
melihat binar kebahagiaan dimata Imanuel membuat hati Ara menghangat entah mengapa dia begitu senang melihat senyum di bibir Imanuel.
"Ara bakalan bantuin Nuel kok buat dapatin tambatan hati Nuel semangat ya El! " ujar Ara
"El, siapa El Ra? tanya Nuel
" El itu kamu Imanuel jadi Ara panggil El aja biar mudah, soalnya susah nyebutinnya hehhe" tawa Ara.
melihat Ara senang menjadi suatu kebahagiaan untuk nya
"iya deh apa sih yang ngakk buat Ara hehhe" gurau El
"ihhh El mah bikin cewek baper aja" balas Ara
"baper nih yeee " canda El
"udah ah El Ara mau pulang dulu udah malam entar malam kepagian disini" pamit Ara
"barengan aja atuh ra kan tetanggaan " ajak El
"emang kamu udah lama ya Ra kerja dirumah Anisa? " tanya El
mendengar ucapan El Ara hanya tersenyum sambil menganggukkan Kepala nya pertanda iya.
semua orang menganggap nya kerja dirumah Anisa padahal dialah anak kandung dari tuan Aditya.
"emang Ara betah ya disana? tinggal sendirian aja kalau siang? " tanya El bertubi-tubi .
Tiba-tiba Max datang menjemput Ara dan berbisik
"nona melupakan pesta kita malam ini " bisik Max
"ah iya, El kamu pulang duluan aja saya harus kerja paru waktu kerumah kakak Max ini. " pamit Ara
tanpa menunggu jawaban dari El Ara langsung masuk kedalam mobil Max dengan dibukakan pintu oleh Max , El yang menyaksikan itu hanya Terbenggong
"ini yang kerja dia atau Ara sih kok malah si Ara yang keliatan kek nona muda" batin El
mobil Ara menghilang oleh gelapnya malam karena mobil Ara dilengkapi oleh ruangan rahasia maka bukan hal sulit untuk nya berganti pakaian didalam mobil.
beberapa lama kemudian Ara keluar dari mobil dengan gaun warna hitam lengan panjang serta mengembang seperti putri raja, rambut di jepit indah oleh mutiara dibiarkan terurai dengan sepatu hak tinggi yang menambah kesan anggun dan elegan.
serta topeng pelangi yang melekat di wajah cantiknya.
ketika kaki jenjang Ara menuruni mobil dan menampakan kaki di red karpet nya semua orang langsung memotret dan mengabadikannya serta rekan bisnis lainnya turut menyambut kedatangannya.
"selamat datang nona NARA Group yang terhormat" hormat tuan Praseno ayah dari Kenzo
"selamat datang nona muda " sapa tuan Purnama ayah dari Cindy
"selamat datang nona muda" sapa tuan pras ayah dari dimas
"selamat malam nona" sapa tuan Bima ayah dari Imanuel
__ADS_1
Ara hanya menganggukan kepalanya pertanda iya disana bukan hanya rekan bisnis nya saja namun keluarga mereka juga ikut berserta anak-anak mereka.
Imanuel yang baru datang langsung menghampiri ayahnya
"Pa, maafkan Nuell datang terlambat" mohon El
"tidak masalah nak ayo ikut papa kedepan perkenalan dengan nona muda keluarga NARA Group" ucap sang papa
El hanya menurut apa yang dikatakan papa nya
sesampainya disana Ara melihat El yang berjalan menuju tempat dirinya duduk pun hanya tersenyum tipis.
"selamat atas prestasi anda nona, ini anak saya Imanuel , Nuel perkenalan dirimu pada nona muda ini" pinta Bima
"halo, nona muda saya Imanuel senang berkenalan dengan mu" ujar El sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman
Ara hanya melihat tangan El yang mengambang di udara. melihat itu ayah El Langsung ingin mengatakan ....
belum sempat Bima mengatakan pada El tiba-tiba tangan El langsung disambut oleh Ara
"El, nona muda maafkan anak saya yang sudah lancang terhadap nona muda " lirih Bima dia takut nona muda itu akan merasa tersinggung dengan tindakan El.
"senang bertemu dengan mu tuan muda El. " ujar Ara dengan senyum
seketika seisi Gedung menyaksikan senyuman nona muda mereka
"nona muda... " ucapan Bima terpotong oleh Ara
"tidak apa-apa tuan Bima saya senang mengenal anak tuan semoga kita bisa bertemu kembali"ujar Ara.
"tidak begitu saya hanya menghormati orang yang berniat baik kepada saya" ucap Ara
setelah kejadian itu semua orang disana langsung mendekati Ara bersama anak mereka.
begitupun dengan Kenzo dan praseno
"nona muda ini anak saya, nak perkenalkan dirimu" pinta sang Papa
"Hai, nona muda gue Kenzo anak dari Praseno Group " bangga Kenzo sambil mengulurkan tangan bermaksud berjabat tangan dengan Ara
Ara hanya melihat tangan itu
"senang bertemu dengan mu" balas Ara tanpa membalas uluran tangan Kenzo.
melihat itu Kenzo menjadi malu dan marah.
Ara langsung pergi menghampiri Max dan berkata
"segera mulai acara " perintah Ara
Max segera menghampiri MC dan MC pun menganggukkan kepala.
"baiklah rekan-rekan semuanya selamat malam dan salam sejahtera untuk mempersingkat waktu karena waktu nona muda kita sangatlah sedikit. jadi kita persilahkan untuk nona muda kita untuk naik ke atas panggung kehormatan ini. " pinta MC
__ADS_1
Ara naik keatas panggung dengan elegan dan mulai berbicara tentang bisnis.
"saya merasa sangat gembira untuk rekan-rekan bisnis sekalian yang sudah datang dalam acara ini, saya hanya ingin mengatakan bahwa saya akan memberikan saham saya sebesar 75 % kepada perusahaan yang namanya saya sebutkan. hanya ada 3 perusahaan karena menurut saya ini yang pantas " ujar Ara
yang mendengar itu bertepuk tangan riang dan mereka berdoa nama perusahaan mereka masuk kedalam salah satunya.
"baiklah saya lanjutkan dengan membacakan ketiga perusahaan itu dimulai dari.
1.Aurora Group
2.Praseno Group
3.perusahaan Bima Wijaya
saya harap pimpinan dari perusahaan tersebut bisa naik ke panggung ini" ujar Ara
Ayah dari Imanuel menangis terharu karena perusahaan mereka bukanlah perusahaan besar.
"alhamdulillah ini sebuah anugrah bagi kita nak, perusahaan kita bahkan tidak dimasukan dalam nominasi " lirih Bima sambil memeluk sang anak dan istrinya
Max yang mendengar itu langsung membisikan kata ke Ara
"bukankah harusnya perusahaan Purnama Group nona yang akan diberikan saham itu" ujar Max
Ara hanya tersenyum dan Max mengerti kode dari sang nona muda
semua nya naik ke atas panggung untuk menerima berkas penghargaan dari Ara.
semuanya sudah diberikan hanya perusahaan dari Ayah Bima lah yang belum
Ara langsung turun tangan memberikan berkas itu kepada nya.
"Terima kasih nona muda kamu sangat bersyukur atas penghargaan ini " ujar Bima
"tentu pak saya juga sangat senang mendengar anda senang" ujar Ara
sementara itu Purnama mengalami serangan jantung ringan karena kalau saham mereka ditarik secara langsung mereka bisa bangkrut.
Purnama langsung dilarikan kerumah sakit dan perlu perawatan insentif.
sementara cindy ikut panik karena dia ingat kata-kata dari Ara waktu di sekolah yang mengatakan akan menarik saham dari perusahaan mereka.
cindy langsung bangkit dan langsung berjalan ke arah Ara.
"nona muda maaf kan saya terhadap pembantu nona waktu di sekolah tadi pagi saya tidak bermaksud menamparnya saya mohon nona berikan kembali saham itu kepada perusahaan saya." mohon cindy
"maksud anda ? tanya Ara yang pura-pura tidak mengerti.
" ya saya sudah menampar pembantu anda disekolah karena dia memukul saya duluan nona muda dia menghina saya " bela Cindy.
"benarkah itu? bukankah dirimu yang duluan menghina dia? apakah itu sebuah hinaan bagimu, saat dirimu menghina orang lain.? " ujar Ara
"lebih baik anda menyadari kesalahan anda tanpa harus menyalahkan orang lain, maaf saya tidak ada waktu untuk meladeni orang-orang tidak berguna seperti kalian " usir Ara
__ADS_1
orang-orang yang berada di sana langsung memandang sinis ke arah cindy