Gadis Tengil Melawan Tuan Muda

Gadis Tengil Melawan Tuan Muda
Bab 1


__ADS_3

Negara Turki.


Disebuah tempat dugem. Sebuah ruangan eksklusif yang hanya bisa disewa oleh orang-orang yang berduit. Seorang pria dewasa tengah duduk dengan ditangannya sebuah gelas bening yang berisi cairan emas.


"Tuan, ini sudah jam satu dini hari. Sebaiknya anda cepat pulang, Tuan. Besok pagi-pagi Tuan harus terbang ke Negara Indonesia untuk pesta pernikahan Nona Dayana," ujar Leo tangan kanan Daniel yang selalu setia berada disisi Daniel.


"Kalau kau ingin pulang, pulanglah, Leo. Nanti aku bisa pulang sendiri," seru Daniel dengan nada dinginnya. Sesekali ia meminum alkohol yang berada digelas nya.


"Anda tanggung jawab saya, Tuan. Saya harus setia menjaga anda karena ini adalah perintah dari Tuan Kenzo," ujar Leo.


"Aku bukan anak ABG yang harus diikuti kemana saja, Leo." sungut Daniel.


"Maaf, Tuan. Tapi ini perintah dari Tuan Kenzo," ujar Leo yang membuat Daniel terkekeh kecil.


"Ayah memang tidak pernah berubah. Selalu saja menganggap ku sebagai anak kecil," gumam Daniel.


Merasa kasihan dengan Leo. Tuan Daniel Arbteo atau yang akrab disapa Daniel itu memutuskan untuk pulang.


...


Keesokan harinya. Daniel dan Leo langsung terbang ke Negara Indonesia untuk menghadiri pesta pernikahan adiknya, yaitu Dayana.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh. Daniel dan Leo akhirnya tiba di Mansion Utama keluarga Arbeto.


Daniel dan Leo langsung disambut hangat oleh Ibu Nayra dan Ayah Kenzo.


"Masih ingat pulang?" cibir Ayah Kenzo menatap sinis kearah putra pertamanya itu.


"Tentu saja aku ingat. Kalau tidak ingat untuk apa aku datang kesini?" tanya Daniel yang tak mau kalah sinis dari ayahnya itu.


"Ayah pikir kamu sudah lupa, tohh di negara Turki banyak wanita-wanita cantik. Siapa tau kamu kelupaan gara-gara para wanita itu," cibirnya lagi dengan mulutnya yang sangat pedas.


"Ayah! Anaknya baru datang masih sempat-sempatnya diajak berantem!" omel Ibu Nayra mencubit perut Kenzo dengan keras.


"Aduhh... sakit, Yang!" pekik Ayah Kenzo mengelus perutnya yang terasa sangat sakit karena Ibu Nayra mencubitnya cukup kuat.

__ADS_1


"Lagian sih! Anaknya baru datang bukannya dibiarkan duduk dulu malah diajak berantem!" omelnya lagi membuat Ayah Kenzo mau tak mau hanya diam saja.


"Sukurin..." gumam Daniel menjulurkan lidahnya kearah Ayah Kenzo.


"Dasar anak durhaka!" umpat Ayah Kenzo dengan kesal. Karena Daniel bersikap seperti itu padanya.


"Hei, Brother!" teriak seorang pria dengan langkahnya yang lebar langsung mendekati Daniel dan langsung memeluknya dengan sangat erat.


"Ck! Kau lagi!" pekik Daniel dengan memutar bola matanya dengan malas.


"Kau masih ingat padaku? Sudah tujuh tahun kau tidak pulang-pulang, ternyata kau sudah setua ini!" goda David pada sepupunya yang kaku itu.


"Sialan kau, David!" umpat Daniel dengan kesal karena dirinya merasa direndahkan dikatakan tua oleh David.


"Aku hanya bercanda. Aku sangat kangen padamu," goda David lagi membuat Daniel rasanya ingin muntah ketika mendengarnya.


"Kau itu membuatku jijik saja!" pekik Daniel mendorong David agar menjauh.


"Sudah-sudah! Jangan menggoda Daniel lagi! Ayo masuk. Putra ibu pasti sangat lelah habis dari perjalanan yang jauh kan?" ujar Ibu Nayra yang kini menggandeng tangan Daniel untuk memasuki ruang istirahat mansion.


....


"Anak Ibu sudah nikah aja nih!" goda Ibu Nayra pada putrinya Dayana.


Dayana yang mendengar godaan dari Ibu Nayra membuat wajahnya langsung memerah merona karena malu.


"Tunggu cucu dari kita yah, Bu!" seru Aryan sembari mengecup kening Dayana.


"Jangan terburu-buru mau punya anak. Nikmati dulu masa-masa pernikahan kalian. Nanti kalau punya anak waktu kalian berdua bisa habis," ujar Ibu Nayra mencubit gemas pipi Aryan.


"Bagi David itu tidak masalah, Bu! Kalau mereka udah ada anak, mansion bisa jadi rame dan kalau mereka lagi enak-enak ada juga yang gangguin!" goda David membuat Aryan dan Dayana langsung tersipu malu.


"David!" pekik Dayana menatap tajam sepupunya itu.


"Hahahaha!" David dan Daniel langsung tertawa terbahak-bahak melihat wajah Dayana yang terlihat memerah bat kepiting rebus.

__ADS_1


"Sudah-sudah! Kalian ini selalu saja menggoda adik kalian! Kalian sampai kapan mau jomblo, hem?!" seru Daddy Devan membuat David dan Daniel langsung terdiam membeku ditempatnya.


"Mampus kalian!" umpat Dayana dengan menahan tawanya mati-matian ketika melihat David dan Daniel yang langsung terdiam.


"Kalian, mau sampai kapan jomblo terus?" tanya Daddy Devan yang membuat David dan Daniel langsung terdiam ditempatnya.


"Hehehe... itu anu, Dad. Daniel belum berfikir cari jodoh," ujar Daniel mengelus tengkuk lehernya yang tidak gatal.


"David juga, Dad! David Balum siap untuk menikah," ujar David membuat Daddy Devan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Umur kalian berdua sudah tua, mau sampai kapan kalian sendirian? Mau menjadi perjaka ting ting kalian?" sungut Daddy Devan.


"Tentu saja tidak! Aku akan tetap menikah, Dad! Hanya saja saat ini aku belum menemukan pasangan yang cocok!" ujar Daniel.


"Kalau aku sih, pernikahan itu seperti tidak ada gunanya. Bahkan aku sudah memutuskan untuk tidak akan menikah dalam hidupku!" ujar David dengan entengnya membuat Daddy Devan marah dan langsung menatap tajam kearah putra semata wayangnya itu.


"Kau bilang tidak akan menikah?" seru Daddy Devan dengan setengah berteriak.


"Loh? Kenapa kau marah. Kau kan juga begitu waktu muda dulu. Bersikeras tak mau menikah sampai harus dipaksa menikah dengan Nana!" sungut Ayah Kenzo berusaha menahan tawanya mati-matian.


"Brisik! Diam!" sungut Daddy Devan membuat David menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.


"Kalau kau tidak ingin menikah, siapa yang akan menjagamu sampai tua nanti? Daddy dan Mommy tidak akan bisa selalu berada di sisimu! Cepat atau lambat kau akan membutuhkan seorang istri untuk menemanimu dimasa tua nanti!" ucap Daddy Devan yang masih menatap tajam kearah David.


"Aku ini sudah besar, Dad! Aku bisa menjaga diriku sendiri!" seru David membuat Daddy Devan semakin emosi.


"Kau!!" Daddy Devan yang sudah geram dengan tungkah putranya itu hendak maju untuk memukulnya. Beruntung ada Mommy Nana yang langsung menghalangi nya.


"Dad! Sudah! Jangan lukai putraku!" seru Mommy Nana membuat Daddy Devan langsung berhenti.


"Dia bodoh, Sayang! Katanya dia tidak akan mau menikah! Dasar anak bodoh! Kau pikir menikah itu tidak enak?!" teriak Daddy Devan dengan emosi yang bergemuruh.


"Sudahlah, Dad... Pikiran David masih kekanak-kanakan! Biarkan dia sendiri yang mencari jodohnya, cepat atau lambat dia juga akan siap untuk menikah," ujar Mommy Nana mengelus lengan suaminya itu agar tenang.


"Benar tuh! Daddy dan Mommy saja umurnya sangat beda jauh. Bisa kemungkinan umur jodohku masih belum lahir!" ujar David degan santai membuat semua orang yang ada disana langsung tertawa terbahak-bahak, kecuali Daddy Devan.

__ADS_1


"Kenapa sifatnya sangat mirip denganku? Apa jangan-jangan anak ini juga terlahir sebagai Casanova? Tidak! Aku tidak akan membiarkan putraku mengikuti jejakku saat muda dulu, aku harus mengirim seseorang untuk mengawasinya." gumam Daddy Devan dalam hatinya, menatap kearah David yang sedang tertawa.


Bersambung.


__ADS_2