Gadis Yang Ternodai

Gadis Yang Ternodai
Episode 14


__ADS_3

Suasana hati Dina bercampur aduk, namun ia memberanikan diri untuk berbicara, "Kamu dari mana? kok tahu rumah aku?" tanyanya. "Itu tadi, aku ada urusan di dekat sini, dan aku melihat rumah kamu, yaudah sekalian aku mampir." jawabnya. "ooh". "bentar ya, aku buatkan minum" ujar Dina, ia pun langsung ke belakang membuatkan minum serta menyiapkan makanan ringan untuk dibawa ke depan, ia meminta ibunya untuk menemaninya karena ia grogi jika sendiri, namun ibunya tidak mau. Dina menarik napas dalam-dalam dan berjalan menuju ruang tamu, "Ayo silahkan diminum..(dan ia ke belakang lagi mengambil makanan)", "haduh gak perlu repot-repot Din," ucap Hilmi. "enggak repot kok".


Hilmi dan Azam pun meminum dan memakannya. Tak lama kemudian, Hilmi pun berpamitan karena gak enak lama-lama di sana, terlebih bapak Dina tak lagi di rumah, "Ya udah Din, aku mau pamit pulang dulu ya, soalnya sudah ditunggu teman" alasannya. "oh iya bentar, aku panggilkan ibu dulu" ia ke belakang. "bu, teman Dina mau pamit pulang" ibunya langsung ke depan, "bu, saya pamit pulang dulu, maaf jadi merepotkan" ucap Hilmi, "enggak ngrepotin, kayak orang sakit aja" jawab ibu Dina. "hehe, ibu bisa aja, ya udah kalau gitu bu, Assalamualaikum". "wa'alaikumsalam" jawab Dina dan ibunya.

__ADS_1


Sesampainya di rumah, Hilmi mengirim pesan ke Dina, "Kenapa tadi wajahnya pucat banget? kamu sakit?" tanyanya. "hehe, enggak kok, cuma grogi aja, gak pede, tiba-tiba kamu datang" jawab Dina sambil senyum-senyum. "Oh kirain sakit,,hehe. Sebenarnya aku juga grogi sih, soalnya baru ini berani datang ke rumah cewek.hehe". balas Hilmi. "Iya kh? bohong paling?", ya benar, ini pertama kalinya Hilmi berani ke rumah cewek, ya karena dia memang cuek sama cewek dan gak sedekat ini dengan teman cewek. "ya terserah mau percaya atau tidak, baru kali ini juga bisa kenal deket banget sama cewek, hehe". "iya deh percaya aja biar seneng,hehe" balas Dina.


Karena saking senengnya bertemu dengan Hilmi, Dina pun meluapkan kegembiraannya dengan curhat ke temannya, ya ke si Revi, namun hanya melalui chat, pasalnya temannya tidak di rumah. "Rev, di rumah nggak?" "enggak din, kenapa? aku sedang keluar sama tante,"

__ADS_1


"Udah ah gak perlu berharap lebih, mungkin hanya kebetulan aja, lagian dia kan baru dari rumah temennya yang dekat sini" jawab Dina yang takut terlalu berharap.


Setelah percakapan tersebut, sepertinya ada yang aneh dengan Revi, karena pemberian tersebut, kini pesan Dina jarang banget dibalas olehnya. Ada apakah dengan si Revi?

__ADS_1


__ADS_2