
Pada suatu hari, Dina mencari tahu apa nama Facebook, Instagram dan media lainnya yang bersangkutan dengan Hilmi, ia berharap mendapatkan informasi lebih detail tentangnya. Namun, saat mengintip Instagram milik Hilmi, ia mendapati sebuah postingan video seorang perempuan yang sedang bersholawat dengan caption yang bisa membuat Dina menjadi cemburu, "yang bikin tambah semangat" begitulah isi caption dalam video tersebut, bahkan juga ada komentar dari salah satu temannya yang memuji perempuan tersebut, sehingga Dina merasa dirinya tidak akan bisa bersatu dengannya. "Apalah dayaku, tak sesempurna cewek ini" (dengan muka melas).
__ADS_1
Setelah mendapati info tersebut, kini Dina merasa bosan saat menerima pesan dari Hilmi, ia memilih jarang membalas pesannya dan bahkan ia berniat mengganti kontaknya. Meskipun begitu, ternyata Hilmi masih saja menghubunginya melalui akun Facebook, karena sebelumnya Hilmi sudah mengetahui nama fb Dina. Mungkin Hilmi mengetahui bahwa nomor Dina ganti, untuk memastikan, Ia berpura-pura meminta tolong untuk memanggil nomor Hilmi karena hp.nya sedikit error. "Din, minta tolong dong, miscall nomor aku soalnya ini lagi agak error", tanpa sadar, Dina pun membalas "Iya" dan langsung menelpon nomor Hilmi, padahal nomornya ganti. "Udah din, makasih ya" isi pesannya lagi. Karena sudah terlanjur tahu nomor barunya, sehingga mereka sering chat, dan kali ini sepertinya ada yang berbeda dengan Hilmi, dimana ia sedikit lebih respek sama Dina dan perhatian meskipun gak banyak. Meskipun mereka sudah lebih dekat, tetapi ia tak berani menanyakan tentang video perempuan di akun Instagramnya dan ia memilih untuk melupakannya.
__ADS_1
Suatu hari, saat Hilmi tengah keluar dengan temannya, secara tidak sengaja ia melewati depan rumah yang mirip seperti ciri-ciri rumah Dina. Karena yakin, Hilmi pun berhenti di depan rumah tersebut dan mengirimkan pesan ke Dina untuk memastikan, "Din, aku di depan rumah kamu" mendapatkan pesan tersebut, sontak Dina terkejut dan mengintip lewat cendela, ternyata Hilmi benar-benar di depan rumahnya. "Emang kamu tahu rumahku? (tanyanya)" belum sempat Hilmi membalas pesan Dina, tiba-tiba ada seorang lelaki yang menegurnya dan tepatnya itu saudara Dina. "Mencari siapa mas?" ,sedikit kaget, Hilmi menjawab "apa ini benar rumah Dina? Saya temannya". "oh iya benar, ini rumahnya.. yaudah mari masuk, saya panggilkan dianya". "Assalamualaikum" (Hilmi dan temannya masuk ke rumah Dina). Mendengar ada suara salam, ibu dan Dina menjawabnya "Wa'alaikumsalam.." (Ibunya keluar dan Dina mengintip dibalik gorden, 'sepertinya aku tahu orang ini, kayak mirip sama foto hilmi') batinnya. "Ini siapa kam?" (tanya ibu Dina) "teman Dina katanya" jawab Ahkam saudara Dina. "Iya bu, saya teman Dina, nama saya Hilmi, dan ini teman saya namanya Azam" jawabnya. Mendengar jawaban tersebut, Dina langsung mengambil jilbab dan mempersiapkan diri untuk keluar, "Din, dicariin teman kamu nih" teriak ibunya. "I..iya bu" jawabnya gugup. Dina pun keluar dan menemui Hilmi, namun ia tertunduk malu, bahkan untuk mengajak ngobrol pun serasa berat dan bingung mau menanyakan apa, karena ini baru pertama kalinya mereka bertemu secara langsung, muka Dina pucat, jantungnya berdegup kencang, seperti bertemu dengan orang paling spesial di dalam hidupnya.
__ADS_1