Gadis Yang Ternodai

Gadis Yang Ternodai
Episode 09


__ADS_3

Tak sesuai dengan yang dibayangkan, meskipun Amar sudah dikenalkan dengan salah satu temannya, ternyata ia masih saja mengharapkan keponakannya. Ini terlihat saat terakhir di rumah Pak Wito, ia lagi-lagi menggoda Dina di malam hari. "Din, cepat kesini sebentar saja" isi pesannya ke Dina. "Ada apa?" balasnya. "Sebentar saja, atau aku ke kamarmu sekarang boleh?" kata Amar. "gak boleh". Dengan terpaksa, Dina kembali menghampiri pamannya yang berada di ruang tamu. "Ada apa paman?" tanyanya. Awalnya memang Amar bercerita tentang kedekatannya dengan Ria, ia pun juga mengatakan bagaimana teman Dina tersebut. Amar bercerita panjang lebar, dan pada akhirnya ternyata ia berharap itu lagi ke gadis mungilnya. "Sudah ku bilang, aku tidak bisa berpaling darimu Dina" ujarnya. "Paman jangan mulai lagi, aku ini keponakanmu, tak lebih dari itu" ia segera berdiri dan meninggalkannya yang mulai menyebalkan. Kali ini ia tidak menarik tangan Dina, melainkan langsung memeluknya dari belakang dan mencium lehernya. Dina memberanikan diri untuk melawannya, dengan usaha keras ia melepaskan pelukan pamannya dan akhirnya berhasil. Lalu ia berlari ke kamarnya dan mengunci pintunya. Amar kesal karena rencananya untuk menyentuh Dina gagal lagi, padahal besok ia akan pulang yang berarti akan berjauhan dengan keponakannya.

__ADS_1


Keesokan harinya, Dina merasa senang sekali karena pamannya akhirnya akan pulang. Amar berpamitan dengan Pak Wito dan Bu Ani sekaligus Dina, ia pun diantar sampai depan rumah hingga masuk mob yang disewanya. Setelah Amar masuk mobil dan beranjak pergi, Dina merasa lega karena akan berjauhan dengan pamannya. Dan mulai saat ini ia tidak akan menggunakan barang-barang dari pamannya lagi, termasuk ponsel yang dipakainya. Ia berniat untuk mencari pekerjaan agar bisa membeli ponsel sendiri dan ponsel itu kini dipakai oleh Bu Ani.

__ADS_1


Dina juga bergegas untuk pulang, dirinya sudah tidak sabar memberitahukan ibunya serta meminta izin kepada Bapak Ibunya. Sesampainya di rumah, wajahnya tampak sumringah, "Assalamu'alaikum.." teriaknya. "Wa'alaikum salam" jawab Bu Ani, "Sepertinya ada yang lagi bahagia, ada apa ini? tambahnya. "Dina besok mau melamar kerja di tempat teman buk, tadi ketemu sama teman SMA dan dia menawarkan pekerjaan", ceritanya. "Emang, kerjanya sebagai apa?" jawab ibunya, "Itu loh bu, mirip Admin gitu, boleh ya bu? Dan semoga nanti bisa diterima" ucapnya. "Iya, coba kirim lamaran dulu, dan izin sama bapak". Pak Wito yang sedari tadi mendengar percakapan mereka langsung menyambar, "Itu dimana tempatnya Din?", "Eh bapak jadi kaget, tempat kerjanya dekat dengan bibi Nur pak, boleh kan pak?" bibi Nur adalah adik dari Pak Wito. "Oh.. ya kirim lamaran dulu aja, iya kalau keterima?" jawab bapaknya.

__ADS_1


__ADS_2