Gadis Yang Ternodai

Gadis Yang Ternodai
Episode 10


__ADS_3

Karena tidak ada larangan dari Pak Wito, ia pun semakin bersemangat untuk segera mendatangi tempat kerja yang dibicarakan temannya.

__ADS_1


Di pagi hari, Dina tampak bersiap-siap berangkat mengantarkan berkas lamarannya ke kantor, dan sesampainya di sana, ia bertemu dengan Andri. "Hai Ndri.." sapanya. "Hai Dina.. gimana, berkasnya sudah lengkap?", Dina mengangguk mengiyakan. "Ya sudah, kamu langsung masuk dan kumpulkan berkasnya ya, nanti kamu akan dapat interuksi selanjutnya". "Oke siap" jawabnya dengan semangat. Setelah berkas lamaran dikumpulkan, ia harus menjalani tes dan menunggu pengumumannya pekan depan. Tes ia lakukan dengan lancar tanpa halangan, "Tes sudah selesai, kini aku harus menunggu pengumuman lagi minggu depan, ok lah gak masalah" gumamnya.

__ADS_1


Hari demi hari ia lewati, kini tiba saatnya pengumuman diterima tidaknya para pekerja. Setelah melihat daftar nama yang terpampang, ternyata nama Dina juga tertulis di sana yang menandakan dirinya diterima. Dengan bahagia, ia berteriak sambil melompat-lompat bagaikan anak kecil yang hendak diajak liburan. "Yeees, akhirnya aku dapat pekerjaan, aku harus segera pulang untuk memberitahu bapak dan ibu". Sesampainya di rumah, "Assalamualaikum.. Ibu, Bapak.. mulai besok aku sudah kerja" teriaknya gembira. "Wa'alaikum salam.." jawab kedua orangtuanya. Belum juga meneruskan bicara, Dina sudah memeluk kedua orangtuanya karena saking bahagianya. "Alhamdulillah, tapi ingat! jaga diri baik-baik ya nak" tutur ibunya. "Siap bu, tapi bapak benar sudah mengizinkan Dina kerja kan?" tanyanya kepada Pak Wito, beliau pun mengangguk tanda mengizinkan anaknya. "Yees" ucap Dina.

__ADS_1


Karena sudah terhibur dengan pekerjaan barunya, kini Dina kembali ceria dan melupakan kenangan buruknya. Hari demi hari juga ia lewati dengan hati gembira, hingga tidak sadar ia sudah bekerja selama satu bulan, dan akhirnya ia menerima gaji untuk pertama kalinya. Ia sangat senang bisa mendapatkan uang dengan keringatnya sendiri, ia pun berniat untuk membeli HP untuk memudahkan dirinya berkomunikasi dan mendapatkan informasi dari kantor. Sepulang dari kerja, ia langsung pergi ke konter dan mencari handphone yang tidak terlalu mahal yang penting bisa digunakan. "Saya mau yang itu aja pak, berapa harganya?" tanya Dina ke penjual, "yang ini Rp1.450.000 mbak," "ya sudah yang itu saja mbk". Akhirnya Dina mengambil Hp tersebut karena menurutnya sudah lumayan bagus, dan uangnya masih tersisa sehingga bisa memberinya kepada ibunya. Sesampainya di rumah, ia memberikan uang kepada ibunya, tapi ibunya menolak, "uang apa ini Din?" "itu gaji Dina bu, tadi sebagian sudah aku pakai beli HP, dan itu untuk ibu" jawabnya. "Sudah, ini kamu simpan aja buat memenuhi kebutuhan pribadi kamu", "tolong bu, untuk kali ini ibu terima ya.." mohon Dina dan akhirnya dengan bujuk rayunya ibu menerima uang tersebut.

__ADS_1


__ADS_2