Gadis Kerikil

Gadis Kerikil
malaikat pelindung?


__ADS_3

sementara ditempat lain brayen tiba-tiba mengalami hal yang sama pada saat dia berada didalam mobil bersama anak buahnya menuju kediaman Aditya Aurora sekejab dia kembali ke masion nya beserta anak buahnya yang sudah banyak terkapar penuh darah.


"Apa yang terjadi? " batin Brayen


"kenapa semua anak buahku tewas begini? Alex dimana kamu? Alex? " panggil Brayen


tiba-tiba pandangan Brayen terjatuh pada satu titik dimana Alex berada dia terkapar penuh dengan darah yang keluar dari mulut nya.


tanpa berpikir panjang Brayen langsung memerintah kan Anak buah yang tersisa untuk membawa Alex ke tempat pengobatan mereka.


"pengawal bawa Alex! dan sisanya urus mayat-mayat ini! " tegas Brayen


selama Alex diobati Brayen masih bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.


setelah agak lama dokter yang memeriksa Alex sudah keluar


"apa yang terjadi dok dengan Alex? " tanya Brayen


"dia mengalami hempasan yang begitu kuat hingga darahnya keluar begitu banyak. apakah dia mengalami hal yang luar biasa? penyakitnya tidak ada namun darahnya keluar banyak? tanya Dokter sebut saja dokter mukidi

__ADS_1


" saya tidak tau dok apa yang terjadi padanya, mungkin dia hanya kecapekan saja dok"bela Brayen


"ahh mungkin saja begitu, baiklah saya permisi dulu tuan muda" pamit Dokter mukidi


"baik dok, pengawal antar dokter mukidi sampai depan Gerbang" perintah Brayen


setelah dokter mukidi keluar bersama beberapa pengawal Brayen memasuki kamar Alex.


dia melihat keadaan Alex yang tidak bisa dikatakan baik-baik saja.


"apa yang terjadi padamu? kenapa kau bisa separah ini padahal jumlah pasukan kita banyak? dan apa yang sebenarnya terjadi? " beber Brayen


"eh kau sudah sadar? apa yang sakit? ada yang sakit? akan ku panggilkan dokter? " panik Brayen


"ti- tidak apa-apa Tuan Muda saa ya baik - baik saja, " jawab Alex


"sebenarnya apa yang terjadi? kenapa bisa begini? " tanya Brayen lagi


"dia bukan manusia..., dia seperti malaikat pelindung bagi Aditya. " beber Alex

__ADS_1


"maksud mu? " tanya Brayen


"pada saat pasukan kita sudah berhasil memekuk keluarga Aditya tiba-tiba angin datang bersamaan dengan cahaya seperti pelangi dan pintu seperti tedobrak dengan keras pintu yang terbuat dari perak itu terbuka begitu saja tanpa disentuhnya, dia mengunakan topeng pelangi , gaun pelangi serta rambut serba warna-warni persis seperti pelangi. pada saat pasukan akan menyerang nya dia hanya menghempaskan sebelah tangannya dan husss mereka yang terkena anginnya langsung tewas! " beber Alex


"apa? gadis pelangi? jangan bercanda lex apakah kau terjatuh begitu keras hingga mengalami gangguan otak? aku tidak pernah percaya dengan hal seperti itu! sudahlah kau seperti nya butuh istirahat" ungkap Brayen


"lihatlah ini aku punya buktinya, aku sempat memfoto nya. " ucap Alex sambil menyerahkan handphone kepada Brayen


seketika mata Brayen membola setelah melihat foto tersebut dia menelisik foto tersebut. dia melihat gadis tersebut dengan teliti


"seperti aku familiar dengan gadis ini, tapi siapa? Alex apakah Anak dari Aditya Aurora ada disaat kalian memekuk keluarga Aurora? " tanya Brayen


"ah kurasa tidak ada ,bukankah anak dari Aditya Aurora kandung telah diasingkan dari kota ini? bahkan identitasnya pun tidak satupun orang mengetahuinya? " tungkas Alex


"ah iya bahkan aku tidak tau bagaimana rupa nya, dia tidak pernah muncul di publik ataupun berkeliaran di kota ini, entah dimana gadis itu. " ungkap Brayen.


"tapi tidak kecil kemungkinan itu adalah malaikat pelindung nya Aditya Aurora " ujar Brayen.


"tuan muda benar, saya rasa gadis itu bukan manusia dia hanya malaikat pelindung yang dikirim seseorang" tungkas Alex

__ADS_1


__ADS_2