
Didalam perjalan menuju Mansion Utama.
"Kau harus ingat, jaga tingkah laku mu didepan keluargaku. Awas saja jika kau berani mempermalukan ku, aku potong gajimu sebanyak 50 persen!" ancam Daniel yang sedang mengemudikan mobil. Sementara Natusha yang duduk disamping Daniel hanya bisa mengangguk dengan cemberut.
"Tapi aku ngantuk, Tuan! Kenapa harus aku sih yang dipertemukan dengan keluargamu," sungut Natusha dengan menangkup wajahnya.
"Karena kau adalah pelayan ku! Dan yang setiap aku katakan itu adalah mutlak! Kau tidak boleh membantahnya sedikitpun!" ujar Daniel sesekali melirik kearah Natusha yang sedang cemberut.
"Tuan benar-benar suka seenaknya!"
"Kau bilang aku apa? Katakan sekali lagi!" ujar Daniel menatap tajam Natusha membuat Natusha menunduk ketakutan.
"Ampun, Tuan," lirih Natusha.
Mansion utama keluarga Arbeto.
"Ayo, turun," ujar Daniel membuka pintu mobil untuk Nastusha. Natusha turun dengan gaunnya yang berwarna biru muda, tak lupa dengan rambutnya yang di tata dengan rapi. Benar-benar penampilan yang sempurna.
"Ayo, rangkul lenganku!" perintah Daniel membuat Natusha bingung.
"Untuk apa?" tanya Natusha membuat Daniel sedikit kesal karena Natusha selalu saja membantah setiap perintahnya.
"Aku bilang rangkul yah rangkul!" sungut Daniel dengan meraih tangan Natusha untuk merangkul lengannya
"Tuan..." Natusha menatap tangannya sendiri yang sudah merangkul dilengan Daniel.
"Apa?" Tanpa melirik Natusha, Daniel berjalan memasuki mansion bersama dengan Natusha yang ikut berjalan di sampingnya.
"Kalau aku merangkul mu seperti ini, bukankah kita ini terlihat seperti sepasang kekasih?" tanya Natusha yang kini menatap kearah wajah Daniel.
Daniel ikut menatap wajah Natusha lalu tersenyum dengan licik. "Memang ini yang aku inginkan, kita terlihat seperti sepasang kekasih!"
"Tapi Tuan! Aku ini pelayanmu bukan kekasihmu," sungut Natusha dengan nada sedikit protes.
"Tidak usah banyak protes! Cukup jalani perintahku saja" ujar Daniel dengan tegas membuat Natusha mau tidak mau hanya diam saja.
Daniel membawa Natusha masuk kedalam ruang utama mansion. Dimana seluruh keluarga Arbeto maupun Metteo sudah berkumpul disana.
"Ingat, kau harus bersikap seperti kekasih ku!" bisik Daniel ditelinga Natusha.
"Iya, Tuan," jawab Natusha dengan pasrah.
__ADS_1
....
"Itu dia sudah datang!" seru David menatap sepupunya yang sudah datang. Tapi seketika dirinya langsung terdiam ketika melihat Natusha yang juga ikut berjalan disamping Daniel.
"Kenapa gadis unik itu ikut kesini?" gumam David menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Daniel, siapa gadis cantik ini?" tanya Ibu Nayra menatap Natusha dari atas sampai bawah. Benar-benar gadis yang cantik, pikir ibu Nayra.
"Dia kekasihku, Bu!" jawab Daniel dengan senyum percaya dirinya.
"Wtf?! Kekasihmu? Jadi Natusha adalah kekasihmu, kemarin kau bilang dia itu...." David tidak bisa melanjutkan perkataannya ketika Daniel langsung menatapnya dengan tatapan yang sangat tajam membuat David ketakutan dan langsung bersembunyi di belakang Mom nya.
"Dia apa, David?" tanya Ibu Nayra menatap David dengan bingung.
"Ti--tidak, Bu! David salah orang," jawab David dengan gugup.
"Namanya Nanas, Bu. Dia kekasih baru Daniel," ujar Daniel membuat semua orang yang disana kebingungan mendengarnya. Karena ini pertama kalinya mereka mendengar seseorang yang diberi nama buah.
"Nama aku Natusha Tuan, bukan Nanas!" gerutu Natusha dengan cemberut.
"Tuan?" tanya Ayah Kenzo menatap Daniel dengan tatapan curiga.
"Panggil aku Honey, Nanas!" bisik Daniel dengan geram membuat Natusha langsung tersentak kaget.
"Anak ini...." geram Daniel dalam hatinya.
"Jadi kamu kekasih anak saya?" tanya Ayah Kenzo menatap intens pada wajah Natusha. Nasutha lantas mengangguk dengan canggung.
"I--iya, Om," jawab Natusha.
"Tidak usah gugup seperti itu, kami tidak akan memakan mu, kami ini keluarga yang baik-baik," ujar Daddy Devan dengan terkekeh melihat tingkah Natusha yang benar-benar lugu. Persis seperti istrinya.
"I--iya, Om," jawab Natusha lagi.
"Sejak kapan kamu menjadi kekasih anak saya?" tanya Ayah Kenzo membuat Natusha langsung terdiam seribu bahasa dan langsung menatap kearah Daniel.
Ditengah-tengah Natusha yang bingung harus menjawab apa. Daniel langsung angkat suara. "Sudah seminggu, Yah!"
"Sudah seminggu? Cepat sekali. Kau itu baru saja tinggal di Indonesia dan secepat itu kau punya kekasih?" tanya Ayah Kenzo menatap Daniel dengan tatapan curiga.
"Ayah jangan meragukan ku! Aku ini memiliki wajah yang tampan, wanita mana saja bisa tertarik padaku. Terutama dengan Natusha!" ujar Daniel dengan nada sombongnya.
__ADS_1
Natusha yang mendengar perkataan sombong Daniel benar-benar tidak terima, dirinya hendak protes namun mulutnya segera di bekap oleh tangan Daniel.
"Iyakan, Sayang....?" tanya Daniel dengan melotot tajam kearah mata Nastusha, membuat Nastusha hanya bisa mengangguk dengan cepat.
"Dasar Mr. Arogan menyebalkan!" teriak Natusha dalam hatinya, berusaha sabar menghadapi drama yang dibuat oleh tuannya sendiri.
"Natusha, apa kamu lapar, Nak? Kamu mau makan apa?" tanya Ibu Nayra pada Natusha.
"Em... itu, aku nggak lapar kok , Tante!" jawab Natusha dengan canggung.
Kriyukk-Kriyukkk
Perut Natusha tiba-tiba berbunyi dengan keras membuat semua yang ada disana terdiam dan menatap Natusha dengan tatapan yang sulit di mengerti.
"Ma--maaf..." lirih Natusha ingin menangis melihat ekspresi semua keluarga disana terlihat marah karena bunyi perutnya yang cukup keras.
Semua orang yang tadinya terdiam itu langsung tertawa terbahak-bahak mendengar Natusha meminta maaf.
"Hahaha lucu sekali anak ini! Kau ketemu dia dimana sih, Daniel?" tanya Daddy Devan dengan tertawa lepas.
"Tidak usah minta maaf, Sayang. Kami tahu kamu sedang merasa canggung menghadapi calon keluarga barumu ini hahaha," ujar Ibu Nayra dengan tertawa kecil. Yang kini langsung menarik tangan Natusha menuju tempat makan keluarga.
Ayah Kenzo, Daddy Devan, dan juga Mommy Nana ikut mengusul ke tempat makan. Sedangkan Daniel dan David masih berada diruang utama.
"Bro... aku tahu kau tidak ingin menjadi bahan candaan dari Daddy. Tapi tidak begini juga caranya!" sungut David pada Daniel.
"Berisik! Diamlah! Awas saja kalau kau sampai berani mengatakan yang sebenarnya pada Daddy dan Ayah!" seru Daniel dengan nada mengancam.
"Kalau Daddy dan Ayah sampai tahu yang sebenarnya, kau bisa mati di tangan mereka," bisik David yang kini langsung berlari ke tempat makan, karena takut akan kemarahan Daniel.
Sementara Daniel yang mendengar ucapan David, langsung terdiam di tempatnya. "Kalau Daddy dan Ayah sampai tahu, maka aku akan menjadikan Natusha sebagai kekasihku sebenarnya!" gumam Daniel dengan senyum menyeringai diwajahnya.
Daniel pun ikut menyusul ke tempat makan.
Setibanya disana, entah mengapa Daniel tiba-tiba merasa sangat senang ketika melihat Natusha yang diterima baik di keluarganya.
Terlihat Ibu Nayra dan Mommy Nana yang menyuapi berbagai macam makanan kedalam mulut Natusha membuat Natusha kewalahan menghadapi kedua wanita itu.
"Hiks... gimana ini, perut aku sudah kenyang sekali," lirih Natusha dalam hatinya, karena Ibu Nayra dan Mommy Nana tak berhenti menyuapinya.
"Makan yang banyak, Sayang, biar kamu sehat," ujar Ibu Nayra dan Mommy Nana bersamaan yang terus menyuapi Natusha makanan.
__ADS_1
Daniel yang melihat tingkah laku kedua ibundanya itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dengan pelan.
Bersambung.