Gadis Kerikil

Gadis Kerikil
Misterius


__ADS_3

Kenzo yang mendengar ucapan Ara Langsung menegakkan kepalanya dan memandang ke arah Ara yang juga memandang ke arahnya.


seketika pandangan mereka berdua terkunci namun, Ara yang sadar hal itu langsung memutuskan kontak pandangannya ke arah lain.


Kenzo juga akan sadar akan itu juga menoleh ke arah lain. dengan wajah yang memerah menahan malu.


situasi yang menjadi canggung membuat keduanya tampak diam sejenak.


hingga Kenzo memecahkan kesunyian diantara mereka.


"eh lo mau tau aja urusan orang, kenapa emang kalau gue gak belajar? masalah buat lo? penting buat lo? " tanya Kenzo bertubi-tubi.


"gak kok kan Ara cuma ngasih tau aja, kalau keberatan ya udah gak usah di dengerin, emang susah kalau ngomong sama orang angkuh dan sombong kayak kamu! " beber Ara


"lo itu ya " geram Kenzo


"udah gak usah marah-marah nanti tambah tua tuh muka, udah jelek tambah jelek uhh gak ada yang suka sama kamu, kenapa? mau marah? mau gelut? ya hayoo emang kamu pikir gue takut, hah! ya gak lah, yang ada kamu yang disangka pengecut berantem sama cewek! " ejek Ara sambil tersenyum manis


Kenzo yang mendengar itu Langsung naik pitam namun dia berusaha sabar karena yang ia hadapi adalah seorang perempuan yang petakilan dan pecicilan. bagaimana orang-orang bisa menganggapnya dingin sedangkan sekarang gadis yang ada disamping nya ini kelihatan seperti gadis cerewet dan petakilan.


huff


Kenzo menghembuskan napasnya dengan kasar tak habis pikir dengan ucapan orang-orang tentang Ara.


tak


dahi Ara langsung disentil Kenzo dengan agak keras hingga Ara mengadu kesakitan.


"aduh,kenapa Kenzo sentil dahi Ara? kan Ara gak salah apa-apa " aduh Ara


"mulut lo kek burung pipit ngomong terus, dan kemana Ara yang dingin dan datar seperti yang orang-orang bilang? kok lo berbeda dengan ekspetasi yang orang-orang katakan? " tanya Kenzo dengan dahi berkerut seolah-olah sedang berpikir

__ADS_1


Ara yang mendengar itu langsung menutup mulutnya dengan tangan sambil memikirkan ucapan Kenzo tadi


"ah iya kenapa Ara jadi cerewet kek gini aduh ancur dah image Ara di dunia sekolah ini, mana bobrok Ara udah hampir keluar . aduh Ara kok bisa kecolongan gini " batin Ara sambil mengetok-ngetok kepalanya dengan tangan


Kenzo yang melihat Ara seperti itu hanya tersenyum tipis hanya tipis dan bahkan orang tidak bisa melihat nya.


"hm" Ara langsung pergi dari kenzo begitu saja dan Langsung menghilang dibalik pintu kelas


Stela ang melihat Ara keluar kelas langsung ikut mengikuti Ara dari belakang.


Ara yang merasa diikuti hanya tersenyum sinis.


"wah mangsa empuk" batin Ara yang melihat Stela dari mata nya.


Stela yang merasa aman pun diam-diam mengikuti Ara tanpa merasa ragu dan tidak tahu ada bahaya besar yang akan dia hadapi.


"gue harus bisa kasih pelajaran sama Ara biar dia tau siapa gue yang sebenarnya." ujar Stela


Stela terus mengikuti Ara menuju belakang sekolah dan memasuki ruangan yang gelap


Ara yang mendengar suara hati Stela hanya tersenyum dan melihat gerak-gerik Stela dari CCTV-nya


"cepat kemari kucing manis, macam tutul sudah menunggu mu" ujar Ara


Stela memasuki ruangan itu dengan kaki gemetar dan berkeringat dingin.


"gak gue pergi aja dari sini, disini kok horor banget sih, si Ara mana lagi" gerutu Stela


Stela langsung mengambil ancang-ancang mau pergi lalu Ara muncul tiba-tiba dihadapan Stela


"halo" sapa Ara

__ADS_1


"Arrra kok- kok lo udah ada disini? sejak kapan? kenapa lo udah kayak hantu aja sih! " tanya Stela bertubi-tubi


"udah mending Stela ikut Ara aja Ara mau ngajak Stela main masak-masakan yuk" ajak Ara sambil menarik tangan Stela dengan kasar.


Stela yang tidak cukup siap pun langsung terhuyung kebawah kaki Ara


"aduh kok Stela lemah banget sih? katanya geng pembully kok baru ditarik aja udah jatuh aja! ck ck dasar wanita lemah! " maki Ara


"gue gak lemah lo aja yang tariknya kekencengan, lo pikir gue karung hah! modal tenaga aja udah sombong! gimana kalau kaya bisa-bisa lo jual diri! " maki Stela


" iya ya benar juga ucapan Stela ya gimana kalau Stela liat kemampuan Ara yuk biar seru" ajak Ara


"gak gue gak mau" tolak Stela


"Ara maksa " ucap Ara sambil menarik tangan Stela dengan kasar dan mendudukan Stela pada kursi yang berada di ruangan khusus yang ada di ruangan nya.


Ara mengikat Stela pada kursi kayu dan mengikat tangan serta kaki Stela dengan kencang sehingga Stela menjerit kesakitan.


"AWS, sakit ra lo mau apa, gue gak ada urusan sama lo, gue,-gue " ucapan Stela terpotong setelah melihat Ara menyeringai ke arahnya.


"itu gak sakit kok Stela Ara gak sejahat kalian yang nyakitin orang-orang tanpa belas kasihan " ujar Ara


"Ara disini cuma mau praktekin cara kalian nyiksa orang-orang disekolah ini biar kalian tau rasanya disiksa bukan hanya taunya Nyiksa" tutur Ara


"gak ra lo orang baik mana mungkin bisa nyiksa orang kek gitu " bujuk Stela


"Ara emang baik makanya Ara bawain Stela hadiah....... " Ara sengaja mengantungkan ucapanya lalu mengeluarkan sesuatu dan memperlihatkan nya pada Stela


sehingga Stela terkejut melihatnya


"ahhhhh, itu......

__ADS_1


...gantung dulu ya supaya seru.... ...


...yang gak seru itu gantung perasaan💘...


__ADS_2