
Sudah 17 menit Daniel mencicipi bi**bir ranum Natusha membuat Natusha mulai kehabisan nafas. Daniel yang tahu kalau Natusha mulai kehabisan nafas, kini melepaskan ciumannya.
Dengan nafas yang tersengal-sengal, Natusha menatap pada manik mata Daniel yang terlihat berkabut. Dan Daniel juga menatap pada Natusha dengan tatapan penuh cinta.
"Kau tahu... aku sangat cemburu mendengar kau menyukai David," lirih Daniel dengan ibu jarinya yang mengusap lembut sudut bi**bir Natusha.
Sementara Natusha masih diam membeku diatas pangkuan Daniel. Entah mengapa, sejak tadi jantungnya terus berdetak tak karuan melihat Daniel yang ternyata cemburu kepadanya.
Natusha benar-benar tidak menyangka. Tuan Daniel yang selalu saja menindas dan memarahinya itu ternyata menyukainya juga.
Juga? Yeah... sejak dulu, pertama kali bertemu dengan Tuan Daniel, Natusha memang sudah menyukai Tuan Daniel, namun karena Tuan Daniel yang suka marah-marah membuat Natusha tidak mau memperlihatkan rasa cintanya itu pada Tuan Daniel.
Natusha yang sudah tidak tahan lagi berada didekat Daniel langsung bangkit dari atas pangkuan Daniel. Natusha langsung berlari terbirit-birit masuk kedalam kamarnya dengan wajahnya yang terlihat begitu memerah karena rasa malunya.
Melihat itu, Daniel hanya bisa terkekeh. Daniel benar-benar gemas dengan tingkah Natusha. Jujur saja Daniel sangat kagum pada Natusha, karena Natusha lah satu-satunya wanita yang bisa membuatnya marah-marah, emosi, kesal dan terutama lagi bisa membuatnya cemburu!
"Apa yang sudah menjadi milikku, tidak akan aku lepaskan..." gumam Daniel dengan senyum menyeringai diwajahnya.
Daniel mengeluarkan ponselnya lalu menelpon bawahannya yaitu Leo.
"Leo, siapkan jet pribadi! Besok pagi-pagi sekali kita akan berangkat ke Bali!" perintah Daniel.
"Baik, Tuan!"
Setelah memberi perintah kepada bawahannya itu, Daniel pun langsung memutus panggilan secara sepihak.
"Bagaimana pun caranya, kau harus menjadi milikku gadis nanas... karena aku mencintaimu," gumam Daniel dengan memejamkan matanya membayangkan wajah Natusha.
Sementara itu.
Natusha yang berada didalam kamarnya, langsung membanting tubuhnya ke atas tempat tidur. Dengan malu-malu Natusha berguling-guling diatas tempat tidur itu.
"Tuan Daniel cemburu padaku...?" gumam Natusha dengan wajah yang semakin memerah karana malu.
"Itu berarti dia menyukaiku? Ya ampun...." Natusha tersenyum-senyum sendiri membayangkan wajah Daniel ketika sedang cemburu.
Natusha benar-benar sangat senang karena cintanya selama ini ternyata tak bertepuk sebelah tangan. Tidak sia-sia Natusha menerima bekerja di apartemen itu karena dirinya juga dapat bonus di cintai oleh bos sendiri!
....
__ADS_1
Pagi hari. Natusha sudah siap dengan pakaian santainya. Koper yang akan dibawanya untuk liburan ke Bali sudah ia siapkan sejak semalam. Dan kini dirinya tinggal berangkat ke sekolah saja.
Natusha membuka pintu kamarnya, namun ia tak melihat keberadaan Daniel diruang tamu. Natusha bingung dan sedikit heran karena ini pertama kalinya ia tak melihat Daniel berada diruang tamu pagi-pagi.
"Tuan Daniel kemana...." guman Natusha menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Tin!
Suara notif pesan masuk kedalam ponsel Natusha, membuat Natusha langsung membuka ponselnya itu.
Mr. Daniel: Natusha apa kau sudah bangun? Aku tidak berada di apartemen sekarang karena aku mendadak punya urusan yang penting. Kalau kau ingin berangkat ke sekolah, aku sudah siapkan supir pribadi dibawah apartemen.
"Ternyata ada urusan penting..." gumam Natusha sedikit kecewa.
Natusha sudah sangat berharap kalau Daniel akan mengantarnya kesekolah pagi ini. Karena hari ini adalah hari dimana Natusha akan pergi dari apartemen selama 3 hari lamanya, itu berarti Natusha tidak akan bertemu dengan Daniel selama itu.
"Biarlah... tiga hari tak bertemu juga tidak akan membuatku mati karena kangen!" sungut Natusha yang langsung menarik koper nya keluar dari apartemen.
Setelah menempu perjalanan sekitar satu jam lebih, Natusha bersama teman-teman sekolahnya kini sudah sampai di Bali. Natusha dan yang lainnya langsung menuju ke Vila yang berada di Kuta Bali untuk beristirahat.
Karena sore nanti Natusha bersama teman-teman sekolahnya akan bersenang-senang di pantai Kuta.
"Wah... villa ini pasti sangat mahal. Untung saja Tuan Daniel mau meminjamkan aku uang untuk ikut liburan ke tempat ini," gumam Natusha yang melemparkan tubuhnya ke atas kasur yang sangat empuk untuk ditiduri.
Tin!
Bunyi notif pesan masuk kedalam ponsel Natusha. Membuat Natusha langsung membuka ponselnya.
Mr. Daniel: Kau sudah sampai?
Natusha tersenyum bahagia melihat pesan dari Daniel.
Natusha: Iya aku sudah sampai
Mr. Daniel: Kalau begitu selamat berlibur yah! Bersenang-senang lah dengan teman-teman mu, dan cepatlah kembali ke Jakarta! Aku merindukan mu...
Natusha yang membaca pesan dari Daniel membuat jantungnya langsung berdegup kencang tak karuan. Dirinya tak menyangka kalau Daniel akan merindukan nya.
Natusha: Benarkah tuan merindukan ku?
__ADS_1
Mr. Daniel: Maksudnya aku itu merindukan ingin menarik telingamu lagi. Apa yang sedang kau pikirkan? Kau pikir aku akan merindukan bocah ingusan seperti mu?
Natusha: Tuan itu jahat sekali!
Mr. Daniel: Aku memang jahat hahaha.
Natusha yang kesal itu langsung menutup ponselnya dan membuangnya ke atas nakas. Natusha kesal dengan sikap Daniel padanya yang selalu saja menindas dan mempermainkan nya.
"Dasar Mr. Gengsi! Tinggal bilang kau merindukanku apa susahnya sih!" gerutu Natusha mengacak-acak rambut nya dengan kesal.
Sementara Daniel yang berada disebuah hotel langsung tertawa terbahak-bahak melihat pesannya hanya di read oleh Natusha.
Daniel tahu kalau sekarang Natusha sedang kesal pada dirinya. Tapi kekesalan itu tidak akan bertahan dengan lama, karena Daniel mempunyai kejutan untuk Natusha malam ini.
"Natusha Rafael... aku merindukanmu, sangat merindukanmu. Kemana pun kau pergi aku akan selalu mengikuti mu," ujar Daniel dengan senyum menyeringai diwajahnya.
Yap! Daniel sekarang sedang berada di Bali juga. Bahkan hotel tempat Daniel menginap dekat dengan Villa Natusha.
Tok... tok... tok...
Pintu kamar Daniel di ketuk oleh seseorang. Daniel langsung mempersilahkan orang tersebut untuk masuk.
"Tuan, semuanya sudah siap!" ujar Leo membuat Daniel tersenyum puas.
"Bagus! Jangan sampai rencanaku untuk melamar Natusha ada kesalahan! Aku tidak ingin di malam istimewa ini ada kesalahan sedikit saja!" ujar Daniel membuat Leo mengangguk.
"Baik Tuan!" ujar Leo yang kini langsung beranjak dari kamar Daniel.
....
Sore hari.
Natusha bertama kawan-kawannya sedang berada di pantai. Mereka sedang asik bermain voli bersama.
Sementara dari kejauhan, Daniel dan Leo memperhatikan gerak-gerik Natusha yang terlihat begitu bahagia bermain bersama teman-temannya.
Daniel tersenyum, karena ini pertamanya kalinya Daniel melihat senyuman Natusha yang penuh kebahagiaan itu. "Kau tahu... kau itu sangat cantik," gumam Daniel dalam hatinya.
Sementara Leo yang melihat tingkah laku Tuannya itu hanya bisa menghelai nafasnya dengan pasrah. Dirinya merasa saat ini ia seperti seorang pria ca**bul yang sedang menguntit wanita yang sedang memakai pakaian **** yang berada di pantai karena harus mengikuti Tuannya yang sedang mengintai Natusha.
__ADS_1
Bersambung.