Gadis Tengil Melawan Tuan Muda

Gadis Tengil Melawan Tuan Muda
Bab 2


__ADS_3

Hari berganti hari. Umur pernikahan Dayana dan juga Aryan sudah menginjak 7 hari. Daniel memutuskan untuk tinggal di Indonesia, sementara perusahaan nya yang berada di Negara Turki diberikan pada Aryan suami adiknya, sebagai hadiah pernikahan mereka.


Daniel kini menjadi pewaris utama diperusahaan Arbteo.Ysb. Setelah berhasil menggantikan Ayah Kenzo yang sudah pensiun dari dunia pekerjaan.


Bruk!


Daniel yang sedang mengemudikan mobilnya merasa ada sesuatu yang menabrak mobilnya dari belakang. Ia resflek menghentikan mobilnya itu dan segera keluar dari mobilnya.


"Apa yang kau lakukan!" teriak Daniel dengan marah pada seorang gadis yang baru saja menabrak mobilnya hingga penyok sedikit.


Gadis yang sedang membawa motor metik itu hanya bisa menundukkan kepalanya karena rasa bersalahnya.


"Kau merusak mobil mahal ku, Bocah!" teriak Daniel lagi membuat gadis itu gemetaran ketakutan.


"Aku tidak sengaja, Tuan," lirih Natusha semakin menundukkan kepalanya.


"Kau sengaja ataupun tidak. Tetap saja kau harus ganti rugi!" sungut Daniel dengan kesal.


"Iya aku tahu..." ucap Natusha dengan nada pelannya. Yang kini mengambil sebuah dompet didalam tas sekolahnya.


Natusha mengeluarkan selembar uang lima puluh ribu dan memberikannya kepada Daniel.


"Apa ini?" tanya Daniel dengan mengerutkan keningnya, sesekali pria itu membolak-balikkan uang kertas yang hanya senilai lima puluh ribu itu.


"Itu uang," jawab Natusha dengan polos.


"Iya, aku tahu ini uang! Tapi untuk apa?!" tanya Daniel dengan geram melihat tingkah polos gadis yang ada dihadapannya itu.


"Kau kan memintaku untuk mengganti rugi, itu uang untuk mengganti rugi kerusakan yang sudah aku perbuat," ujar Natusha membuat Daniel semakin geram hingga dirinya meremas uang lima puluh ribu yang berada ditangannya itu.


"Kau pikir mobilku ini mobil rongsokan sehingga kau mengganti rugi hanya segini saja?!" teriak Daniel membuat Natusha terkejut setengah mati.


"Tuan, kalau aku sarankan volume suara mu itu turunkan sedikit. Gendang telingaku rasanya mau pecah mendengarnya," seru Natusha dengan cemberut sembari dirinya mengelus telinganya yang rasanya sangat ngilu mendengar suara Daniel.


"Berani sekali kau! Apa kau tidak tahu aku ini siapa?!" seru Daniel yang semakin meninggikan suaranya.


"Tidak tahu, dan tak mau tahu," jawab Natusha menirukan suara kartun diserial Upin-ipin.


"Baru kali ini aku melihat gadis seperti ini! Benar-benar tidak ada jaimnya," gumam Daniel mengepal tangannya dengan kuat, karena merasa dirinya sudah dipermalukan oleh gadis yang ada dihadapannya itu.


"Dengar, Bocah Ingusan! Aku ini tidak punya waktu untuk mengurus gadis tengil seperti mu. Tinggal ganti rugi saja pada mobilku yang sudah kau rusak dengan uang chas atau kredit!" ujar Daniel.

__ADS_1


"Aku bukan bocah ingusan, Tuan! Aku ini sudah besar, Tuan bisa lihat sendiri badanku ini sudah besar semua!" protes Natusha tak terima dirinya dikatakan bocah ingusan.


Mendengar perkataan Natusha membuat Daniel salah fokus. Dirinya justru berfikir kearah lain ketika Nastusha mengatakan kalau badannya sudah besar semua. Daniel resflek menatap kearah kedua gu**nung kembar Nasthua yang tertutupi oleh seragam sekolahnya.


"Shitt... kenapa aku jadi me**sum seperti ini!" umpat Daniel dalam hatinya.


Dengan cepat, Daniel mengalihkan pandangannya. Dirinya takut jika ia ketahuan sedang memandangi aset berharga milik gadis yang sedang berada dihadapannya itu.


"Ekhem..." Daniel menetralkan kondisi jantungnya yang sedikit berdebar tak karuan.


"Cepat katakan. Kau ingin membayar dengan chas atau kredit!" ujar Daniel membuat Natusha terdiam dan berfikir sejenak.


"Aku bayar uang chas saja, berapa yang harus aku bayar?" tanya Natusha dengan menatap polos pada wajah Daniel.


Daniel yang mendengar perkataan Natusha langsung menyeringai puas diwajahnya. "Kau tidak perlu membayar mahal, tinggal ganti saja sebanyak 5 miliyar!"


Duarrr!


Jantung Natusha seolah langsung berhenti berdetak ketika mendengar nominal uang yang disebutkan Daniel. 5 miliyar? Yang benar saja? Darimana gadis itu akan mendapatkan uang sebanyak itu.


"Kau itu penipu yah? Mana ada mengganti kerusakan yang hanya penyok sedikit bisa menembus 5 miliyar!" sungut Natusha dengan berteriak.


"Tadi kau menyebutku apa?!" tanya Daniel dengan menatap tajam pada wajah Natusha.


"Penipu katamu!" teriak Daniel dengan emosi yang sudah tak terkendalikan. "Asal kau tahu Bocah Ingusan, mobilku ini mobil yang sangat terbatas. Hanya ada 5 buah didunia, dan kau sudah merusak mobilku yang sangat berharga ini!" sungutnya dengan menahan amarahnya menghadapi gadis tengil itu.


"Yang benar saja, mobil sejelek ini hanya ada 5 didunia? Aku yakin kau itu pasti seorang pembohong!" seru Natusha membuat Daniel melototkan matanya dengan sempurna.


"Kau..." Daniel yang sudah geram dengan tingkah Natusha yang benar-benar sangat kurang ajar padanya itu, langsung mengeluarkan ponselnya.


"Penipu! Dasar penipu! Aku tidak akan tanggung jawab!" ujar Natusha membuat Daniel yang mendengarnya langsung menutup mulut Natusha dengan tangannya.


"Diamlah, Bodoh!" sungut Daniel yang kini sedang sibuk menelpon seseorang.


Sementara Nasthua yang dibekap mulutnya itu berusaha melepaskan diri karena dirinya sangat sulit untuk bernafas.


"Tuan ingin membu**nuhku yah!" seru Natusha dengan sedikit berteriak.


"Yah!" jawab Daniel. "Aku ingin sekali membu**nuhmu! Andai saja negara kita bukan negara hukum, sudah sejak tadi aku mendorong mu ke jalan dan ditabrak oleh mobil yang lewat!" seru Daniel membuat Natusha terdiam.


"Diamlah! Sementara aku akan menelpon polisi untuk menangkap baji**ngan kecil seperti mu!" ujar Daniel membuat Natusha melototkan matanya dengan sempurna.

__ADS_1


"Po--polisi?" tanya Natusha dengan gugup.


"Halo, Pak?" Daniel hendak berbicara pada polisi melalui ponselnya. Tapi Natusha menahannya.


"Tuan jangan lapor polisi!" pintah Natusha yang kini membekap mulut Daniel agar tidak mengatakan apapun kepolisi.


"Aku janji Tuan, aku akan tanggung jawab. Tapi untuk sekarang aku benar-benar tidak punya uang," ujar Natusha ingin menangis karena takut Daniel benar-benar memanggil polisi.


"Aku janji akan bertanggung jawab. Tapi untuk sekarang aku benar-benar tidak punya uang," ujar Natusha dengan wajahnya yang memelas berharap Daniel tidak jadi memanggil polisi untuk menangkapnya.


"Kalau kau tidak punya uang, mulai sekarang kau harus menjadi pelayanku!" seru Daniel dengan sedikit mendorong tubuh Natusha untuk menjauh darinya. Karena sejak tadi Natusha sedang berdiri begitu dekat dengannya.


"Pelayan? Aku tidak mau!" seru Natusha dengan nada sedikit protes.


"Kalau kau tidak mau, aku akan melaporkan mu kepihak yang berwajib untuk menahan mu!" ancam Daniel membuat Natusha seketika terdiam.


"Tapi aku tidak mau bekerja dengan orang arogan seperti mu," sungut Natusha dengan mencurutkan bibirnya kedepan.


"Aku akan mengajimu sebesar 20 juta tiap bulan," ujar Daniel membuat Natusha langsung melototkan matanya dengan sempurna.


"20 juta?" tanyanya dengan mata yang tak bisa berkedip sama sekali. Bagi Natusha uang sebesar 20 juta itu sangat banyak untuknya dan tentu saja itu tawaran yang sangat menggiurkan.


"Setiap bulannya aku potong 10 juta untuk melunasi hutang mu dan untuk perbaikan mobilku," ujar Daniel dengan mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Wah! Kau itu benar-benar seorang penipu, masa gajiku dipotong sebesar 10 juta!" ucap Natusha dengan nada sedikit protes.


"Kau mau apa tidak?! Kalau tidak mau aku akan memanggil pihak yang berwajib untuk menangkap mu," ujar Daniel.


"Iya, iya! Aku mau!" seru Natusha yang dengan terpaksa harus mengiyakan permintaan Daniel. Lagi pula bekerja menjadi pelayan Daniel tidak masalah karena gaji yang diberikan Daniel kepadanya cukup banyak.


"Bagus!" Daniel dengan senyum licik diwajahnya mengeluarkan dompet dari saku celananya.


"Ini kartu tanda pengenalku! Besok setelah kau pulang sekolah kau harus membersihkan apartemen ku!" ujar Daniel memberikan kartu tanda pengenal nya pada Natusha.


.....


Daniel kembali melajukan mobilnya dengan seringai licik diwajahnya. Seketika Daniel kembali mengingat pertemuannya dengan Natusha si gadis tangil yang sudah berani melawannya.


"Permainan akan segera dimulai, Bocah Ingusan..." gumam Daniel.


Daniel memang sengaja memperkejakan Natusha untuk menjadi pelayannya. Karena Daniel hanya ingin melampiaskan kekesalannya pada Natusha yang sudah berani melawannya. Ini pertama kalinya ada seseorang yang berani melawan dirinya, yang merupakan seorang pemimpin perusahaan terkaya nomor 1 didunia.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2