Gadis Yang Ternodai

Gadis Yang Ternodai
Episode 05


__ADS_3

Untuk mencegah Dina, Amar pun berpura-pura sakit, dengan begitu keponakannya akan menunggunya sembuh terlebih dahulu karena jika ia pulang sendiri tidak akan tahu arah jalan pulang. "Din, maaf ya belum bisa nganter kamu pulang minggu ini, paman nggak enak badan" ucapnya. Meskipun merasa sedih, tetapi ia harus menunggu pamannya sembuh karena tidak tega jika harus dipaksa mengantar dalam keadaan sakit. "Iya paman". Jawabnya. Karena berharap pamannya cepat sembuh dan mengantarnya pulang, Dina pun dengan senang hati mengurusnya selama 5 hari. Saking seringnya mendapat perhatian dari keponakannya saat sakit, Amar pun mulai manja dan selalu ingin ditemani gadis mungilnya. Namun, lama-kelamaan Dina merasa aneh dengan kelakuan pamannya, karena tidak seperti biasanya dan agaknya ada sebuah perasaan melebihi seorang paman, tetapi ia hanya diam.

__ADS_1


"Dinaaaa.. Coba kesini sebentar" panggil Amar. "Iya paman," jawabnya sembari menghampiri pamannya yang berada di dalam kamar. "Ada apa?" tanya Dina. Dan ternyata Amar meminta Dina untuk memijitnya dengan alasan badannya sakit semua. "Badanku terasa sakit semua, bisakah kamu memijitnya?". Dengan muka ragu, Dina terpaksa memijitnya karena merasa sungkan jika menolak pamannya yang sudah berbaik hati kepadanya.

__ADS_1


Dan kali ini, suatu momen yang sangat dinantikan oleh Amar, pasalnya saat dipijit, ia tiba-tiba mengungkapkan perasaannya kepada Dina. Sontak, Dina pun terkejut. "Din, sebenarnya paman ada rasa ke kamu" ungkapnya. Dina terkejut sekaligus terdiam dan tidak melanjutkan memijitnya, perasaannya pun mulai cemas dan ingin segera pulang ke rumahnya. Melihat Dina terdiam, tiba-tiba Amar membalikkan badannya dan membuat keponakannya jatuh di atas dadanya, dengan cepat Amar juga memeluknya. Dina pun segera berdiri, namun sepertinya tidak bisa karena Amar memeluknya dengan erat dan mendekatkan wajahnya ke Dina. "Paman, tolong lepaskan" rintih Dina. "Aku ingin seperti ini setiap hari bersamamu" jawab Amar. Dina pun merasa takut dan akhirnya menangis, sehingga sang paman melepaskan pelukannya dan membiarkan gadis mungilnya pergi. Setelah kejadian tersebut, Dina merasa dirinya terjebak di kandang macan dan susah untuk keluar.

__ADS_1


Perlahan tanpa berpikir, Amar langsung mendekatkan wajahnya dan hendak mencium bibir Dina. Gadis mungil yang malang ini pun menangis dan ingin teriak, namun sang paman mencegahnya serta mengancamnya. "Jika kamu teriak, aku akan menghamili kamu, dan tak akan ku biarkan kamu pulang untuk aku nikahi". Mendengarkan ancaman tersebut, Dina masih memberontak dengan tangisannya, namun Amar tak menghiraukannya dan mulai ******* bibirnya. Ia hanya bisa pasrah dengan tangisan kecilnya. Setelah dirasa puas, Amar pun melepaskannya dan meninggalkannya di kamar. Dina pun merasa hancur, ia ingin mengadu kepada keluarganya, tetapi takut dengan ancaman pamannya, "Bapak, ibu.. aku ingin pulang. Jemput aku" batinnya.

__ADS_1


__ADS_2