagi, pasti cindy kan yang udah giniin Ara? salah Ara apa sampe cindy kek gini ke Ara? " tanya Ara


cindy yang mendengar ucapan Ara langsung naik darah entah apa yang ada di pikiran cindy.


"udah lo gak usah sok polos deh , lo kan yang ngadu ke nona muda kalau gue bully lo! lo gak mikir gara-gara lo bokap gue jantungan tau ngakk! dan perusahaan gue terancam bangkrut!! lo seneng kan liat gue menderita! puas lo sekarang hah!!! " bentak cindy.


" kan cindy emang salah, kenapa malah ara yang disalahkan, lagipula Ara gak kenal sama nona muda yang cindy sebutin tadi " jelas Ara


"lo emang nyari gara-gara sama gue, rasain nih" ucap cindy langsung menyiramkan air bekas pel an ke arah Ara


Ara yang sudah tau langsung menghindari itu sehingga air bekas pel an tersebut mengenai guru bk yang terkenal garang dan galak. sebut saja buk wati


cindy yang sadar akan tindakan nya langsung menghampiri buk wati dan bersiap membela diri.


****


Kenzo yang mendengar bentakan dari sang ayah Langsung terdiam seketika


"Papa- pa--.. "


"cukup henti kan omong kosong mu, apakah kamu tidak tau kalau kamu sudah membuat masalah besar bagi papa, hah! dia itu nona muda dari Perusahaan NARA Group dan kau berani-beraninya kau berkata seperti itu padanya, tau kah kau nak dia adalah pemilik perusahaan itu, kalau tingkah lakumu seperti ini bisa-bisanya kita yang bangkrut, semua saham nya itu punya perusahaan dia, dan kau membuat masalah besar nak, bagaimana ini!! ' panik Seno


"tapi.. tapi dia yang udah memaki kenzo pa" bantah Kenzo


bukan jawaban yang didapatkan nya melaikan dua kali tamparan yang didapatkan oleh kenzo atas pertanyaan nya


"kamu memang tidak tau diri, papa tau betul nona mudah tidak mungkin menghina orang tanpa sebab, ingat Kenzo kamu memang anak papa tapi, tidak menutup kemungkinan kamu yang bersalah dalam hal ini jadi, papa minta tolong padamu jangan membuat onar dalam perbisnisan, ini bukanlah permasalahan kecil nak akibatnya bisa fatal bila kita asal mengambil langkah, kau mengerti? papa harap setelah ini kamu menemui nona muda dan meminta maaf secara baik-baik demi kelangsungan perusahaan kita. " beber Seno


Kenzo yang merasa bersalah pun hanya menganggukan kepalanya dihadapan sang ayah, Seno hanya tersenyum lalu berlalu begitu saja sebelum itu dia menepuk lembut bahu Kenzo sambil berbisik


"papa harap kamu bisa mendekati nona muda, berjuanglah papa tidak pernah mengajarimu menjadi PECUNDANG " bisik Seno sambil menekan kan kata Pecundang.


setelah sang ayah pergi Kenzo langsung memasuki kamarnya dan langsung tidur.


*skip pagi hari


hari ini merupakan hari senin sebuah kebahagiaan bagi siswa-siswi yang memang menanti sekolah untuk belajar dan bertemu Teman-temanya.


tapi sebagian orang begitu berat melangkahkan kakinya karena dihari senin mereka mengadakan upacara bendera untuk menghormati para pahlawan.


namun, tidak dengan Ara dia begitu semangat pergi ke sekolah setiap pagi dan memulai pelajaran seperti biasanya.


seperti pagi ini Ara sudah berjalan di Koridor sekolah sambil mendengarkan musik favoritnya .


pada saat membuka pintu kelas sebuah ember berisi air tumpah diatas kepala Ara sehingga tubuh Ara basah kuyup sedangkan baju putih Ara tembus pandang hingga memperlihatkan **********.


ternyata didalam kelas sudah ada Cindy and the geng yang berjalan menghampiri Ara sambil tangan di bersila didada.


Cindy berjalan dengan sombong ke arah Ara dan langsung mendorong tubuh Ara sehingga Ara yang tidak siap dengan apa yang terjadi langsung terdorong ke belakang.


Ara langsung memejamkan matanya karena merasa akan terjatuh namun, setelah beberapa detik Ara tidak merasakan apa-apa Ara berinisiatif membuka matanya.


sudah ada laki-laki ber hoddie hitam yang menangkap tubuhnya sehingga mereka bersitatap cukup lama dengan jarak yang cukup dekat sehingga mereka bisa merasakan hembusan napas dari keduanya.


Ara yang merasa kan Canggung langsung turun dari pangkuan laki-laki itu dan langsung berdiri.


" makasih, Kenzo" ujar Ara


ya yang menangkap Ara adalah Kenzo


Kenzo yang acuh hanya diam dan melanjutkan perjalanan nya tanpa menghiraukan siapapun.


"ck ck , sombong dan angkuh" batin Ara sambil menatap punggung Kenzo yang mulai menjauh.


Cindy yang melihat itu langsung marah dan kembali menghampiri Ara. Ara yang peka terhadap apapun langsung mundur dan menatap tajam cindy


"maksud cindy apa ? kok dorong-dorong Ara, udah tau disini licin mana baju Ara basah lagi, pasti cindy kan yang udah giniin Ara? salah Ara apa sampe cindy kek gini ke Ara? " tanya Ara


cindy yang mendengar ucapan Ara langsung naik darah entah apa yang ada di pikiran cindy.


"udah lo gak usah sok polos deh , lo kan yang ngadu ke nona muda kalau gue bully lo! lo gak mikir gara-gara lo bokap gue jantungan tau ngakk! dan perusahaan gue terancam bangkrut!! lo seneng kan liat gue menderita! puas lo sekarang hah!!! " bentak cindy.


" kan cindy emang salah, kenapa malah ara yang disalahkan, lagipula Ara gak kenal sama nona muda yang cindy sebutin tadi " jelas Ara


"lo emang nyari gara-gara sama gue, rasain nih" ucap cindy langsung menyiramkan air bekas pel an ke arah Ara


Ara yang sudah tau langsung menghindari itu sehingga air bekas pel an tersebut mengenai guru bk yang terkenal garang dan galak. sebut saja buk wati

__ADS_1


cindy yang sadar akan tindakan nya langsung menghampiri buk wati dan bersiap membela diri.


"bukk saya---...


__ADS_2